Terukir Dalam Waktu

Terukir Dalam Waktu
Membagi Beban 2


__ADS_3

"Siapa yang membuatmu menangis.?" Tanya Eza mendekati Ami dengan raut wajah hawatir


"Tidak ada, Ami hanya ,Ami hanya terlarut dalam membaca Novel kak." Jawab Ami mengeluarkan sebuah buku dari belakang nya, ia tentu saja tidak mau Eza sampai tau jika dia akan Mati dengan cepat.


Jadi sesampainya dirumah, sebelum Ami menangis ia sempat sercing tentang Kangker Lambung. Dan sejauh yang ia tangkap dari banyaknya teori adalah ,kangker Lambung adalah salah satu kangker yang langka, dan sedikit orang yang menyidapnya. Selain langka kangker lambung juga sangatlah cepat penyebarannya, apalagi melihat kondisi Ami saat ini.


"Kau ini ternyata aneh juga, ayuk makan malem." Ajak Eza


Ia diam diam sangatlah hawatir dengan keadaan Ami setiao harinya, jika diamati dengan teliti ,kulit Ami sudah tampak sedikit menguning, ditambah tubuhnya kurus "bagaimana bisa dia sekurus ini, kami tidak pernah kekurangan makanan.!" Batin Eza


"Ami, selama ini kau sangat kesulitan ya.?" Tanya Eza lirih


"Ya, sedikit " kata Ami mengamati gerak gerik kakak nya


"Tidak ,pasti panyak kau sangat kurus dan lebih suka berada diluar daripada dirumah, rumah ini membuatmu sesak ya.?" Kata Eza masih menundukkan kepala

__ADS_1


"Kak, seperti apa mama ?" Ami mengalihkan pembicaraan


"Dia mirip sekali denganmu, tapi mama lemah lembut tidak sepertimu.!" Kata Eza mengusap kepala Ami dengan lembut


"Apa mama pernah menciumku ?" Tanya Ami lagi, buliran air mata mulai mengenang


"Pernah, mama pernah menciummu sebelum mama pulang." Kata Eza membeku


"Apa aku pernah dicium papa.?" Tanya Ami lagi suaranya sedikit bergumam


"Aku ingin diantar sekolah oleh papa kak, seperti teman teman Ami pas di TK, Ami pingin dicium kening nya sama mama, dan juga Ami ingin dipeluk ,sibuatkan susu hangat dan bubur saat Ami sakit, dan dan dan Ami juga ingin ada Mama saat Ami berada dititik lemah Ami kak.!" Tangisan Ami pecah seketika


Eza yabg mendengarnya pun ikut menangis


"Yatuhan ,kau buat adikku semenderita ini, dan kau buat hatiku sebeku itu waktu itu, betapa susahnya hidup adikku selama ini, disaat ia Menstruasi pertama kali pun hanya bik Inah yang membantunya, maafkan aku Ami , aku gagal menjadi kakak yang berguna untukmu" batin Eza sambil menepuk punggung Ami menyalurkan kekuatan

__ADS_1


Tanpa disadari Ami mulai terlelap dipelukan Eza, nafasnya pulai teratur walau masih terdengar suara isakan kecil.


Gaes, maaf banget ya autor lagi lagi nggak konsisten sama penyelesaian Novel ini, jujur autor masih dalam suasana berkabung, karna salah satu teman Autor yang sama sama Maba ,dua bulan yang lalu tepatnya pada tanggal 29_9_2019 kemaren, dia meninggal gaes ,itu bener bener pukulan terberat buat autor pribadi, ibarat lagi sayang sayang nya malah ditinggal, ini lagi akrab akrabnya malah ditinggal. Autor bener bener terguncang karna autor sebagai tuan rumah berasa gagal menjaga teman Autor. Dia meninggak diusia 18 tahun ,masih sangat muda bukan ,anaknya tinggi ,putih ,dan ganteng , ganteng banget malah. Namanya Rama Anggara mohon berikan surat Alfatihah untuk beliau agar mendapat tempat yang baik, aminn.


Sampai sekarang pun ,rasanya masih tidak percaya kalok dia beneran udah pulang dan nggak belik lagi, baru 1 bulan dia di Jogja.


Selain itu kondisi autor sekarang kurang enak gaes, lagi lagi mata autor iritasi ,jadi nggak bisa buat lama lama dilayar dan nulis, autor akan usahakan up 1 kali, syukur syukur sekali nya up 2 episode.


Mohon dimaklumi ya gaes, Domoarigatougozaimazu ..


Jangan lupa like dan komen, dan surat Alfatihah nya ya gaes ,untuk mbah autor ,sama Rama ,makasih banyak semuanya πŸ™†πŸ™†



Almarhum Rama Anggara, tak lupa aku akan senyumanmu Ra , we love you see you again

__ADS_1


__ADS_2