
~Candra~
Sudah seharian dia tak kelihatan, membuatku cemas dan hawatir, dia pergi sejak sore dan sekarang sudah pukul 7. Aku tidak bisa mencarinya karena aku masih mengurus sedikit masalah sejak tadi. Dia bahkan melewatkan jam minum obatnya, benar benar membuatku pening.
"Geo apa kau melihat Ami, sejak tadi aku mencarinya" kataku mendekati Geo yang sibuk dengan kamera nya
"Dia tadi dipingir tebing, aku melihatnya berbincang dengan Ahriz" kata Geo menghentikan kegiatannya "ada apa.?" Tambah Geo menatapku
"Dia belum kembali, aku sangat hawatir karena dia melewatkan obatnya" kataku mengusap wajahku bingung
"Kita temui Ahriz saja, siapa tau King sedang bersamanya" kata Geo berdiri meletakkan kameranya
Aku pun mengangguk setuju, kami berdua menuju ke pos Kesehatan, kami melihat Ahriz dan Aisyah sedang mencatat sesuatu.
"Ahriz, dimana Ami?" Tanyaku sedikit panik
"Aku tidak tau, ada apa.?" Tanya Ahriz mingung dan menaikkan kacamaranya yang mungkin melorot
"Apa maksudmu, aku tadi melihatmu duduk bersamanya ditebing.!" Kata Geo sedikir emosi
__ADS_1
"Iya, tadi sore aku bersamanya. Tapi tak lama kemudian anak kepala sekolah yang baru itu menghampiri kami, katanya ponselnya hilang dan meminta Ami untuk membantunya mencari ponselnya.!" Kata Ahriz meletakkan kertas yang sedaritadi dipegangnya
"Apa, kenapa kau biarkan mereka, kau tau mereka itu tidak akur.!" Kata Geo penih emosi dan panik
"Tadi aku sudah bilang akan membantu, tapi Ami mencegahku dan dia menyuruhku memanggil petugas keamanan, saat kami sampai, anak kepala sekolah itu sudah berjalan keluar sambil memegang ponselnya, dan saat kami tanya Ami dimana, dia bilang dia sudah ketenda" kata Ahriz menjelaskan
"Tidak ,dia tidak kembali, cepat beritau petugas keamanan, dan aku akan mengumpulkan teman teman lainnya" kataku berfikir Geo pun pergi mencari petugas keamanan, aku dan Ahriz mengumpulkan teman teman
Tak butuh waktu lama, semua nya terkumpul juga para PJ guru dan petugas keamanan. Aku langsung berbicara jika Ami hilang dihutan, sedangkan Lia dia ku introgasi bersama guru dan petugas keamanan, tidak ada yang bisa dicurigai darinya, menurutku dia berkata jujur tapi kenapa Ami belum kembali sedangkan dia sudah.
"udara disini sangatlah dingin, jaga diri kalian masing masing, jangan sampai menambah repot, jika ada yang takut atau tidak enak badan, urungkan niat kalian untuk mencari Ami,!" Kataku mempertebal jaketku
"Aku tau, jangan beritau keluarganya dulu, apalagi ayahnya.!" Kataku pergi dan menatap Lia dengan tajam
~~
Malam itu pun semua laki laki yang ada disana mencari keberadaan Ami, menyusuri setiap sudut hutan, dan berteriak memanggil Ami.
__ADS_1
"Kenapa, Candra melarang kita untuk memberitahu Keluarga Ami.?" Tanya Lia yang duduk disamping Eka
"Papa nya Ami, tidak suka pada Ami karena saat melahirkan Ami ibu Ami meninggal, sebenarnya tidak ada yang peduli pada Ami dikeluarganya, hanya kakak pertama Ami yang peduli padanya juga eyang nya, papa dan kakak keduanya sama sekali tidak peduli padanya, kasian sekali gadis itu" kata Eka bercerita dengan sedikit berbisik
Degg
Hati Lia pun menyesal dengan perbuatannya, apa benar ayah Ami tak menganggap Ami, berarti percuma dia melakukan perbuatan jahat nya pada Ami, benar kata ibu nya tak ada gunanya membalas dendam dengan cara itu ,
"Ah sial.!" Celetuk Lia membuat Semua melihat kearahnya
"Kenapa kau mengumpat, ini semua gara gara kau, Ami hanya panitia bukan petugas keamanan, kurang puas kau merusak pertahanan AVATAR dan sekarang kau ingin melenyapkannya" kata Vebri penuh emosi dan mendorong Lia
"Ve, hentikan ayo kita berdoa untuk keselamatan Ami.!" Kata Anza melerai
"Sekarang, kau senang,ini semua juga salahmua Za , jika saja kau tak membiarkan dia masuk AVATAR semua ini pasti tidak terjadi." Kata Vebri histeris dan pergi duduk disamping Alfi yang menangis daritadi
Bersambung
__ADS_1