
ibu Tama seorang wanita karir, yang dermawan tak jarang memperkerjakan tetangga tetangganya, dengan bayaran yang lumayan besar perharinya. Kali ini ibu Ningsih, ibu dari Winda mendapatkan pekerjaan di rumah Ibu Tama sebagai buruh cuci harian, Kadang kala Bu Tama tidak menyuruhnya mencuci saja, jika Bu Tama akan kedatangan kerabat atau Sahabatnya dari kota. Bu Tama akan menyuruh Bu ningsih untuk mencuci.
saat sudah sampai di rumah majikannya, Bu Ningsih mendapatkan pekerjaan yang ringan dia hanya di suruh membuat kue kering, dan memasukkannya ke dalam toples. untuk mencuci pakaian kali ini akan di bawa ke laundry saja. karena siang ini Bu Tama, akan kedatangan tamu dari kota.
Semua pekerjaan sudah selesai tepat pukul sembilan.
"Bu masih ada pekerjaan lain" Tanya Bu Ningsih
"Mm, tidak ada mba, semua sudah selesai. Ini bayaran mba ningsih selama 3 hari ya, kemarin saya lupa membayarnya" seraya menyerahkan uang merah sebanyak tiga lembar.
"Alhamdulillah, iya makasih bu besok saya tidak masuk ya Bu ada pekerjaan di tempat lain" seraya tersenyum
"Oh iya gpp, jika saya butuh tenaga ibu lagi nanti saya kabari, seperti biasa"
"Iya bu, saya pamit Assalamualaikum" gegas keluar dari rumah yang cukup mewah, untuk ukuran tinggal di desa.
"Iya hati hati, wa'alaikumsalam"
Saat Bu Ningsih berjalan kembali menuju rumahnya, tak sengaja beliau berpapasan dengan mang Udin tukang sayur keliling di Desanya.
"Mang kebetulan ketemu di sini" sapa Bu ningsih.
"Hehe iya Bu, mau belanja apa"
"Saya mau sayur bayam, tempe dan hati ayam"
"Semuanya jadi tiga puluh ribu"
"Sekalian bayar yang kurang kemarin mang totalnya jadi berapa?"
"Kemarin ibu kurang Sepuluh ribu, semuanya jadi empat pulu ribu"
"Ini mang uangnya" menyerah selembar
uang merah
__ADS_1
"Alhamdulillah, ini kembaliannya. Jangan sungkan belanja di saya jika kurang bilang saja bu"
"Iya makasih mang"
Bu ningsih melanjutkan perjalanan, mang Udin adalah tukang sayur yang baik hati. Dia tak segan memberikan hutang kepada ibu ibu di desa ini. Jika ada yang berbelanja dengan uang yang tidak cukup. Pasti selalu di kasih, terutama kepada Bu ningsih karena beliau selalu membayar jika memiliki uang yang lebih. Tanpa perlu di tagih
Selesai membayar tunggakan dan belanjaanya. Bu Ningsih melanjutkan perjalanan menuju kerumahnya.
jam menunjukan pukul sembilan, gegas Bu ningsih mencuci beras, memasak nasi dan menyiapkan lauk. untuk pekerjaan rumah lainnya sudah di kerjakan oleh Winda.
butuh waktu satu jam setengah untuk memasak tepat jam setengah sebelas siang, semua pekerjaan sudah selesai Bu ningsih beristirahat. sambil menunggu si kembar dan suaminya pulang.
****
Di tempat kerja Winda
selama 2 tahun sudah Winda bekerja sebagai kasir mini market, sebentar lagi kontrak kerjanya Habis. kebanyakan teman teman Winda, berhenti bekerja memilih merantau ke kota. sedangkan Winda merasa tidak tega jika harus meninggalkan kedua orang tua dan Adiknya.
sebentar lagi istirahat, Saat Wida Sedang mengecek pemasukan barang dan pengeluaran bos di tempatnya bekerja memangil.
"iya bpk"
selesai mengecek semuanya, Winda beristirahat di warung nasi sebelah mini market.
Selesai makan Winda menemui bos di ruangannya.
tok
tok...
Suara pintu di ketuk
"masuk" teriak orang dari dalam
ceklek suara pintu di buka
__ADS_1
"permisi, pak memanggil saya ada apa" tanya Winda
"oh Winda ya, silahkan duduk"
gegas Winda duduk di bangku, Berhadapan dengan bosnya.
"begini Winda dua bulan lagi kontrak kerja kamu habis, mau di lanjut atau berhenti" Tanya pak Solikin
dia bos yang baik dan dermawan, tak segan memberi kasbon kepada karyawan yang membutuhkannya. membuat para karyawan betah bekerja dengannya.
"mm blm tau pak, kalo saya hanya Tambah kontrak kerja selama enam bulan. lagi bisa gx Bpk" tanya Winda
"bisa Winda, apa yang membuat kamu hanya mau nambah kontrak kerja sebentar saja"
"saya mau membuka usaha jasa mahar dan buket serta kerajinan tangan lainnya bpk, saya liat di kota kita banyak peminatnya naman untuk pengrajin belum Ada" jawab Winda dengan Yakin
" baik jika itu keputusan kamu" silahkan kembali bekerja
"iya pak terimakasih, saya pamit" gegas Winda pergi kembali Bekerja
jam menunjukan pukul empat sore,
"waktunya pulang" ucap Andini teman kerja Winda
"iya, Din temenin buat belanja bahan buket yuk" ajak Winda
"iya ayo" balas Andini
gegas mereka berjalan ke seberang, karena di seberang tempat mereka bekerja, Ada toko yang menjual bahan buket dan lainnya. ada juga hiasan untuk mahar yang sudah di pajang.
pendapatan Winda, dari hasil menulis mendapatkan lima juta selama 1 bulan dengan, beberapa judul novel yang sudah menghasilkan uang. dari situ Winda, mendapatkan modal.
membeli aneka bunga, kertas cetophone, kertas tissue, dobel tip, dan alat dan bahan lainnya. semua bahan dan alat yang di beli Winda menghabiskan uang satu juta rupiah, masih tersisa empat juta lagi.
sisa yang Winda punya dia simpan sebagai tabungan, Winda dan sahabatnya pulang berboncengan menggunakan Sepeda motor milik sahabatnya Andini
__ADS_1
saat telah tiba di depan rumah Winda, gegas Winda turun dari motor dan berpamitan kepada Andini