Terukir Dalam Waktu

Terukir Dalam Waktu
Misi


__ADS_3

Untuk semuanya terimakasih atas doanya untuk kakek saya sama teman saya , saya sangat terharu ternyata masih banyak orang yang mau mendengar beben hati saya, dan maaf ya gaes saya masih terpuruk dan belum bisa rajin untuk up. Saya akan usahakan up dengan lebih teratur. πŸ’œπŸ’œ


Ami terbangun ia cukup terkejut bahwa ia tertidur dipelukan Eza. Eza tidur dengan memeluk Ami, menjadikan lengannya sebagai bantal untuk Ami ,nafas tenang Eza berhambus diujung kepala Ami , sangat tenang bagai tak berbeban. Ia mengamati wajah sang kakak , tak terlalu jauh dari wajahnya , putih ,dengan rahang yang kuat ,lebih kuat daripada rahang Edo yang selalu murah senyum dan lembut.


"Emh .. .. " Eza bergerak dengan cepat Ami kembali menutup matanya lagi berpura pura tidur


"Aduh ,tanganku.!" Keluh Eza


"Dia belum bangun, yang kuat ya adek kakak, kakak sayang Ami.!" Kata Eza setelah melihat tangannya, ada Ami disana ,yang masih terlelap ditangannya dengan memeluk tubuhnya.


Ia perlahan mengangkat kepala Ami dan menganti tangannya dengan bantal dan mulai mengeser tubuhnya turun dari kasur. Tak lupa ia usap kepala Ami dengan lembut lalu berdiri dan pergi keluar kamar, sambil memijat tangannya yang kebas.


Ami perlahan melirik melihat Eza keluar dari kamarnya, ia baru sadar jika Eza memiliki sisi lembut yang tak ia tunjukkan padanya selama ini. Jika Eza saja memiliki sisi lembut berarti Ayahnya juga punya ,benar sebelum dia mati dia harus bisa membuat papa nya yang keras dan kasar seperti batu itu harus ia luluhkan.


Benar, selain itu bagaimana cara nya ,bagaimana caranya membuat ayahnya luluh ,jika menatapnya saja rasanya ia tak sudi. Ami lalu bangun dari ranjang nya ,dan duduk dikasur, mengaruk kepala dengan kasar.


Lalu dia memutuskan untuk mandi dan akan menemui Candra untuk membantunya memutuskan masalahnya. Ya siapa lagi jika bukan Candra tetangga dan juga sahabatnya dari dulu yang membuatnya nyaman dan selau ada untuknya,


Wanita mana yang tidak baper dengan perilaku seorang pria yang selalu ada untuknya, selalu perhatian dan menjaga sepenuh hati, dan melindungi bak malaikat.

__ADS_1


Ami bergegas mandi, dan bersiap siap.


"Sarapan dulu," kata Eza yang sudah menyiapkan bubur kesukaan Ami dimeja makan.


"Iya kak, selamat pagi .!" Kata Ami menuruni tangga dan duduk dimeja makan


"Pagi." Jawab Eza singkat ,ia berbalik dan tersenyum membelakangi Ami


Setelah makan ,Ami meminta izin untuk pergi kerumah Candra, aneh memang rasanya meminta izin kepada Eza ,tapi itu yang mulai ia rubah, mencoba membuka diri pada Eza agar tetap dekat.


"Can.!" Panggil Ami saat masuk kerumah Candra


"Ma, Candra mana ?" Tanya Ami mendekati wanita cantik yang tengah memasak didapur


"Candra sedang joging ,sebentar lagi mungkin akan pulang." Kata mama Candra sambil tersenyum dan mengusap pipi Ami secara lembut


"Ma, andai saja mamaku masih ada, aku tak akan menahan sakit seperti ini.!" Kata Ami memeluk mamanya Candra dari belakang.


"Ami, kau sakit nak.?" Mama candra langsung berbalik memegangi pipi Ami

__ADS_1


"Iya ,malarindu." Kata Ami tertawa sambil memeluk tubuh mama nya Candra yang sedikit gemuk itu, sangan nyaman untuk dipeluk.


"Ma, mama..!" Candra masuk ke rumah sambil berteriak girang.


"Kalian berdua ini, selalu berteriak saat masuk rumah." Kata Mamanya Candra sambil memegang kepalanya


"Mama didapur Can.!" Kata mamanya dari dapur


"Ngapain pagi pagi kesini, mau nebeng sarapan .?" Kata Candra sambil menuang air putih dan meneguknya


"Tumben joging nggak ngajakin aku, pergi sama siapa.?" Tanya Ami duduk


"Sama temen, katanya kau kemarin baru keluar dari RS makanya aku nggak ajak kamu.!" Kata Candra ikut duduk dimeja makan


"Loh, bukanya bagus kalok kamu ajak Ami joging selepas pulang dari Rs, gimana sih Can.!" Kata Mamanya ngomel


"Mungkin Candra lagi jalan sama ceweknya ma ,makanya Candra nggak ajak Ami.!" Kata Ami mengejek


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2