
hari sudah menunjukkan pukul 7 malam, dan Ami juga tak kunjung turun untuk makan siang ataupun makan malam, ia melewatkannya .
"tok tok tok.. " pintu mulai diketuk kembali
"Ami, makan yuk, kamu daritadi belum makan ,turun yuk sayang .!" kata Edo yang daritadi berusaha membujuk adiknya untuk kemuar dari kamar
sama saperti sebelumya, lagi lagi ia diabaikan oleh Ami ,tidak ada jawaban. Hanya suara gitar yang diipetik tak beraturan.
"Ami ,jawab kakak dong .!" kata Edo kembali mengedor pintu kamar Ami. Edo kembali putus asa , Ami sama sekali tak menjawab, ia pun kembali turun Eza menatap Edo dengan harap harap cemas
"gimana kak ?" tanya Eza setelah Edo duduk dimeja makan
"nggak ada jawaban.!" kata Edo mengusap wajah nya dengan kasar
"jeglek.!" suara pintu ditutup dengan kasar membuat Edo dan Eza menengok, mereka melihat Ami turun menbawa gitar di pundaknya, biasa sepatu ket warna putih ,celana jins hitam, kaos putih dan kemeja kotak kotak biru, rambutnya yang sebahu hanya diikat pentol menggunakan hedsed dan masker tak lupa kacamatanya, untuk menutupi luka didahinya ia juga menggunakan topi hitam
"Ami ,mau kemana ?" tanya Edo berdiri dan mendekati Ami yang turun dari tangga
"konser kak.!" kata Ami menurunkan masker nya
"nggak usah , kamu masih babak belur .!" kata Eza ambil suara
"aku berangkat.!" kata Ami menaikkan Gitar yang tertutup tas berbentuk gitar pula warna hitam itu dipundaknya dan berlalu
"makan, dulu !" teriak Edo
"Ami makan diluar.!" kata Ami melambaikan tangan
Ami pun keluar, rumah menuju rumah Candra yang berada tepat disamping rumahnya,
"Mah , Candra ada ?" tanya Ami setelah masuk kerumah Candra tanpa permisi seperti biasa
"Ami, astaga mama kira siapa.!" kata mamanya Candra yang melihat Ami dengan terkejut
"hehe, !" celetuk Ami melepas topi dan maskernya
"Ami, kamu abis tawuran dimana lagi !?" kata mamanya Candra terbelelek setelah melihat wajah gadis itu babak belur
"apaan sih ,!" kata Ami melepas senyuman manisnya dan duduk disamping mamanya Candra
"sini ,mama obati dulu Candra baru keluar beli susu
__ADS_1
"nggak usah ma nanti perih .!" kata Ami berdiri
"Ami ,umur berapa sih kamu, jangan itu berantem aja berani luka diobati nggak berani .!" kata Mama nya Candra menarik Ami ke dapur
"sakit ,ma udah .!" kata Ami meringis saat kapas campur alkohol menyentuh sikunya.
"makanya jangan berantem, Anak cewek tu nggak boleh punya banyak codet.!" kata mama nya Candra gemes sambil dengan sengaja menekan luka Ami , sontak Ami pun berteriak dibuatnya.
"Ma, Ami kenapa .!" Candra tiba tiba saja sudah berasa disamping mereka
"tanya sendiri tuh.!" kata mama nya Candra
"apaan sih mah.!" kata Ami meniup sikunya
"udah beli nak ?" tanya mama nya Candra menengok ke arah putranya
"udah mah ini.!" kata candra mengangkat tas belanjaan berisi berbagai macam bahan membuat kue
"mah ,mau buat kue ya .?" tanya Ami antusias
"belum , Ami laper mah .!" kata Ami manja
"Can ,obati lukanya Ami tuh wajahnya bonyok semua, mamah mau masak dulu sama buat kue .!" kata mamanya Candra beranjak dari kursi dan mengambil tas belanjaan yang daritadi ditenteng Candra
"iya mah !" kata Candra duduk berhadapan dengan Ami
"berantem sama kak Eza ya .!" kata Candra mengusap kan kapas beralkohol itu ke pelipis Ami yang daritadi berdarah
"hem.!" kata Ami membenarkan "sakit ,tolol jangan diteken ibu sama anak sama aja sakit tauk !" kata Ami menarik kepalanya
"sini aku tiupin , makanya nggak usah sok kuat .!" kata Candra mulai meniup luka Ami sambil menutulkan kapas alkoholnya
"aduh ..duh !" ringis Ami
"aku nginep ya Can .!" kata Ami nyengir
__ADS_1
"nggak punya rumah ?" kata Candra membereskan kotak P3K nya, memasukkan isinya.
