Terukir Dalam Waktu

Terukir Dalam Waktu
Berkorban


__ADS_3

Sesuai rencana, malam ini Eza dan Edo pulang bersama setelah Geo datang untuk gantian menjaga Ami, kondisi Ami sudah sangat baik, ia sudah boleh berjalan jalan tapi Eza masih belum memperbolehkan Ami untuk keluar dari RS.


Dijalan Eza dan Edo nampak cemas karena akan berbicara dengan sang Ayah.


"Kira kira, apa yang akan terjadi nanti.!" Celetuk Eza


"Mungkin, kita akan dipukul menggunakan ikat pinggang, atau dikunci ditoilet.!" Kata Edo


Mereka pun terkekeh geli, mengingat kekejaman sang ayah saat mereka berdua membuat kesalahan.


"Aku sedikit takut.!" Kata Eza jujur


"Tenang saja ,mama menjaga kita.!" Kata Edo masih fokus membawa mobilnya


Sesampainya dirumah, Edo dan Eza sudah ditunggu papa nya di ruangan belajar. Detak jantung mereka beriringan dengan langkah kaki mereka, semakin dekat semakin keras juga detak jantung mereka, sesampai didepan pintu mereka pun sama sama menarik nafas, dan membuangnya dengan panjang dan berat.

__ADS_1


Edo pun mengetuk pintu dan membukanya, ia melihat sang ayah tengan berdiri membelakangi mereka


"Apa yang kalian inginkan.!" Kata papa dengan nada marah


"Pa, tolong maafkan Ami, dia sedang sakit keras seperti mama, berikanlah dia sedikit kasih sayang dari papa.!" Kata Edo


"Iya pa, Ami sangat sayang sama papa, papa tolonglah terima Ami.!" Kata Eza menambahkan


"Beraninya kalian meminta hal sepertiini padaku.!" Kata papa Ami masih membelakangi mereka


"Karna papa adalah papa Kami, jika bisa aku akan meminta mama yang memohon, pa Ami adalah duplikat mama, papa cobalah peluk Ami , rasanya sangat nyaman seperti saat kita memeluk mama." Kata Eza


"Kau ini hanya anak PUNGUT ,bagaimana bisa kau membandingkan istriku dengan seorang pembunuh seperti dia, itu adalah hukuman baginya karna telah membunuh ibunya sediri, kau paham.!" Kata papa Ami penuh emosi


"Pa,! Kenapa papa mengungkit hal ini, kemasukan apa papa ini.? Apa papa lupa dengan pesan mama sebelum meninggal, dan sekarang papa mengingkari semua janji papa kepada mama, sekarang papa suka mabuk, bermain dengan jalang , memukul kami ,bahakn saat Eza meminta agar papa mau menerima Ami darah daging papa sendiri, papa malah mengungkit hal ini, dimana letak kesetiaan papa dulu.!" Kata Edo kesal sambil membantu Eza berdiri

__ADS_1


"Beraninya kau !" Hendak memukul Edo


"Hentikan.!" Kata Ami yang tiba tiba masuk ruangan belajar dengan masih menggunakan baju RS


"Kau ini siapa.?!" Kata Ami langsung berdiri didepan papanya


"Kata mama, papa adalah peria yang lembut, penuh kasih sayang, kata mama papa adalah orang yang penuh tanggung jawab, tapi kurasa mama berbohong padaku.!" Kata Ami


"Iblis kecil sialan.!" Kata papa Ami hendak memukul Ami ,dengan sigap tangannya dicekal oleh Eza


"Pa, cukup.!" Kata Ami, ia pun mengeluarkan sebuah alat perekam suara jadul ,dan memutarnya


"Suamiku, apa kabarmu sekarang.? Terimakasih sudah merawat anak anak kita dengan baik, suamiku aku tidak marah saat kau pulang membawa seorang bayi mungil laki laki yang kau bilang dia anakmu dengan wanita lain, aku sanagat kecewa mendengarmu berkata sepertiitu apalagi, saat aku sedang hamil besar dan sakit sakitan, aku pikir kau akan meninggalkanku dan anak anakku saat aku tiada nanti, tapi tidak kau masiH merawatku, suamiku maafkan aku karena mempertahankan beby Amiria bahkan kau sudah melarangku ,tapi aku tidak bisa membunuh anak kita, anak yang mengalir darahku dan daramu seperti Edo, tolong jaga dia untukku, aku berharap Beby Amiria akan cepat besar dan bisa menjagamu, Edo dan Eza jadilah kaka yang baik untuk Ami, jaga dia sayangi dia ,mama yakin papa kalian juga akan menjaga kalian dengan baik, mama sayang kalian." Suara rekaman mama Ami sebelum meninggal,


Suaranya tersengar lembut, namun terdengar lemah ,lalu Ami menekan sebuah tombol lagi, dan suara wanita itu pun keluar lagi

__ADS_1


"*Amiria, putri peri mama, maafkan mama karena mama tidak bisa menjaga Ami dengan baik sayang ,tapi mama ingin agar Ami tau bagaimana mama itu, sayang kata papa mama sangat cantik, saat tertidur. Mama sangat menyukai aroma jasimn sayang, mama juga suka makanan pedas ,tapi mama sudah tidak bisa memakannya, mama suka berjalan jalan di pantai, mama juga suka warna biru, sayang papa akan menceritakan banyak hal tentang mama besok saat kamu besar, sekarang mama harus istirahat, sayang sayangi kedua kaka mu ya, sayangi papa juga, papa memang sedikit keras tapi, papamu adalah orang yang berhati lembut seperti moci, tut" suara itu pun hilang


Bersambung*..


__ADS_2