
Amilia Asufaharuta Akabane
Aku sangatlah bahagia saat Candra memintaku untuk menemuinya ditaman. Aku bahkan meminta saran tentang hal ini pada kak Eza, dan kak Eza memberikan solusi yang bagus.
Aku pun langsung berdandan, menggunakan dres se lutut, hadiah dari eyang saat ulang tahunnya, tak ketinggalan aku juga menggunakan bando yang kubeli saat bersama Anza di mall dulu. Sepatu fletshoos warna hitam , sengaja rambutku ku urai tak terlalu panjang hanya menutupi leher.
Aku sudah janjian dengan Geo untuk mengantarku, teman yang selalu ada saatku susah, benar benar dialah yang namanya teman.
Aku segera turun darikamar, dan melihat Geo yang sedang memakan camilan dimeja makan, dan kak Eza yang sedang berbincang bersamanya.
"Ayo ,keburu telat.!" Kataku tak sabar
"Masih ada waktu king.!" Kata Geo sambil terus memakan camilannya
Aku sungguh tak sabar, bagaimana Expresi Candra saat melihatku menggunakan dres.
Aku sangat tak sabar, hingga melupakan jam sarapanku dan obat ku, aku langsung menarik Geo menuju mobil.
"Apa kau yakin, ? Dandan sepertiini, bukankah kau inggin agar dia mau menerimamu apa adanya.?" Kata Geo sambil mengendarai mobilnya
__ADS_1
"Ya , aku ingin terlihat cantik untuk saat ini, hanya untuk saat ini.!" Kata ku sambil tersenyum lebar padanya
Geo hanya ,tersenyum masam dan kembali melihat kejalan raya, aku tau apa yang dihawatirkan Geo, ia takut jika aku berubah hanya karena Cinta. Tapi aku juga tau kenapa aku sangat ingin tampil cantik seperti kata Candra.
Aku mulai merasa pusing, kepalaku berdenyut. Dan perutku sakit , sangat sakit apa karena aku gugup ya..
Sesampainya disana , udara sangatlah panas ,matahari begitu terik membuat keringat ku keluar mengalir dikening dan leherku ,semua menambah kepalaku makin pusing.
Geo berjalan dibelakangku, ia nampak hawatir beberapa kali ia menanyakan keadaanku ,dan menawarkan agar kami pulang saja. Tentusaja aku menolak ,mana mungkin aku pulang sebelum menemui Candra.
Aku berjalan dengan perlahan, kami sudah dekat tiba tiba Geo berdiri didepanku, hingga aku menabraknya.
"Kita balik aja tuk king, kau pucat banget.!" Kata Geo memberikan saran
"Apaan sih ,nggak usah bercanda ,minggir.!" Kata ku pada Geo ,namun geo tetap saja bergeser mengijuti arahku, seakan ia menutupi sesuatu.
Aku yang main penasaran dibuatnya sempat marah dan menendang kakinya, dan betapa hancurnya hatiku saat melihat Candra tenagh berciumah dengan Lia.
Lia menatapku seakan menyerukan suara keberhasilan telah mencium Candra, dia benar benar menatapku, aku tak sanggup berkata kata
__ADS_1
Hatiku terasa berat, sakit dan hancur lebur.
"Apa yang kalian lakukan.!" Kataku ketus
Airmataku mengenang, bersiap meluncur kepipi ,perutku semakin mual, dan kepalaku semakin pusing melihat kejadian ini
Candra nampak terkejut dengan suaraku, karena posisi Candra yang memunggungiku, sedangkan Lia ,dia langsung mengusap bibirnya yang basah karena tersentuh bibir Candra, Candra berusaha menjelaskan kejadian yang salah barusan tapi aku sama sekali tak mau mendengar apa yang berusaha ia jelaskan.
"Jadi ini hal penting yang akan kau sampaikan, selamat aku sangat terkejut dengan ini.!" Kataku tersenyum sinis sambil menatap tajam Lia
Akupun pergi, diikuti Geo yang hanya diam saja sambil menahan marah, hingga aku mendengar suara hantaman dan pekikan Candra menahan sakit.
Aku tak berbalik ataupun menoleh, hingga suara Geo membuatku berbalik, aku menangis ,bukan karena rasa sakit fisik yang kuterima melainkan rasa saktnya menelan keadaan ini,
Aku sudah berniat akan sembuh setelah aku menyampaikan perasaanku pada Candra, aku sudah berniat akan sembuh dan hidup bahagia dengannya tapi semau hancur seketika.
Hatiku sudah dihancurkan oleh sahabat dan cinta pertamaku, apa yang salah dariku ,apa yang salah .!?
Pikiranku kalut, dan aku pun pingsan didekapan Geo.
__ADS_1
Bersambung . .. ..