Terukir Dalam Waktu

Terukir Dalam Waktu
Maaf


__ADS_3

"Tambah tekanan listrik nya.!" Kata dr.Anton pada seorang perawat


"Clearr.!" Jawab perawat itu


Dr.Anton pun langsung menekan dada Ami dengan alat itu, hingga tubuh Ami terpental karena nya


"Tidak ada respon.!" Kata perawat yg lainnya


"Tambah lagi.!" Kata dr.Anton


"Clearr.!" Jawab perawat setelah menambah volume tegangan


"Tidak ada respon.!" Jawab perawat dengan panik


"Ami, ayo kamu bisa.! Tambah tekanan lebih besar.!" Kata dr.Anton


"Tapi ini terlalu beresiko.!" Kata dr.Edi selaku dokter syaraf

__ADS_1


"Lepaskan tanganku.!" Kata dr.Anton frustasi, dr.Anton pun menatap perawat bagian tegangan ,dan perawat itu pun menambah volume tekanan yang diinginkan dr.Anton


"Kalau kau tidak bangun, aku akan berhenti menjadi dokter Ami, jadi bangunlah.!" Kata dr.Anton lalu menekan dada Ami dengan alat itu lagi


"Ada respon.!" Teriak perawat yang satunya


Dr.Edi pun langsung mengambil alih pekerjaan dr.Anton ,dr.Edi langsung memasang kembali alat alat yang tadi sempat dicopot dari tubuh Ami ,


Tubuh dr.Anton tiba tiba melemah, ia pun segera memeriksa detak jantung Ami, ia pun segera bernafas lega saat ia mendengar detak jantung Ami yang mulai membaik.


Setetela kondisi Ami dipastikan aman, mereka pun keluar ruangan, menemui keluarga Ami yang menunggu dengan was was


"Dia masih bertahan, aku berharap agar Ami segera dibawa ketempat yang lebil baik untuk menangani kasus ini, aku benar benar takut terjadi hal yang tidak diinginkan seperti tadi.!" Kata dr.Anton


"Aku akan mempersiapkannya, aku akan keJepang sekarang.!" Kata Papa Ami langsung bergegas pergi meninggalkan RS


"Aku ingin melihatnya." Kata Eza

__ADS_1


"Gunakan baju seteril dulu, aku tidak mau mengambil resiko.!" Kata dr.Anton langsung mencekal lengan Eza


Setelah dihentikan ,Eza pun segera mengikuti seorang perawat kesebuah ruangan, dengan dibantu seorang perawat ia pun telah siap dengan baju seterilnya dan bergegas keruangan Ami.


"Kak Edo, apa aku boleh menemui Ami.?" Tanya Candra ,Edo sedikit berfikir


"Apa Ami akan pindah ke Jepang.?" Tanya Candra lagi


"Dia akan pergi kesana, tak akan kembali lagi kesini, aku sedikit kecewa dengan perlakuan mu kepada Ami, sebelum sakit dia selalu menangis, menyebut namamu saat demam, dia selalu menghubungimu tetapi selalu tidak ada balasan, Eza berusaha mencarimu dirumahmu tapi orang tuamu juga tidak tau keberadaanmu, kenapa kau sakiti hati adikku.?" Kata Edo ,suaranya lembut namun sungguh menyakiti perasaan


"Maafkan aku kak, aku punya alasan sendiri ,aku menyesal dengan keputusan yang kubuat.!" Kata Candra mengaku salah


"Hah ,sudahlah aku akan membantumu menemui Ami, ini yang terakhir aku tidak mau terjadi sesuatu yang buruk pada adik adikku, Ami maupun Eza ,kau tau tempramen Eza sangatlah buruk.!" Kata Edo lagi sambil melirik kearah ruangan Ami


"Terimakasih kak, aku sangat berterimakasih.!" Kata Candra senang


"Aku melakukannya untuk Ami bukan untukmu, aku akan membantumu masuk kesana aku akan mengalihkan fokus Eza dengan membawanya menemui Anton, saat itu kau masuk dan menemui Ami, hanya sebentar jangan membuat keributan.!" Kata Edo duduk didepan ruangan Ami

__ADS_1


"Aku mengerti kak, terimakasih banyak.!" Kata Candra kembali bersandar ditembok bersama Geo yang daritadi sibuk dengan ponselnya.


__ADS_2