
Obrolan terus berjalan, tak terasa klien Yang di tunggu telah datang. Mereka bertiga sedang mengerjakan proyek baru, kali ini proyek pembangunan Villa, ya ternyata lahan Villa itu milik Farel. Suami kak Winda. Mereka mengobrol sesekali di selingi canda tawa.
Tak Terasa waktu meeting telah selesai, Sinta dan Damar kembali ke kantor, banyak masang matang yang merasa Aneh, dengan Damar setelah meeting. Biasanya dia akan terlihat tegas dan berwibawa.
Namun berbeda dengan Kali ini Damar, terlihat lebih santai. Bahkan beberapa berkas ia bawa sendiri.
Jam pulang kantor Damar, sengaja menunggu Sinta membereskan meja nya. Gegas menawarkan diri untuk mengantar sang kekasih pulang.
Kebetulan sekali Sinta, tak membawa kendaraan Roda duanya. Tadinya ia akan di jemput kakak kembarnya.
Dengan senang hati Sinta menerima tawaran pacarnya itu. Ya mereka sekarang sudah resmi berpacaran.
Sinta, menceritakan semua kepada Ibunya, kami Ini ibu Sinta a seperti mendukung. Keputusan anaknya yang memiliki hubungan dengan atasannya di kantoran.
💙💙
Seharian ini rasanya malas keluar rumah, sengaja pintu aku kunci dari dalam dan sendiri merasakan sepi itu hal biasa untukku jika keponakan tak datang kesini.
Saat sedang asik berbaring di kamar, rupanya ada telpon dari Dini. Mengatakan jika ia sudah di depan rumah.
Gegas aku keluar membuka pintu untuk sahabat kecilku, oh ya maksudnya Sahabat dari kecil.
Kita asik mengobrol di teras rumah, Anak Andini sudah bisa berjalan jalan di halaman rumah.
__ADS_1
Ada sedikit lahan kosong di halaman rumah sengaja aku membuat taman kecil menanam aneka sayur dan bunga. Keseharian sebagai ibu rumah Tangga lebih banyak di rumah mengurus rumah dan suami.
Saat aku dan Andini asik ngobrol ngalor ngidul rupanya Tamu tak di undang sudah berada di jalanan rumahku
“pagi Say nunggu tukang sayur” ucapnya seraya menduduki bangku di sebelah.
Tumben dia sudah menyapa ku kembali Mungkin dia lupa dengan kejadian beberapa hari yang lalu
Andini, yang melihat kelakuan Tetangga Absrud ku gegas menghampiri Anaknya,
Andini, Asik bermain dengan anaknya
“ iya Say” balasku karena iya ramah terhadapku maka aku pun ramah juga kepadanya. Prinsipku jika orang itu ramah maka aku juga akan ramah kepadanya dan sebaliknya.
Alhamdulillah, setelah tukang sayur datang Mbak Rini, gegas kembali ke rumahnya. Aku pun dengan Dini, bisa lebih leluasa bercerita
💙💙💙
...flashback...
Aku ceritakan semua kelakuan Rini kepada Andini.
Semakin hari mbak Rini, sering berkunjung ke rumahku ada saja alasan untuk berkunjung ke rumahku.
__ADS_1
Lingkungan di daerah ini cukup asri dan ramai, beberapa tetangga adalah pasang bekerja dan anak anak yang sudah besar. Cuman aku dan Mbak Rini yang sibuk di rumah.
"itulah Dini, kelakuan Tetangga ku" ucap Ku
"hm saja Winda, sama mamah Ragil untungnya dia sudah pindah. Jadi aku lebih leluasa di rumah" balas Andini seraya mengelus punggung anaknya.
...flashback off...
💙💙💙
Andini, tertawa terbahak mendengar keluh kesah ku Sungguh sahabat satu Frekuensi, ketika aku yang merasakan kesulitan. Ia tak egan menasehati dan menertawakan sebaliknya aku pun seperti itu. Tak terasa jam sudah menunjukkan waktunya makan siang, karena kami berdua dari tadi hanya haha hihi tertawa tidak jelas. tanpa memasak apa apa. .
Aku putuskan mengajak Andini makan di rumah makan dekat kebun teh, tempat kita sering menghabiskan waktu dulu, Anggap saja sedang bernostalgia.
Cuaca cukup panas, Mobil yang biasa ada di rumah Pagi ini sudah di bawa kerja oleh suamiku. Ku putuskan memesan grab care dengan kapasitas dua orang saja, biarlah nanti anak Andini. Tambah ongkos di jalan saja. Dari pada aku pesan tiga orang' nanti repot dengan tetangga sebelah.
Memakan waktu sekitar 30 menit dari rumahku, untuk menuju kebun teh, perkebunan teh dan villa yang sudah tertata rapih.
Aku dan Andini, duduk di salah satu gazebo yang memanjakan mata pemandangan hamparan kebun teh.
Menu makanan yang kita pesan menu khas Sunda.
Bersambung
__ADS_1