
"Darimana kau mendapatkannya.?" Kata papa Ami ,matanya memerah menahan tangis
"Ini hadiah ulang tahunku yang ke 7 tahun, papa tak akan ingat atau tau tentang hal ini." Kata Ami
"Kenapa papa tega bilang kak Eza anak haram.? Kak Eza kan anak papa. Kenapa papa jahat banget ngomong kayak gitu ke kakak.!" Kata Ami murka
"Kalian nggak akan ngerti.!" Kata Papa Ami
"Apa yang nggak bisa dimengerti, papa nggak pernah terbuka sama kami, sebenarnya papa tu mau apa sih.!" Kata Edo ikut emosi
Eza hanya terdiam ,ia begitu sakit hati mendengar papa nya menyebutnya anak haram, apa salahnya toh darah papa nya juga mengalir ditubuhnya, lalu kenapa papanya menyebutnya anak haram.
"Cukup, biar Eyang yang membuat papa kalian ini sadar dengan kesalahannya.!" Eyang tiba tiba masuk keruang belajar papa Ami (horang kaya mah bebas, helikopter pribadi nya nggak pernah bisa diem hehe)
"Eyang,.!" Kata Ami terkejut eyang nya dan Jordan tangan kanan eyang Ami sudah berada didalam ruang belajar
"Eza, denger Eyang. Bagaimanapun kamu kamu tetaplah cucu eyang ,kamu mengerti.!?" Kata Eyang menepuk pundak Eza yang masih berdiri sambil menundukkan kepalanya
__ADS_1
Eza hanya bisa mengangguk sambil menyeka air matanya yang terus menetes
"Sekarang, ajak Ami kekamarnya untuk beristirahat, anak bandel ini biar eyang urus nanti.!" Kata Eyang sambil mencium kening Ami
Ami pun tersenyum, ia melihat sosok pria yang sangat keren didiri kakeknya. Eza pun langsung membawa Ami kekuar dari ruang belajar dan menyisakan Edo ,papanya dan eyang bersama Jordan saja
"Ami mau makan ?" Tanya Eza setelah keluar ruangan
Ami mengeleng
"Ami, mau kakak buatkan susu. Ah tidak apa Ami mau ku buatkan susu.!" Kata Eza sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal ,dengan mata yang masih memerah
"Huwaaa ,aaaa ...!" Tangisan Ami tak terbendung lagi.
Eza pun langsung melihat adik nya yang menangis tanpa sebab, dia pun menjadi panik ,apa perut Ami sakit lagi ,apa yang terjadi dengan Ami ,pikiran Eza kalut
"Kenapa, mana yang sakit ? Ada apa ,kenapa ?" Tanya Eza bertubi tubi
__ADS_1
Ami hanya mengeleng, dan dia menyentuh dada nya yang sesak,
"Kenapa kau begitu padaku, aku sudah menerimamu ,tapi kenapa kau tidak mau menyebut dirimu sebagai kakakku , aku tau aku akan Mati tapi setidaknya kau harus menjadi kakakku sampai aku mati nanti ,huaaa .. " kata Ami dengat terbata bata ,tangisannya pecah seketika ,
Hati Eza juga tersentuh dengan ucapan Ami ,ia segera memeluk Ami dengan erat, seakan tidak mau melepaskan nya.
"Maaf ,maafkan kakak ,jangan menagis aku akan selalu menjadi kakak mu ,jangan menagis maafkan aku, dan tolong hiduplah lebih lama.!" Kata Eza dipelukannya
Mereka berdua sama sama menangis haru, diruang keluarga ,semenjak sakit Ami dan Eza sudah sangat dekat. Eza tidak merasa jijik saat Ami muntah didepannya ,dia juga sangatlah telaten merawat Ami saat dirumah ataupun dirumah sakit.
Didalam ruangan, papa Ami sudah sadar setelah Eyang memutar sebuah Vidio tentang pesan pesan mama Ami sebelum meninggal.
Dan juga Eza sama sekali tidak ada kaitan darah dengan Ami dan Edo, Eza adalah anak dari tangan kanan eyang sebelum Jordan.
Eza adalah anak dari adik mamanya Ami, yang meninggal karena melahirkan, sedangkan papanya Eza mati karena kesetiaan nya pada keluarga Ami , dan semua sepakat jika Eza akan mendapat nama dari papa Ami dan mama Ami akan merawatnya , dan membagi kasih sayang yang sama rata dengan Edo.
Papa Ami akhirnya mau menerima Ami, dan ia menyesali kesalahannya karena tidak mau menerima Ami, dan menyalahkan dirinya sediri . Ia tidak dapat menerima jika istrinya mati karena perbuatannya , yang selalu gila **** hingga membuat nya hamil lagi. Karena dokter sudah memberitau jika Mama Ami tidak boleh hamil lagi dan harus fokus dalam penyembuhan kangker lambungnya. Namun mama Ami menolak karena ia ingin mempertahankan bayi nya yaitu Ami.
__ADS_1
Hal ini yangembuat papa Ami depresi berat, dan ia mulai mengeraskan hatinya untuk tidak menerima Ami, karena wajah Ami yang semakin dewasa ,semakin mirip mamanya.