Tetangga Oh Tetangga

Tetangga Oh Tetangga
bab 10


__ADS_3

Menakar semua ucapan orang harus dengan hati yang sabar apalagi jika memiliki tetangga yang julit.


Jika kehidupan orang lain terlihat baik.


Cukuplah mencontohi kebaikannya.


Jika kehidupan orang lain terlihat buruk.


Semua sudah hampir Selesai, orang orang bubar pulang ke rumah masing masing hanya ada Keluarga Andini, saja Winda, memutuskan untuk pulang dulu lalu kembali lagi saat acar pertunangan nanti malam.


begitu juga dengan sepupu Winda, dia sudah pulang lebih awal. setelah sampai di rumah Winda, bergegas mandi lalu bersiap untuk kembali ke rumah Andini, dia mengajak ibunya untuk kembali kesana. acara di laksanakan Setelah bada magrib.


jam sekarang masih menunjukkan pukul 4 : 30 sore, Winda bergegas menghampiri ibunya untuk bersiap. namun rupanya ibunya sudah bersiap. karena menuju rumah Andini cukup memakan waktu 20 menit. Ibu memintaku membeli buah tangan untuk keluarga Andini.


gegas ku menuju ke depan gang, di sana sudah banyak angkringan,, serta tukang buah dan jajan lainnya. mungkin karena di depan sana jalanan lebih besar dan juga banyak kontrakan para karyawan.

__ADS_1


aku memilih parcel buah import tak apa harganya lebih mahal tapi buahnya lebih bagus dan seger.


selesai membeli buah, Winda kembali ke rumahnya untuk menjemput Bu Ningsih dan juga ber rias, hanya dengan bedak tipis dan lipstik tipis berwarna nude.


Tampilan yang sederhana, ya meskipun sekarang aku banyak uang tapi aku tak mau menghamburkannya untuk hal yang tidak penting.


memakan waktu 25 menit untuk menuju desa sebelah. di perjalanan ku bersendau gurau bersama ibu,


Sinta dan Santi kami tinggal di rumah untuk menemani Bpk yang sedang tak enak badan.


terdengar seseorang berkata "duh padahal pemilik Wedding organizer bahkan pemilik toko buket yang tak pernah sepi order, ternyata masih aja ngutang, apah lagi kita yang tak punya penghasilan banyak seperti dia" ucap seseorang seraya mencebikkan bibir ke kiri dan ke kanan.


"iya yah padahal kan mampu buat beli cash kenapa masti kredit" balas seseorang yang suaranya tak asing di telinga ku rupanya dia Mbak Maya.


"duh Miss kepo padahal ini hanya acara lamaran biasa ngapain mesti ada juga di sini" batinku

__ADS_1


"Nduk tak usah kamu hiraukan ucapan mereka, mari masuk temuin Andini di kamarnya" ucap Bu Ela, seraya mengusap punggung tangan Winda.


tak ku hiraukan ucapan dua wanita julit itu, gegas aku mengikuti kata Ibu Ela, masuk ke dalam kamar Andini, rupanya Andini sudah selesai ber make up. ya Andini pintar sekali dalam perihal ber make up. bahkan sekarang aku mengajak nya bekerja sama dengan usah Dekor ku atau bahasa lebih kerennya Wedding organizer.


ku lihat make up Andini begitu Natural. walau dia mengenakan mascara, eyeliner serta blush on tepat saja Seperti Cantik natural.


Prosesi lamaran di mulia tepat pukul 7 pihak Dari keluarga Anto, tiba di rumah Andini.


Pihak keluarga Andini menyambut kunjungan ini dengan hangat dan mempersilakan untuk masuk ke dalam rumah


Selain keluarga inti, calon mempelai pria didampingi oleh rombongan yang membawa seserahan untuk melamar sang mempelai wanita.


Prosesi lamaran di mulia, dengan pembacaan Al Qur'an dan sambutan sambutan


. bersambung

__ADS_1


__ADS_2