
mereka bertiga ber bisik bisik, setelah tau jika yang datang adalah ipar serta mertuaku.
Mba Sarah mba Naima, serta kedua Adik iparku dan juga kedua keponakan ku Ayu dan Bilqis.
Mba Sarah dan mbak Naima, serta keluarga lainnya sudah akrab dengan Winda, jadi mereka tidak merasa canggung ketika Ada Winda, di rumahku
kehidupan Mbak Naima sekarang jauh lebih baik Suaminya yang hanya bekerja jadi karyawan biasa kini, di angkat jadi leader, bahkan sekarang ia mampu membeli roda empat. yang Aku dengar mbak Naima sekarang memiliki kontrakkan di dekat rumahnya.
kegigihannya sang suami bekerja serta ke sabaran sang istri, membuatnya bisa mencapai di titik sukses seperti sekarang.
💙💙💙
seperti biasa jika iparku datang, mereka datang tak pernah dengan tangan kosong, Setelah mbak Naima turun, Rupanya ia mengeluarkan beberapa paper bag. sudah di pastikan aneka Camilan dan makanan sehat yang ia bawa.
benar saja ketika paper bag itu di serahkan kepadaku, susu ibu hamil, serta vitamin dan buah buahan.
Mbak Sarah, juga melakukan hal yang sama memberikan sebuah paper bag, berisikan satu set gamis dan kemeja couple.
"mbak pakaian ini seragam untuk apa?" Tanya Andini
"Shela dan Sheli akan Wisuda kita datang bareng bareng pakai pakaian yang mbak kasih itu dari mamah" jawab Mbak Sarah.
"iya mbak pasti aku pakai, selamat ya akhirnya beres juga kuliah" ucap Andini
"hehe makasih mba Andini" jawab mereka kompak
"masuk yuk takut tuh sama ulat bulu" ajak Winda Seraya menunjukan ulat bulu yang ia maksud adalah, trio julid.
__ADS_1
obrolan kembali di lanjutkan di dalam rumah, Bilqis dan Ayu, yang memang sudah tau di mana tempat camilan mereka langsung masuk ke dalam kamar, yang sudah Aku buka kuncinya.
saat di dalam rumah rupanya mba Sarah, mengatakan sudah merasa tidak nyaman saat duduk di teras.
sungguh para tetangga yang menyebalkan, Sebenarnya aku sudah muak dengan kedatangan mamah Ragil, jika dulu hanya Melly yang menggangguku, aku sudah terbiasa mengatasinya. dengan cara membatasi diri, untuk tidak keluar rumah namun Kali ini dia sendiri yang selalu datang ke rumah.
waktu makan siang tiba, semua menu makan sudah Andini siapkan di bantu oleh Winda.
sebelum makan siang di mulai, Rupanya Anto sudah pulang dari toko material.
mereka semua makan dengan diam, menikmati masakan dari rumah makan Winda.
Selesai, makan bersama Winda dengan sigap membersihkan meja makan dan mencuci piring, di bantu oleh Naima.
kedua anak kecil itu, sudah kelelahan dan asik menonton kartun si dari negeri sebrang, anak kembar yang botak.
Di rumah Winda, rupanya Maya sedang membuat ulah mengganggu kenyamanan para karyawan makan siang, dengan sengaja iya ber karaoke Ria bersama, Bu Euis dan Bu rum.
suara fals mengganggu beberapa karyawan, ada yang memesan nasi di bungkus, bahkan Ada yang makan di pinggir rumah Winda di bawah pohon bambu terdapat amben di sana, tempat yang Adem dan nyaman, serta tidak terdengar suara sumbang milik Bu Rum.
Lastri, yang akan geran dengan kelakuan tetangganya, sengaja' memutar musik bergenre shalat. seketika suara sumbang ktu Hilang, di Ganti dengan alunan Shalawat nabi.
💙💙💙
Hari menjelang sore, ke dua mobil itu melaju ke jalan Raya. Mbak Sarah, serta yang lainnya memutuskan untuk pulang menginap di rumah mertua saja,
semua Camilan yang sudah Andini, beli tak lupa di berikan kepada si kembar.
__ADS_1
ketika mbak Sarah, menolak Andini, mengatakan
"jika camilan itu memang untuk kedua keponakannya dan juga mubazir jika masih di simpan di rumahnya"
Andini dan Winda, mengantar mereka sampai teras rumah, kedua mobil itu hilang di tikungan depan.
Setelan kepergian para Ipar Andini, saat kami mereka berdua akan melangkah kembali masuk Tak lama datang lagi nenek lampir siapa lagi jika bukan Mamah Ragil.
"mbak, minta Camilannya dong buat Ragil" ucapnya tanpa malu.
"oh mbak, memang anaknya sedang hamil lagi" Tanya Winda
" lah maksudnya mbak nya ini apaan, jika mengatakan anak saya hamil" ucap mamah Ragil dengan muka yang memerah, menahan amarah.
"nih saya jelaskan mbak, yang barusan di kasih oleh iparnya Andini itu vitamin hamil serta susu hamil, memangnya saya salah jika mengatakan jika anak mbak hamil, soal minta susu dan Vitamin untuk orang hamil" ucap Winda penuh penekanan.
seketika, muka mamah Ragil, kembali memerah entah marah atau malu.
"ada apa ini kok kaya ribut-ribut" Tanya Anto dari dala rumah seraya melangkah ke luar untuk melihat keadaan.
"eh pak Anto, ga pak saya permisi" gegas Mamah Ragil, melangkah dengan terburu buru.
mungkin dia Pikir, Anto tidak ada di rumah. padahal Anto sudah ada di rumah sejak kedua kakak iparnya sampai.
setelan kepergian mamah Ragil, rasanya damai sekali di rumah.
Winda berpamitan untuk pulang, saat motor Winda menghilang di tikungan gegas aku, masuk ke dalam dan menguncinya dari dalam rumah.
__ADS_1
.Bersambung