"nggak jadi deh.!" kata Ami meniup siku nya
"kenapa nggak jadi , Ami nginep aja disisni nggak papa, jangan sungkan ya !" kata mamanya Candra yang membawa sepiring buah buahan yang sudah dikupas
"nggak usah lah mah, !" kata Ami melahap buah itu
"papa , nggak pulang dirumah cuma ada mamah sama Candra , kita dirumah aja sambil nonton horor gimana ?" tawar mama Candra sambil tersenyum licik
"lain kali aja deh .!" kata Ami lagi
"emang mau nginep kemana, kamu kan lagi berantem sama Anza kan .!" kata Candra tak melihat Ami
"emang temen gue cuma Anza !" kata Ami tersenyum pasi
"udah ,nggak usah kemana mana ,jangan dihiraukan omongannya Candra ,kalok Candra nggak ngebolehin kamu nginep dikamarnya ,Ami tudur aja sama mama, !" kata mamanya Candra mencolek ujung hidung Ami mereka berdua pun tertawa renyah
selesai makan , mereka bertiga pun menonton film, sambil mengemil snack ditroples, sesekali mama nya Candra berteriak histeris ketika hantu dalam film tiba tiba muncul. waktu tak serasa, malam semakin larut Ami sudah terlelap di pundak mamanya Candra.
"Can , mama ngantuk nih.!" kata mama candra menguap
"mama tidur aja, ntar Candra yang beresin.!" kata Candra masih fokus pada layar telefisi yang lebar itu
"Ami tidur nih ,nggak tega banguninnya .!" kata mama nya Candra
Candra melirik wajah Ami yang terlelap, sekilas Candra menghelakan nafas dan berpindah kesamping Ami, dia menopang tubuh Ami dia letakkan kepala Ami di pundak nya dengan hati hati.
"mama keatas ya , mama mau tidur besok sift pagi.!" kata mama Candra memutar bahunya dan berjalan menaiki tangga. Candra hanya mengangguk dan kembali fokus ke layar
"mama.!" suara Ami lirih terdengar ditelinga Candra "Ngigo lagi ni anak!" gumang Candra melirik kewajah Ami terlihat buliran air mengenang diujung matanya
dengan pelan , Candra mengeser kepala Ami di pahanya agar gadis itu bisa tidur dengan nyaman, tak lupa Candra menyelimuti tubuh mungil Ami dengan selimut yang tadi merka gunakan untuk menonton.
beberapa saat kemudian Canda merasa sedikit kepanasan, "aku kenapa!" celetuk Candra lirih. Candra tengah menonton film action ada sebuah adegan dewasa yang tengah berlangsung , ia merasa ada sesuatu yang aneh di bagian (") nya , ia melihat kebawah Ami tertidur menghadap perutnya, nafas Ami menderap melewati (") nya , membuat benda nyaa tegang , "shit ,sejak kapan dia berdiri!" kata Candra pelan expresinya tak terduga wajahnya memerah , darahnya makin memanas.
tak mau ambil resiko yang tidak tidak, Candra pun bangkit dan duduk dibawah. "sejak kapan Ami bisa membuatku tegang, bahkan biasanya saja berenang bersama aku tak meradakan apa apa.!" kata Candra meremas rambutnya kesal. dia pun berbaring dibawah sova , mengunakan bantal sova untuk kepalanya,.. ..
__ADS_1