Terukir Dalam Waktu

Terukir Dalam Waktu
Mau menerimaku 2


__ADS_3

Setelah Ami dan Eza selesai menangis haru berdua, Eza mengajak Ami untuk tidur bersamanya. Entah kenapa Eza seakan candu untuk tidur bersama Ami karena bau tubuh Ami yang khas wangi lavender. Ami memang sangat suka bau bunga lavender selain penghilang nyamuk atau seranga bau itu cukup ringan dihidung Ami


Eza juga tidak tau jika ia bukanlah darah daging papa Ami, ia hanya tau jika dia adalah anak papa nya dan wanita lain yang bernama Yuri .


Begitu juga sama Ami, Ami sudah menganggap Eza kakak kandung nya, ia tidak keberatan jika harus tidur dengan Eza ,karena Eza yang selalu merawat Ami sejak sakit, tidur bersama bukan hal yang baru untuk Ami dan Eza.


"Lihat, kedua anak mu ,anak perempuan yang sangat sayang padamu, bahkan dia tidak memberitahumu jika dia juga akan mati seperti ibunya, dan kau dengan sangat tega mewarnai sisa hidupnya dengan kekerasan dan kata kata kasar.!" Kata Eyang saat melihat Ami tidur berhadapan dengan Eza .


Air mata papa Ami tidak terbendung lagi, ia menagis menyesali hal buruk yang telah ia perbuat. Dengan lapang dada eyang menepuk punggung papa Ami dengan lembut dan memeluknya ,seakan menyalurkan kekuatan.


"Sekarang, sayangilah semua anak anakmu, aku ingin Ami bisa sembuh dan punya umur lebih panjang daripada ibunya." Kata Eyang ,dan papa Ami hanya mengangguk mengerti


"Maafkan aku ,maaf.!" Kata papa Ami lagi suaranya serak khas orang menangis

__ADS_1


Edo yang melihat mereka berpelukan dan menagis pun ikut berpelukan dan menagis,.


,, matahari sudah membangunkan Ami, ia melihat jam dinding yang menempel didinding kamar Eza ,


"Jam 7 ,aku harus kesekolah" gumam Ami ia melihat Eza masih tidur dengan memeluk guling ditengah ,matanya cukup bengkak untuk ukuran pemuda laki laki yang bad boy sepertinya.


Ami segera bangun dari kasur, matanya berat karena menangis semalaman sampai tertidur, dan bergegas kekamarnya dan mandi ,juga bersiap siap ganti baju seragam dan bergegas kebawah untuk sarapan.


"Kemana dia pergi, apa jangan jangan dia masuK RS dan aku tidak dibangunkan.!" Kata Eza panik langsung berdiri, membuat kakinya oleng dan terjatuh


"Kakak ,kakak kenapa.?" Tanya Ami panik saat mendengar sesuatu yang jatuh dengan keras


"Aduh, kamu nggak papa kan ,darimana saja kenapa kakak nggak dibangunin.?" Kata Eza sedikit kesal ia tak sadar jika jari kakinya bergeser

__ADS_1


"Kak ,jari kaki kakak ,ayo kita ke rumah sakit.!" Kata Ami membantu memampah Eza


Diperjalanan ke RS


"Ami, makasih ya kamu mau terima kakak ,kamu nggak pilih pilih antara kakak dan kak Edo ," kata Eza sambil meringis kesakitan


"Kalian tu kakak aku, aku sayang sama kalian dan tidak ada pembeda antara diantara kalian ,aku sayang sama kalian.!" Kata Ami manja ,sambil bersandar dilengan sang kakak


Rasa sakit dijari Eza pun rasanya hilang, melihat adik manisnya yang manja ,sikap dingin Ami mulai hilang dengan berjalannya waktu ,hanya rasa sayang yang tertinggal dihati Eza ,bukan lagi emosi yang memenuhi hatinya seperti dulu.


Setelah Ami mengantar Eza ,ia pun pamit ke ingin masuk kesekolah ,


Terimakasih untuk yang setia membaca ,domoarigatou gozaimasu ,maaf ya telat telat up nya ,tangan nya masih butuh banyak istirahat.

__ADS_1


__ADS_2