Tetangga Oh Tetangga

Tetangga Oh Tetangga
POV. Damar


__ADS_3

Seperti biasa aku mengerjakan tugas-tugas dari Pak Damar dengan baik.


Adelia Calista cewek berwajah indo itu berkunjung kembali ke ruangan Pak Damar, aku tak menghalanginya lagi itu urusan Pak Damar sekarang.


Apalagi Adelia wanita pilihan ibunya calon istri Pak Damar.


Yang penting tugasku disini mengerjakan tugas-tugas dari Pak Damar yang dingin itu.


💙💙💙💙


“Hai Damar, aku disuruh mamamu mengantarkan makan siang, katanya kamu sering lupa makan kalau lagi kerja.”


Ucapnya lembut sembari meletakkan makanan di atas meja di dekat sofa.


Aku tak menjawab tetap fokus pada laptopku.


“Damar kamu kok gitu sih, aku tuh kemari karena perhatian sama kamu lo Damar, butik sampai ku tinggalin demi nganterin makanan ke kamu.”


Adelia agresif sekali mendekatiku, bahkan kebaikannya seperti dibuat-buat, sungguh aku tak suka, kalau tidak mengingat dia anak teman dari mamaku, mungkin sudah ku usir dari sini.


“Ya nanti saya makan, masih kenyang.”


“Nah gitu dong, itu baru namanya calon suami yang baik.”


“Adelia kita tidak punya hubungan apa-apa, hanya sekedar dikenalkan, jangan sebut aku calon suamimu, aku merasa risih.”


“Tapi mamamu setuju dengan perjodohan ini, aku juga menerima nya, demi kamu Damar semua cowok-cowok yang mengejar ku, ku tolak.”


“Terserah kamu.”


“Nah gitu dong, oke deh sayang, aku gak bisa lama-lama disini nemenin kamu, butikku lagi ramai pengunjung hari ini, aku balik yah.” Ucapnya dengan suara dimanja-manjakan.


Aku tak menjawab, Adelia segera keluar, terlihat Lukman berpapasan dengan Adelia di pintu masuk.


“Cantik bro ... wangi lagi.” Celetuk Lukman baru datang sembari tertawa kecil.

__ADS_1


“Apaan, enek aku ngeliatnya, cewek kok gak ada harga dirinya.”


“Tapi Mamamu mau ngejodohin kamu sama Adel kan Mar?”


“Yah biarin aja, males aku Man.”


Gara-gara Adelia membuat mood ku rusak, padahal banyak sekali pekerjaan yang harus aku selesaikan.


Jika aku mengusirnya, nanti dia pasti akan mengadukannya kepada mama, alhasil sampai ke rumah kena semprot mama sampai berjam-jam lamanya.


“Eh Lukman kemarin kami cerita suka sama cewek, anak mana sih?” Tanyaku penasaran.


“Kamu mau tau Mar? Ntar kamu kaget lagi, aku kagum banget sama dia, menurutku begitulah seharusnya menjadi seorang perempuan menjaga harga dirinya di hadapan laki-laki.”


‘’Kalau itu, setuju aku Man”


“Ni gue tanya Mar, misal ada dua permen ni, yang satu gak ada lagi bungkusnya, yang satunya masih ada bungkusannya, masih disegel, kira-kira kamu pilih yang mana Mar?” tanya Lukman kepadaku.


“Yang masih ada bungkusnya lah, pake nanya lagi.”


Deg!


Ada rasa yang aneh di relung hatiku yang paling dalam. Tapi entah apa aku tak bisa mengartikannya.


“Aku mau ngelamar dia, kalau dia menerimaku, langsung ku nikahi saja.”


“Ha? Cepat amat, gak ada PDKT dulu?”


Kok aku seperti tidak rela ya, cewek sebaik Winda, kakaknya Sinta harus berjodoh dengan Lukman, dulu Lukman memang playboy, suka gonta ganti cewek sama sini.


“Orang kayak kakak Sinta mana mau pacaran Mar, sudah ku bilang dia menjaga harga dirinya sebagai wanita, yang ada ta’aruf Mar, itupun di dampingi wali gak boleh berdua.”


“Kamu gak cocok sama Winda Lukman, Wind terlalu baik buat cowok playboy kayak kamu, kasian Windanya.“


“Itu kan dulu Mar, sekarang aku sudah insaf, mau berubah ke arah yang lebih baik.”

__ADS_1


“Tetap gak cocok Man."


“Kamu kenapa sih Mar kok Kayaknya gak suka gitu aku naksir kakaknya Sinta.”


“Ya bukan gak suka, ku bilang gak cocok aja.”


“Jangan-jangan ... “


“Apaan sih Man.” Aku segera membuang pandanganku ke arah lain.


Kenapa aku harus cemburu jika Lukman mendekati Winda, toh Winda, Cuma Kakak dari sekretarisku.


Yah Winda, pertama aku melihatnya ketika ia mengantarkan Sinta ke kantor. Ada desir aneh kala aku Melihatnya.


💙💙💙


Yah Winda, Sebenarnya Sahabat masa kecilku, dulu aku sempat tinggal beberapa Minggu di kampung ini mengisi liburan sekolah, selama libur sekolah Winda dan Sahabat Andini yang selalu menemani ku bermain.


Pagi ini sudah hampir satu Minggu aku melihat Jika Winda desmaya. Selalu mengantarkan Sinta.


💙💙💙


Melihat Sinta, saat interview aku merasakan bisa menerima dan menemukan sahabat masa kecilku. Maka aku putuskan untuk menerima dia bekerja di perusahaan ini sebagai sekertaris.


Penampilan Sinta yang berbeda ku pikir bisa membuatku sedikit lepas dari bayang-bayang Clarissa yang cantik, modis dan juga cerdas. Seperti yang sudah-sudah semua sekretarisku cantik dan modis, jika mereka masuk ke ruanganku seolah-olah aku melihat Clarissa di masa lalu.


Sehingga aku memilih Sinta menjadi sekretarisku.


Dan kenapa aku bersikap dingin kepada semua cewek termasuk karyawan disini, karena aku takut jatuh cinta lagi, aku belum bisa melupakan Clarissa yang sudah menikah. Karena aku sulit untuk jatuh cinta kepada seseorang. Clarissa Lah yang bisa meluluhkan hatiku tapi akhirnya dia meninggalkanku dan menikah dengan orang lain.


Tapi sekarang aku dijodohkan dengan Adelia, cantik, berpendidikan tinggi, keturunan darah biru, dan mandiri tapi aku tak suka, terlalu agresif dan gampang ditaklukkan.


😍😍😍


Jangan lupa like komen dan vote

__ADS_1


mohon maaf jika masih banyak kesalahan


__ADS_2