
"Tidak mungkin.!" Kata eyang terkejut
"Iya Ami, itu tidak mungkin.!" Tambah Edo tak percaya
"Paman Frans, dipenjara kan gara gara membunuh istrinya, dan masih teringat dengan jelas pula di memory kalian bahwa bibi Azizah mencintai ayah, dia meninggalkan anaknya dan suaminya demi mendapatkan ayah yang kala itu seorang duda.! Tapi ingat eyang ,kakak dibalik itu ada seorang anak yang terluka, tumbuh tanpa kasih sayang orang tua, ya dia adalah Lia, yang usianya tak jauh dariku, dan 7th yang lalu paman Frans bebas dari hukumannya setelah membayar denda dan kalau tidak salah 5th yang lalu dia menikahi seorang pengacara terkenal dan sekarang dia menjadi kepala sekolah di Airi School. Dan eyang tidak menyadari hal itu kan.!?" Kata Ami menyeringai iblis
"Tapi di semua biodata nya namanya bukan Frans, hapi Hans.!" Kelak eyang syok
"Tentu saja semua data dirinya sudah dirombah oleh istri barunya Eyang.!" Kata Edo mulai paham dengan arah pembicaraan Ami.
"Benar, kita lihat apa yang akan dia lakukan lagi terhadapku.!" Kata Ami menatap jendela dengan mata marahnya.
Β hari berikutnya
Setelah beberapa hari Ami sudah boleh pulang, tetapi dia masih belum bisa sekolah jadi dia akan mendapat kiriman materi lewat email nya, sang Eyang juga menyewa seorang guru untuk cucu kesayangannya agar Ami tidak kesulitan dalam belajar, padahal orang Candra selalu membantu nya untuk belajar. Kejadian itu berlangsung selama 2 mingguan , belajar dirumah, makan dikamar , semua itu membuat Ami bosan berada dikamarnya hingga Dokter Anton sudah memperbolehkan Ami masuk sekolah walaupun masih hatus menggunakan tongkat untuk membantunya berjalan.
__ADS_1
Pagi harinya
"Ayo kakak yang antar.!" Kata Edo setelah selesai sarapan
"Ami udah dijemput Candra kok kak.!" Jawab Ami meminum jus nya
"Baiklah ,coba eyang lihat cucu eyang dulu sebelum pulang.!" Kata eyang memegang kedua pipi Ami. "Apa kau benar benar tidak mau tinggal bersama eyang.?" Kata eyang menatap Ami
"Iya eyang, Ami baik baik saja, nanti kaok ada apa apa, aku nyusul eyang deh.!" Kata Ami tersenyun sumringah
"Yadudah, bahkan mengantar saja tidak mau, benar benar.!" Kata Eyang membuang muak bak anak kecil
"Ami,!!" Teriak Candra membubarkan suasana hangat pagi itu.
"Candra udah sampe tuh, Ami berangkat dulu ya.!" Kata Ami mencium pipi sang Eyang. Eyang dan Edo pun membantu Ami berjalan keluar menuruni tangga rumah nya. Tak seperti biasanya, Candra berangkat menggunakan mobil jazz nya, agar Ami nyaman dan mudah, membayangkan menjemput Ami dengan montor nya saja sudah membuat Candra lelah dengan omelan sang mama, dan saat memutuskan menggunakan mobil Candra akan lelah mendengar omelan Ami, karena dia sangat kesal saat berangkat sekolah menggunakan mobil, karena pasti akan menghabiskan waktu diperjalanan.
__ADS_1
"Kenapa mobil.!" Serang Ami saat melihat mobil Candra terparkir dihalaman rumahnya.
"Agar mudah.!" Kata Candra mengaruk kepala belakangnya yang tak gatal.
Ami hanya tertawa kecil melihat tingkah Candra yang sanggat bingung mencari jawaban atas pertanyaannya.
"Eyang kak Edo, Ami berangkat.!" Pamit Ami menciup pipi sang eyang dan sang kakak
"Hati hati sayang.!" Kata Edo membelai kepala Ami
"Eyang sama kakak juga hati hati ya.!" Kata Ami tersenyum
"Kami berangkat, eyang kak Edo.!" Kata Candra mencium tangan eyang dan kak Edo, Eyang Ami menepuk beberapa kali pundak Candra dan mengangguk.
Candra sangat telaten merawat Ami, membawakan makanan, membantu belajar, membantu belajar, hingga dia tertidur disamping sang cucu karena kelelahan menjaga nya sepanjang hari. Kadang ia merasa Candra sudah seperti kekasih untuk Ami.
__ADS_1
Maaf teman teman, jika ceritanya membosankan, karena jujur saya kurang inspirasi hehe,.. bisa lah kalian bantu saya mencari suatu ide atau gagasan yang bisa saya kembangkan nantinya.
Untuk para pembaca, Domoarigatougozaimasu πππ