Tetangga Oh Tetangga

Tetangga Oh Tetangga
aku tidak akan diam Saja


__ADS_3

Lagi dan lagi. Kemarin Galuh meminta Telur, sosis, rolade, bakso, dan sekarang mie. Rini benar-benar membuat Ayu darah tinggi.


Melihat Winda yang sudah naik pitam, Mas Zaki kembali bertanya, "Bundanya gak bisa, ya. Padahal masak mienya cuma satu?"


"Bunda gak mau, Om. Katanya nanti perawatannya luntur, terus mukanya kusam, tangannya kasar. Kaya, Tante," jujur Galuh.


Tanpa mengindahkan suaminya Winda pun langsung berjalan ke kamarnya dengan diselimuti oleh kekesalan.


Mas Farel yang Melihat aku hanya diam dan pergi ke kamar, seperti dia tidak tega kepada anak seusia itu harus menahan lapar.


Terdengar suara kompor di hidupkan


Ceklek (anggap saja suara kompor)


"hmm pasti Suamiku tidak tega anak sekecil itu kelaparan" gumamku


"Biarkan saja lah aku juga kasian' pikir Winda


💙💙💙


ke esok paginya Rupanya rumah di depan rumah sudah pindah Beberapa hari yang lalu dan aku baru tau sekarang karena di sibukkan dengan pekerjaan ku lagi pula aku tak suka bermain ke luar rumah ke tempat tetangga. jika tidak ada yang peting, aku lebih sibuk diam di rumah, karena pekerjaan yang harus aku pantau dan juga novel yang harus aku tulis.


Sepertinya Tetangga baru itu sama saja dengan Rini, tapi kali ini aku tak akan diam saja. Aku akan menyibukkan diri dengan ngecek salon dan juga tempat usahaku.


Namun dugaanku salah Tentang baru ku ini, seorang janda muda. tanpa anak Wow harus extra hati hati. Bisa jadi ulat bulu di rumah Tangga.


Wiwin, dia memperkenalkan Namanya kepadaku, saat aku sedang menyiram tanaman. Kebetulan setelah suamiku pergi bekerja, Aku menyempatkan diri menyirami tanaman.


Hari ini sengaja tidak memasak, pukul sembilan pagi. Aku mengeluarkan motor Nm*x, bergegas akan pergi ke salon. Dan juga akan ke rumah Ibu, melihat perkembangan usaha buket yang di kelola oleh mbak, Lastri.


💙💙💙


Semua usaha berjalan dengan lancar, siang ini hawanya sangat terasa panas walau berada di kampung, Mungkin karena sudah banyak pembangunan proyek dan pabrik pabrik, kecil di sekitar.

__ADS_1


Aku yang sudah berjanji kepada si kembar akan membelikan AC untuk mereka, kebetulan AC itu hari ini datang, Sinta dan Santi hanya Minta satu Ac, yang akan di gunakan di ruang tamu sekaligus ruang keluarga.


Mereka berpikir takut membebankan aku, padahal sekarang apapun yang mereka minta pasti aku bisa membelikannya.


Pukul 10 : 00 wib Ac pesanan ku sudah tiba, di rumah Ibu.


Rupanya Bu Romlah melihat Ac yang di antar oleh kurir, dengan semangat 45 Dia masuk ke dala rumah Bu Ningsih.


Winda, yang sedang duduk di sopa mebelaki pintu masuk terlonjak kaget ketika mendengar suara Sumbang Bu Romlah.


"duh Winda, kamu ini Tinggal di kabupaten baru beberapa bulan saja sudah so'soan, main ke kampung beli Ac, pasti ini Ac hasil kredit ya" tuduh Bu Romlah.


"hmm, aduh Ibu Romlah yang terhormat, kalau masuk ke rumah orang ya salam ke, malah nyerocos seenak jidat saja.dan satu lagi ini tuh aku belinya cas " jawabku


"alah kamu ini di kasih tau ngeyel, suka suka saya dong" balas Bu Romlah.


Melayani Bu Romlah tak akan ada habisnya, seperti aku harus mencari cara agar Bu Romlah keluar rumah.


"Assalamualaikum" ah kebetulan sekali terdengar suara salam dari luar.


oh Rupanya, orang yang akan memasang Ac.


"benar ini rumah Bu Ningsih" tanya salah satu bapak- bapak yang lebih tua dengan sopan.


"iya benar pak, ! Bapak yang akan pasang Ac ya?" tanya ku antusias


"Iya Mba! Kita langsung pasang aja ya kebetulan saya harus masang di tempat lain juga" ucap Pria yang lebih muda umurnya aku perkirakan tidak beda jauh denganku.


💙💙💙


Ac, di keluarkan dari dusnya, tanpa ba-bi-bu lagi Bu Romlah, membawa dus itu keluar rumah. Ah Sungguh ajaib sekali para Tetangga di sini.


Setengah jam berlalu Ac sudah terpasang cantik di ruang tengah. Membuat ku merasa nyaman Adem dan dingin Rasanya sekarang di rumah Ibu, tak panas seperti tadi bukan karena Hawa panas cuaca tapi karena panas dengan omongan tetangga. Upps....

__ADS_1


Setelahnya kedua orang bapak yang memasang Ac dan aku membayar jasa, merekapun berpamitan.


kebetulan jam sudah menunjukkan pukul setengah dua belas siang , sebentar lagi mas Farel. Pasti pulang.


Tak lama terdengar deru suara motor. Tuh kan benar Mas Farel pulang, untuk makan siang sengaja aku memintanya pulang ke rumah Ibu toh tempat kerjanya lebih dekat ke rumah Ibu.


Saat masuk ke dalam rumah aku lihat mas Farel, menahan tawa dan ketika dia masuk ke dalam rumah tawanya pecah.


aku meras heran Melihat suamiku tertawa hingga tergelak seperti itu. Setelah tawanya


Sedikit mereda, baru aku beranikan diri menanyakan.


"Mas kamu, kenapa tertawa sampe segitunya, sampe lupa ucap Salam?" tanyaku dengan heran, tak biasa Mas Farel seperti itu.


"Assalamualaikum,! iya Mas lupa abis di luar lucu banget!! Ucapnya yang kembali tertawa.


"Wa'alaikumsalam salam,! memangnya ada apa mas?" Tanyaku


"Itu Bu Romlah lagi gosipin kamu, yang beli Ac katanya kamu aneh beli Ac di pasangnya di luar" ucap mas Farel.


Sotak saja Winda ikut tertawa hingga menetaskan Air mata.


Ac yang di maksud Bu Romlah, adalah kipasnya saja yang berada di luar.


💙💙💙


"Nduk ayo makan Kenapa kalian malah tertawa d situ?" Tanya Ibu dengan Heran


"hmm... Iya Bu" gegas Aku menggandeng tangan Mas Farel ke belakang.


sudah terhidang menu kesukaan di meja makan, Ikan Mas goreng, lalapan serta sayur asam. Makanan kampung seperti inilah yang selalu suami ku rindukan.


Bersambung....

__ADS_1


Ya terimakasih sudah mau membaca cerita autor mohon maaf jika masih banyak typo 😍😍


__ADS_2