
Empat hari berlalu, kali ini Andini, merasa bosan dengan kegiatannya, dan ia meminta untuk pulang ke rumah mereka.
Anto yang mendengar Andini ingin pulang begitu antusias, di kemasi semua pakaiannya. Dan sang mertua tak kalah antusias ia tak tega jika harus membuat menantu kesayangannya, merasa lelah. Aneka camilan sehat buah dan susu hamil menjadi oleh oleh untuk pulang hari ini, tak lupa juga ipar dan mertua mengirim Uang ke rekening Andini, sebagai tanda terimakasih sudah mau mengurus mereka selama beberapa hari.
keputusan Andini, untuk pulang rupanya keputusan yang sangat tepat, kedua Orang tua Andini baru saja mendapatkan musibah, jika cabai dan tomat. yang sudah siap panen habis dalam satu malam, di curi oleh orang yang tak bertanggung jawab.
Ibu Andini, menangis tergugu di ruang keluarga, pendapatan panen bulan ini yang seharusnya masuk ke dalam tabungan untuk pergi umrah sudah habis sebelum di petik pemiliknya, ada orang yang tak bertanggung jawab yang lebih dulu memetik hasil panen mereka.
perihal hasil panen yang di curi oleh orang tak bertanggung jawab, menyebar luas dari mulut satu ke mulut lainnya.
beberapa tetangga ada yang merasa iba, dan juga merasa was was takut hasil panen mereka di curi oleh oknum yang tak bertanggung jawab.
ada juga beberapa orang yang nyinyir, seperti sore hari ketika ibu ibu berkumpul di warung Bu Didah, untuk membeli takjil.
"eh Bu ibu udah tau belum semalam kebun orang tua Andini, di curi orang hasil panen tomat dan cabai tak tersisa" jelas Melly, si ratu gosip.
__ADS_1
"iya ya Melly, kasihan ya mereka" balas Bu Mayang
"alah Bu Mayang ini, kasian kenapa ? biarin aja lagian hidupnya sombong si cuman bertani saja sok sok soan berlaga mau pergi umrah" jelas Bu Didah si ratu Nyinyir di kampung Andini.
"mau mereka bertani ataupun usaha lainnya sah sah saja pergi ke tanah suci asal jangan dengan hasil mencuri" jelas Bu Mayang,
"assalamualaikum Bu ibu," ucap perempuan dengan pakaian nyentrik dan perhiasan yang nempel di jari dan pergelangan tangannya.
siapa lagi jika bukan Rosita, orang baru di kampung Sejahtera baru, beberapa Minggu pindah dari kota, pakaian tak sesuai dengan tempat tinggalnya.
ibu ibu menjulukinya, ratu Fashion.
"udah tau belum, tetangga saya Bu Rosimah kemalingan semalam" jelas Bu Rosita dengan semangat 45.
"belum tau, yang kami tau keluarga Andini kemalingan hasil panen" jelas Mely
__ADS_1
"what bersamaan dong malingnya" jelas Bu Rosita dengan mimik muka yang di buat seter kejut mungkin.
hari semakin sore ibu ibu yang berkumpul ber siap untuk pulang aneka takjil dan gorengan yang di jual Bu Didah habis terjual, banyak karyawan pabrik yang membeli jualannya.
💙💙💙💙
ketua RT di kampung Sejahtera itu, memutuskan untuk mengaktifkan kembali ronda malam, di mulai malam ini, semua bapa bapa bergantian Ronda setiap malamnya. karena perihal pencurian hasil kebun warga yang meresahkan, Rupanya bukan hanya keluarga Andini, yang mendapat musibah keluarga Bu Rosimah, pun sama mendapat musibah pencurian namun bukan hasil kebun yang di curi melainkan ternak kambing dan dombanya hilang, berbarengan dengan Hasil kebun keluarga Andini yang di curi orang.
semua warganya setuju' akan mengadakan kembali Ronda di sambut dengan antusias oleh para bapa bapa, dan anak muda. karena sebentar lagi memasuki bukan suci Ramadhan, biasanya memang maling beraksi ketika akan Ramdan dan hari raya.
sudah beberapa tahun ini tidak ada maling, namun semalam sudah kembali beraksi lagi para oknum yang tidak bertanggung jawab.
setiap malam ada 10 warga yang berjaga dari jam 8 malam hingga subuh menjelang di bagi menjadi 2 kelompok, setiap kelompok berdiri dari 5 orang. semua bergantian grup A dari jam 8 hingga jam 12 malam, para orang tua dan pemuda yang bekerja di pabrik, sedangkan untuk grup B, para anak muda dan orang tua yang bekerja di kebun atau sawah. semua berganti setiap malamnya.
Ronda di akan mulai malam ini, di pos Ronda sudah ada tv air panas di dala termos dan juga kopi serta camilan lainnya seperti gorengan.
__ADS_1
bersambung
note : di lanjut saat sahur,