
Pagi harinya Ami terkejut, melihat sang kakak tertidur disebelahnya.
"Kak Eza." Ami membangunkan kakak nya
Eza sedikit terusik ketika Ami mengoyangkan lengannya. Ia mulai terbangun dan mengusap kasar wajahnya.
"Ami, apa yang sakit.?" Tanya Eza saat melihat Ami sudah duduk dihadapannya
"Nggak ada, kak kakaka nggak kuliah.?" Tanya Ami sambil belihat jam tangannya
"Udah jam 8 kak." Kata Ami cemas
"Kakak masuk siang kok, kamh istirahat lagi aja." Kata Eza bangun dan meregangkan otot otot nya
"Ami mau sekolah kak, hariini masuk terakhir sebelum libur panjang." Kata Ami beranjak dari kasurnya.
"Serius mau sekolah.?" Kata Eza ragu
"Iya kak, Ami mau sekolah.!" Jawab Ami sambil mendorong kakak nya keluar kamar
"Yaudah ,nanti kakak antar." Celetuk Eza membuat Ami terkejut dan membulatkan mata
__ADS_1
"Apa.?" Tanya Ami menatap sang kakak intens
"Nanti kakak yang antar Ami sekolah.!" Kata Eza pergi ke kamarnya meninggalkan Ami dengan beribu pertanyaan.
Ami pun masuk ke kamar nya kembali, dan bergumam
"Dia kenapa,? Aku jadi merinding saat dia berubah perhatian begini, omo dia juga tidur disini ,apa mama merasuki Eza dan merawatku.!" Gumam Ami sambil bergidik ngeri ,Ami pun mandi dengan cepat dan menenteng tas gendong nya , sebelum itu ia mengambil ponsel nya, ia melihat banyak sekali panggilan dari Vebri dan Anza.
Ami mengabaikan panggilan mereka dan mulai mencari kontak bertuliskan Candra di ponselnya ,Ami berusaha menelfonnya. Mengirim banyak pesan singkat ,tetapi semuanya tak terkirim, membuat hatinya berfikir ada apa dengan Candra.
"Udah siap.?" Tanya Eza yang tiba tiba masuk ke kamarnya
"Udah." Jawab Ami memasukkan ponselnya kedalam tas
Dibawah bi inah sudah menyiapkan bubur yang tadi dibuat oleh Eza , bubur dengan jagung dan wortel didalamnya, juga segelas susu hangat.
"Kalok nggak habis jangan dihabisin.!" Kata Eza ketus sambil memakan buburnya
"Iya" jawab Ami singkat karena takut dengan Eza, takut ia akan menyinggung Eza bila menjawab dengan banyak kata
Setelah selesai sarapan ,Eza langsung mngantar Ami dengan mobil jezz merah miliknya. Diperjalanan suasana nampak canggung, Eza berusaha mencari topik pembicaraan agar Ami tak bagitu tegang bila dekat dengannya.
__ADS_1
"Ami, aku aneh ya" tanya Eza begitu saja
"Ha.?" Jawab Ami langsung menatap sang kakak
"Aku juga canggung jika langsung baik padamu, karna aku merasa ada jarak diantara kita walaupun kita bersaudara." Kata Eza jujur
"Entahlah kak ,Ami juga merasa ada yang salah disini." Jawab Ami ragu
"Ami, maafkan sikap kakak selama ini ya , kakak salah karna sering berkata kasar padamu ,bahkan beberapa kali memukulmu, kakak nggak bisa jadi kakak yang baik.!" Kata Eza mulai melow
"Tidak, aku tidak memikirkan itu kak, mungkin Ami yang salah ,jadi harus dihukum." Kata Ami mengeleng dengan kuat
"Ami mau maafin kakak.?" Tanya Eza tulus
"Iya kak, maafin Ami juga ,Ami sayang kakak sama kak Eza ,sama papa juga.!" Kata Ami memeluk Eza, mereka pun berpelukan dimobil. Sungguh mengharukan saat saat itu
*Jadi ini ,rasanya disayang kak Eza ,pelukak kak Eza lebih hangat dibanding pelukan kak Edo, saat itu suara kak Eza yang bergetar seperti menunjukkan ketulusan. Kata katanya tergambar jelas bila ia menyesal ,.. semoga saja ini bukanlah mimpi atau prank Tuhan untukku.
Amilia Asfaharta Akabane
**Saya sangat tersanjung, sangat senang, dan sangatlah terharu membaca komentar dari teman teman semua,. Terimakasih atas semua .. Domoarigatogozaimasu ,..
__ADS_1
Jangan lupa Like dan Komen ya π€ππ***