Tetangga Oh Tetangga

Tetangga Oh Tetangga
30


__ADS_3

satu porsi rujak sudah habis di makan Andini, tak lama lewat penjual somay & batagor dengan santai Andini, memanggil orang yang berjualan. memesan beberapa Porsi seraya membagikan kepada para pekerja di rumah makan dan juga untuk dua karyawan Winda.


"Duh sultan mah beda ya, mau jajan tinggal panggil ga perlu mikir besok masih bisa makan atau engga" celetuk seseorang yang tak lain adalah Maya,


entah sejak kapan ia berada di bawah pohon tempat orang orang ber istirahat.


"iya dong mba, ga perlu pusing" balas Andini seraya menyuapkan batagor ke dalam mulutnya.


Sebelum perdebatan terjadi, Maya melihat dari kejauhan jika suaminya sudah pulang untuk istirahat makan siang.


gegas Maya, berlari ke arah Rumahnya menyiapkan makan siang untuk suaminya.


kali ini maya, memasak sayur lodeh


"Gimana Pah, enak?" tanya Maya pada suaminya yang sedang asik menikmati semangkuk sayur lodeh.


"Hhhmmm ... Sruuuppttt ... Nyam ... nyam ... nyam ... Enak Mah! Masakan Mama memang luar biasa. Kalau soal masak sayur lodeh, Mama memang jagonya. Tidak perlu diragukan lagi, Makyussss ...!" Puji suaminya Maya, kepadanya sambil menyeruput kuah sayur


Tanpa ba-bi-bu, Wildan segera menyeruput kuah sayur lodeh buatan istrinya. Entah kenapa, sayur lodeh buatan istrinya kali ini terasa berbeda. Kuah sayur lodeh bersantan dengan topping bawang goreng yang mengapung-apung di atas kuahnya seolah memanjakan mata yang melihatnya. Dan yang terpenting rasa dan aroma yang ditimbulkan

__ADS_1


"Gimana Pah, enak?" tanya Maya yang kedua kali pada suaminya yang sedang asik menikmati semangkuk sayur lodeh.


"Hhhmmm ... Sruuuppttt ... Nyam ... nyam ... nyam ... Enak Mah! Masakan Mama memang luar biasa. Kalau soal masak sayur lodeh, Mama memang jagonya. Tidak perlu diragukan lagi, Makyussss ...!" Puji Wildan pada istrinya sambil menyeruput kuah sayur dari bawang goreng itu semakin menambah rasanya menjadi lebih juicy, belum lagi seolah ada aroma daging yang menyeruak melalui lubang pernapasannya yang membuat rasa sayur lodeh kali ini menjadi semakin sempurna dan berbeda dari biasanya.


Suap demi suap, kuah sayur lodeh beserta isinya masuk ke dalam mulut Wildan. Ia seolah begitu menikmati setiap suapannya, layaknya seorang juri di sebuah acara kontes memasak. Sementara itu Maya berdiri mematung di hadapan Sarkawi layaknya seorang peserta di acara kontes memasak yang menunggu komentar juri.


💙💙💙💙


Setelah, dari rumah sahabat karibnya, Andini memutuskan untuk pulang dan berkemas karena akan menginap di rumah mertuanya.


kali ini ngidam Andini, ingin membersihkan dan melayani anggota keluarga suaminya, jadilah semua berkumpul di rumah mertua Andini.


memakan waktu 30 menit untuk sampai di kediaman orang tua Anto.


setelah Sampai di rumah mewah, itu mata Andini begitu berbinar seperti anak kecil yang mendapat Hadiah mainan.


di sambut hangat oleh keluarga Anto, bahkan Andini tak segan langsung masuk ke dalam dapur dan membantu bibi yang bekerja sedang memasak. untuk makan malam nanti, dengan cekatan Andini menyiapkan semuanya.


bik Iyem hanya diam, seraya meng kode lewat ekor matanya kepada sang nyonya,

__ADS_1


sang majikan yang melihat itu, gegas memanggil bik Iyem dengan lambaian tangannya. gegas sang maid itu berjalan tergopoh Gopoh.


"sudah biarkan Andini, membantu dia sedang ngidam ingin melayani mertua serta iparnya" ucap Anto.


bik Iyem tak berkata apa apa ia, hanya mengangguk patuh dan kembali meneruskan pekerjaannya.


ke esok harinya Pagi-pagi sekali sebelum adzan Subuh berkumandang Andini sudah menyibukkan dirinya di dapur untuk masak dan menyiapkan sarapan untuk keluarga besar suaminya. Setelahnya menyiapkan bekal sekolah untuk kedua adik kembar, tak lupa juga bekal untuk suaminya. serta bekal untuk keponakannya. Setelah menyelesaikan itu semua, Andini mengumpulkan semua pakaian kotor keluarga besar suaminya untuk dicuci, selesai mencuci menyetrika pakaian yang dicuci kemarin. Setelah itu kegiatan Andini berikutnya adalah pergi ke pasar untuk belanja harian dan keperluan untuk masak hari ini, bik Iyem sang asisten hanya menemani saja pergi ke pasar dan juga memantau takut Terjadi apa apa, untuk nyonya mudanya yang sedang hamil.


Sepulangnya dari pasar Andini beberes rumah seperti nyapu, ngepel dan membersihkan sarang gonggo yang menempel di tiap sudut dinding rumah yang dilanjutkan dengan memasak untuk makan siang dan makan malam yang dilanjutkan mencuci perabotan kotor. Hampir tidak ada waktu istirahat buat Andini selama berada di rumah mertua dari pagi hingga malam sebelum tidur. Belum lagi kalau malam, suaminya Anto minta 'jatah', mau tidak mau walaupun lelah ia harus melayaninya karena kewajibannya sebagai seorang istri. Begitulah aktivitas yang dilakukan Andini selama berada di rumah mertuanya.


Semua aktivitas dilakukan nyaris 24 jam. Walaupun begitu Andini merasa senang bukan kepalang karena pada akhirnya ia bisa merasakan dekat dengan mertua serta iparnya


****


Sementara itu disebuah ruangan yang diperuntukan sebagai ruang pantau CCTV, Anto, ibu mertua dan saudara-saudara ipar Andini sedang memantau aktivitas yang dilakukan oleh Andini selama seharian ini. .


Istrimu itu loh, Anton ...! Ngidam kok maunya yang aneh-aneh. Mbok ya coba tawarkan ngidam yang lain," gerutu ibu mertua Andini pada anto anaknya.


"Sudah Bu, sudah! Anto sudah tawarkan pada Andini mau ngidam apapun pasti Anto penuhi, mulai dari mobil mewah, perhiasan yang mahal-mahal bahkan liburan keliling dunia sudah Anto tawarkan tapi dia tidak mau. Dia tetap ngotot maunya ngidam seperti itu. Jika Anto tidak memenuhi permintaannya, ia mengancam kalau nanti anaknya bakal 'ileran' seumur hidup. Ibu mau cucu ibu nantinya 'ileran' seumur hidup?" tanya Anto sedikit menakut-nakuti.

__ADS_1


"Yo, ndak mau ibu! Kalau cucu ibu nanti 'ileran seumur hidup. Yo, wis sakarepe bojomu! Sing penting awasi terus bojomu, dan yang penting ia bahagia". Jelas ibu Anto penuh penekanan


__ADS_2