Terukir Dalam Waktu

Terukir Dalam Waktu
Kejutan


__ADS_3

Ujian telah selesai, sebelum resmi menjadi siswa siswi kelas 2 , semua murid wajib melakukan kegiatan class meeting terlebih dahulu. Lomba dilapangan, lomba kesenian, lomba memasak, ah banyak sekali yang harus mereka lakukan.


"Baiklah rakyatku, King akan memberikan titah pada kalian semua, aku akan memilih kalian dari segi pengetahuanku. Ini memang terasa tidak adil bagi kalian ,tapi jika kalian merasa kurang setuju dengan titahku ini, kalian bisa bilang padaku secara langsung saat itu juga." Kata Ami , kelas nya memang sepesial dimana dibuat seperti dalam kerajaan saja, dari Raja, Pangeran, permaisuri, penasehat Raaja, ah sungguh menyenangkan.


Ami mulai membacakan, dan membagi teman teman mereka dalam untuk mengisi setiap lomba.


"Apa king, tidak mewakili kerajaan kita untuk lomba lari estafet.?" Tanya Aira yang menjabat sebagai mentri keuangan (bendahara)


"Jaga mulutmu.!" Kata Geo yang menjabat sebagai penasehat Raja (asisten ketua dan wakil kelas). Kelas pun menjadi sunyi , tatapan penuh harapan ditujukan pada Ami


Ami tersenyum membubarkan gejolak diotaknya, "tentu saja aku ikut, mana mungkin King hanya melihat keluarga kerajaannya bertanding.!" Kata Ami ringan membuat semua yang berada dikelas senang, mereka bersorak penuh semangat.


"Tidak.!" Suara Candra kembali mengheningkan suasana kelas


"Kau ini kenapa.!" Tanya Ami heran


"Kakimu baru saja sembuh, bagaimana kau bisa melakukan itu.!" Kata Candra menatap Ami dengan serius


"Aku sudah sembuh, aku akan baik baik saja.!" Kata Ami menyengol bahu Candra, tapi tatapan Candra tetap tidak enak dipandang.


"Iya, king kakimu baru mulai sembuh, sebagai gantinya aku akan mengantikanmu mengikuti lari estafet. Betul kan semuanya." Kata Geo memecahkan suasana agar tidak cangung lagi


"Baiklah, terserah kalian saja, jika kalian tidak keberatan aku akan membantu menjadi pemandu sorak dipinggir lapangan.!" Kata Ami tersenyum simpul


Rapat pun selesai, semua nya sudah dibagi dan sudah menyiapkan mental.


Hari pun terus berjalan, semua sudah mulai berlatih dilapangan, Ami hanya bisa duduk dipinggir lapangan menjaga kotak besar minuman untuk teman temannya. Memperhatikan anak anak lain yang berlarian kesana kemari, melihat keringan yang membasahi setiap wajah mereka.


"Ayo kekantin.!" Ajak Candra,

__ADS_1


(saat latihan Candra selalu mengawasi gerak gerik Ami yang hanya duduk mengamati dia berlatih, dan sesekali melihat kearah teman teman lain yang bercanda didalam lapangan, hatinya teriris pilu melihat Ami yang sesekali tersenyum simpul dan mengalihkan pandangan kearah lain saat anak anak lain berlari ringan mengelilingi lapangan)


"Apa sudah selesai.?" Tanya Ami menatap Candra, mata Ami sudah berair karena menangis


"Sudah, ayo.!" Candra mengandeng Ami, ia tau dalam hati Ami pasti mengebu dan meronta ingin marah karena kondisinya saat ini.


"Kau mau makan dikantin,?" Tawar Ami


"Em, aku ingin makan enak, akhir akhir ini menu makan siang nya tidak enak.!" Kata Candra berjalan sambil mengelap keringatnya


"Bagus, aku menunggu hal ini terjadi.!" Kata Ami menyondorkan botol minum pada Candra


Sesampainya dikantin


"Buk, beli bakso nya 2 dan es Jeruk 2.!" Pesan Candra


"Aku boleh minum es Jeruk.?" Kata Ami terkejut


"Ah terimakasih.!" Kata Ami memeluk Candra


Disis lain ada yang meremas gerpu ditangan, menatap penuh benci kearah Candra dan Ami yang tertawa bahagia, ya siapa lagi Anita. Dia mulai terbakar api cemburu dan mulai berbisik ke teman teman lainnya. Teman temanya pun mengangguk mengerti dengan bisikan Anita, dan Anita dendiri tersenyum licik sambil menatap benci kearah Ami.


"Hai, kalian disini juga.!" Suara Vebri ikut bergabung


"Sejak kapan elu makan disini Veb.?" Tanya Ami


"Sejak dia jadi pecarku.!" Kata Geo duduk sambil membawa nampan berisi pesanan mereka berempat. Jawaban Geo sontak membuat mata Ami terbelalak tak percaya


"Ngapa kagak bareng bareng aja sih kesini nya.!" Kata Anza ikut nimbrung

__ADS_1


"Za, Ve Vebri, Ge Ge Geo ,mereka me mereka..~" belum sempat selesai kalimat "sayang, ini minum mu.!" Kata Juli meletakkan jus jambu didepan Anza


"Sayang, kalian.? Dan kalian.!" (Menunjuk kearah Vebri dan Geo, lalu menunjuk Anza dan Juli),


"Mereka pacaran, 3 minggu yang lalu.!" Kata Candra menyondorkan sendok berisi bakso yang sudah dipoting oleh Candra kemulut Ami


"Kalian bercanda kan.!" Kata Ami dengan tatapan membunuhnya, membuat mereka berempat takut dan menunduk


"Maaf, king itu ~" kata Geo gugup dan takut jika Ami marah dan mengamuk karena ini


"Ini berita bagus, kita akan rayakan ini besar besaran.!" Kata Ami dengan senang dan bahagia.


Mereka pun makan dengan senang hati, tanpa ada beban karena menutupi hubungan mereka dari Ami. Semua nya baik baik saja hingga .. ..


"Lihat disana, ya dia Ami katanya dia King, disekolah ini tapi lihat dia tadi tidak.?" Suara seorang gadis yang bergosip


"Memang kenapa.?" Saut gadis satunya


"Aku melihatnya, dia seperti orang cacat, menunggu dipinggir lapangan seperti orang hilang wkwkw.!" Celoteh lainnya


"Benarkah, raja apanya hanya duduk tak ikut berlatih, hanya mengandalkan teman nya yang merepotkan sekali.!" Kata siswi lain


"Cekcek, memalukan.!" Disusul gadis lain


Semua yang mendengar celoten gadis gadis itu pun mulai berbisik dan menatap Ami dengan tatapan remeh, membuat Ami meremas tangannya kuat kuat.


"Aish, bac*t.!" Juli mengebrak meja membuat seisi kantin terkejut. Ya Juli memang terkenal dengan tempramen yang buruk, ia dekat dengan Ami saat (ntar Autor buat deh gimana Juli deket sama Ami dan anak anak AVATAR)


"Jul , duduk.!" Suara Ami penuh penekanan

__ADS_1


"Tapi mulut mereka tu penuh sampah.!" Kata Juli menatap gadis yang berambut ikal dengan bibir merah yang duduk santai menatap remeh Juli


Bersambung


__ADS_2