
"Tapi, Mas. Mas nggak tau sih gimana perasaanku tersiksa. Antara menyembunyikan atau membocorkan kebusukannya. Tapi aku memilih menyembunyikannya."
"Iya, Mas tau. Udah nggak usah dipikirin lagi."
Setelah percakapan sore itu, mas Ren harus pergi ke kota untuk menemui rapat dengan para kliennya.
bahkan dengan suka rela Bu Lia, ibu mertua Lastri datang menjemput hanya ingin bertemu dengan cucu dan menantunya. walau lelah ia tak menunjukkan sedang lelah ketika bertemu dengan cucunya. anak balita yang usianya memasuki 12 bulan sudah pandai berceloteh ria dan pandai berjalan. walau kosa kata masih banyak yang belum di pahami.
πππ
Winda, yang sudah memasuki usia 23 tahun, kerap kali di hadapkan dengan pertanyaan kapan nikah, kapan calon suami main kerumah dan masih banyak lagi pertanyaan lainnya. di Desa memang usia di atas 18 tahun belum menikah sudah termasuk perawan tua.
Beruntung Bu ningsih tak seperti ibu ibu lainnya. ketika dia mendapatkan pertanyaan seperti itu, ia hanya akan menjawab belum waktunya atau hanya tersenyum saja.
seperti sore hari ketika warung sedang ramai oleh pembeli dari warga sekitar dengan santainya Bu Euis berkata
"neng Winda kapan Nikah bu" ucapnya dengan nada penuh penekanan.
"Santai, aja Bu nanti juga ada jodohnya" jawab Bu Ningsih
"iya ya, lagian Winda mau nikah atau Engga itu bukan hak kamu" ucap Bu Susi membelanya.
Bu Euis, Hanya diam seraya mencebikkan bibirnya. dia tak berani membantah ucapan Bu Susi, pasalnya setiap Arisan telat membayarnya Bu Susi, dengan suka rela membayarkan Dalu dengan uang pribadinya.
Hidup, di desa memang Ada banyak mulut yang berkomentar tentang apa yang kita lakukan, ada Mata yang Melihat di setiap sudut, bahkan ada kuping yang siap mendengarkan berita itu, entah berita benar atau bohong.
Perjuangan Winda, sudah ada titik, di mana ia bisa menikmati hasil dari apa yang telah iya taman.
__ADS_1
Buahnya begitu manis, kehidupan yang sejahtera, bisa membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain. bahkan membahagiakan keluarganya, perihal jodoh ia sudah tak ambil pusing karena semua sudah di atur oleh yang maha kuasa.
Setelah mendapatkan uang arisan, Winda kembali membeli bahan bahan untuk organaizer wedding dan buketnya, sekarang winda merambah bisnisnya ke duania fasion dengan di bantu kedua adik kembarnya, usaha fasion trift yang sedang ngetrend dan di banyak di sukai kaum hawan terutama remaja, karena mereka mendapatkan harga miring dengan kualitas ori. Baju trift yang winda jual kebanyakan dari barang barang ber merk. Dan juga menjual dengan harga miring mulai dari 35.000 ribu sampai 250.000 ribu.
Semua memiliki, kualitas yang bagus asal pandai memilih dan mencarinya, lapak Winda selalu buka setiap hari minggu di pasar pagi, atau lebih sering terkenal dengan pasar kaget.
Usaha yang di tekuni winda, kembali membuahkan hasil selama beberapa bulan hanya dagang di pinggir jalan.
Kali ini Winda, membuka toko di dekat pasar, tidak hanya buka hari minggu saja, tokonya buka juga di hari hari biasa kecuali hari jumat, karena barang baru akan tiba di hari jumat jika memaksakan tetap buka. Yang ada akan bercecar barang atas belum sepenuhnya di fungsikan. Setiap hari jumat toko tutup hanya ada karyawan yang mengambil jatah lembur untuk merapihkan barang baru untuk di jual ke esok paginya.
Selain Winda, yang berjuang din dunia fasion ada juga Andini yang mengikuti jejak Winda, setelah menikah selama satu tahun dan belum memiliki momongan Andini, memutuskan untuk berjualan tas di toko Winda, jadi satu toko itu di isi dengan kebutuhan kaum hawa. Desain toko yang unik dan estetik menambah nila jual tersendiri.
Bukan Maya, namanya jika tak pernah menyiniyir kepada tetangganya. Sejak tau Winda berjualan baju setiap hari ada saja kelakuan ajaibnya. Mulai dari mengompori pembeli di akun mendos bewarna biru,
Baru usaha jualan baju bekas aja bangga.
Siapa lagi jika bukan Maya.
Rupanya demam media sosis bukan hanya untuk anak remaja namun ada juga ibu ibu seperti bu Euis.
Tak sengaja ia membaca tulisan atas nama maya Azahri β baru jualan baju bekas aja banggaβ
Dengan lihai tangan bu euis membalas komentar akun maya
{maklum kalangan orang susah, baru bisa berjualan dan ingin membeli barang ber merk karena mahal jadi jual yang bekas biar nanti bisa di pakai sendiri juga}
Balas bu Euis.
__ADS_1
Dan masih banyak komentar lainnya, ada yang membela dan juga ada yang tidak membela, namun kebanyakan orang membela.
{duh mau barang bekas atau bukan kalau layak jual gpp dong, yang penting bajunya ga sobek sobek} balas akun bu Susi dengan nama akun susiannti
{barang trifshop atau barang bekas itu justru barang bagus karena barang ori dan kualitas premium} balas si chantik entah akun siapa itu.
dan banyak komentar lainnya,
ππππ
di tempat lain
Andini sedang berbahagia pasalnya, buah hati yang sudah lama ia impikan sebentar lagi akan menjadi kenyataan. Andini tengah hamil muda usia kandungan di trimester Pertama membuatnya harus istirahat. kandungan yang masih kecil dan rentan membuat ia berhati hati dalam mengerjakan pekerjaan rumah Anto, yang yang mengetahui kehamilan Andini, begitu antusias menyambutnya bahkan dengan suka rela membantu pekerjaan rumah bahkan tak segan segan terkadang jika waktu senggang ia sendiri yang akan mencuci pakaian.
semua tak luput dari penglihatan Melly, Ratu gosip di kampung itu selalu menjadikan apa yang ia lihat sebagai bahan gosip.
pagi ini Setelah membatu pekerjaan rumah, jam baru saja menunjukkan pukul setengah tujuh pagi, semua pekerjaan sudah selesai
gegas Anto, bersiap untuk pergi bekerja.
"Sayang, semua pekerjaan rumah sudah beres" ucap Anto
"iya mas" balas Andini
"untuk makan, siang kamu nasi sudah ada di rice cooker, untuk lauk nanti aku pesan lewat Aplikasi, dan satu hal lagi jangan lupa minum vitamin dan susunya"
"ok bos" balas Andini seraya membentuk tanda hormat
__ADS_1
Anto, yang melihat tingkah Andin terkekeh seraya berlalu Menaiki roda dua untuk menuju tempat ia bekerja.