
“Sinta... desain proyek mall kita plagiat, perusahaan Adiwijaya menggunakan desain yang kita kerjakan.”
Deg!
Aku kaget, setahuku yang mempunyai soft copy desain tersebut adalah bagian drafter dan arsitek.
“Siapa yang berani membocorkan desain yang sudah bersusah payah ku buat!?” Sentak nya.
“Siapa!?” teriaknya.
Aku terkejut dan mundur ke belakang beberapa langkah.
“Sedangkan besok kita harus mempresentasikannya.”
“Jika aku menemukannya, aku akan memecatnya secara tidak hormat!” ucapnya keras, sambil mengepalkan tinjunya.
Pak Damar menyugar rambutnya dan mengusap wajahnya kasar. Aku mencoba bersikap setenang mungkin.
“Pak Damar tenang dulu --“
“Bagaimana aku bisa tenang, Sinta!” Sentaknya lagi.
“Pak kita masih bisa mengerjakannya sekarang, masih ada waktu, kalau perlu kita lembur malam ini,” ucapku memberi saran.
Ia terpaku sejenak dan mengangguk.
“Ya, benar, benar kenapa tak terpikirkan olehku.”
“Panggil bagian dafter, arsitek dan yang mengurus budget proyek ke ruangan saya segera!”
“Baik, Pak.”
Aku segera menghubungi karyawan yang dimaksud Pak Damar, mereka semua terkejut ketika ku beritahu bahan presentasi untuk besok ditiru oleh perusahaan rival lain.
Pak Damar tak mempermasalahkan lagi siapa yang membocorkan bahan presentasi tersebut, yang penting sekarang bahan presentasinya selesai dan tentunya harus lebih baik dari yang sebelumnya.
Angga, Raka, Cellin, Andina, aku dan beberapa karyawan yang lain bekerja keras memutar otak agar menghasilkan desain yang unik, menarik tapi berkualitas bagus dengan budget proyek yang sesuai.
Tentunya dengan dibantu ide-ide Pak Damar yang cerdas dan cemerlang.
Mengenai jawabanku kepada pak Lukman juga belum tersampaikan kepada Andina. Sudahlah besok atau lusa akan ku beritahu.
Hari menjelang magrib, pekerjaan belum selesai juga, aku segera keluar ruangan Pak Damar untuk menunaikan shalat magrib di mushola.
Kami makan malam bersama di ruangan Pak Damar, beliau memesan makanan melalui aplikasi online.
Tercipta keakraban dan kekompakan tim, sehingga pekerjaan selesai dengan baik.
__ADS_1
Alhamdulillah, akhirnya selesai juga, semuanya terlihat lega setelah seharian bekerja keras.
Sebelum pulang kami istirahat sejenak sambil menyeruput kopi hangat yang dibuatkan oleh Andina sambil berbincang-bincang.
Setelah berpamitan mereka pulang satu persatu, Jam sudah menunjukkan pukul 22:15, kulihat Pak Damar masih duduk di kursinya.
“Pak, Saya pulang duluan,”pamit ku pada Pak Damar.
“Ya, baiklah, terima kasih atas kerja kerasnya hari ini.”
“Baik Pak, sama-sama.”
Aku segera turun ke lantai bawah menuju tempat parkir, kantor sudah sangat sepi, hanya ada dua orang sekuriti yang berjaga di depan gerbang kantor.
Aku segera menuju tempat dimana motorku terparkir. Aku langsung naik ke motorku dan men starternya, tak menyala, ku tekan sekali lagi tetap tak menyala. Aku segera memeriksa bensinku, full. Kucoba starter sekali lagi, masih juga tak menyala.
Lalu ku ambil ponselku di dalam tas ransel, Emm aku pesan taxi online saja, dan ya Allah ... ponselku drop, mati total entah sejak kapan, sepertinya aku lupa mengisi baterainya tadi pagi.
Ketika aku sedang bingung, ada seorang orang yang menghampiriku, sinar lampu tak begitu terang ke tempat parkir. Sehingga aku tak bisa melihat dengan jelas.
“sinta!”
“Aaaa ... ! Astaghfirullah!“ Aku terlonjak dan memekik keras. Aku benar-benar terkejut.
“Ini saya, Sinta,” terdengar suara bariton yang tak asing di telingaku, terlihat di depanku berdiri sosok Pak Damar.
“Ya Allah ... maaf, Pak saya kaget, saya pikir Bapak siapa, “ ucapku sambil menunduk malu, karena telah berteriak di depan Pak Damar.
“Eng ... anu Pak, motor saya mogok,”jawabku agak gugup.
“Ya sudah kamu saya antar saja,”tawarnya.
“Tidak usah, Pak, nanti merepotkan, tolong pesankan taxi online saja Pak, karena ponsel saya mati,”pintaku sopan.
“Jangan, ini sudah sangat malam, tidak baik perempuan pulang sendirian.”
“Tapi Pak ... ”
Pak Damar segera menitipkan motorku kepada sekuriti kantor. Ia segera membuka pintu mobilnya dan mempersilahkan aku untuk masuk, aku tak bisa menolak bantuannya.
Pak Damar duduk di sebelahku, seperti biasa aku duduk agak ke tepi agar tak terlalu dekat dengan Pak Damar.
“Jalan Pak!” titah Pak Damar.
Pak Karyo segera melajukan mobil menuju ke arah rumahku. Selama perjalanan pulang aku hanya diam, terasa sangat canggung bagiku.
Tiba-tiba Pak Damar membuka percakapan.
__ADS_1
“Apa kamu sudah menerima lamaran Lukman?”
Hah? Kenapa tiba-tiba ia menanyakan hal ini? apakah atasan juga berwewenang atas urusan pribadi karyawannya?
“Belum Pak,”jawabku pelan.
“Apa kamu menolaknya atau menerimanya?”tanyanya penasaran.
Kenapa Pak Damar bertingkah aneh malam ini.
“Saya belum memberikan jawaban apapun Pak,”ujarku.
Pak Damar nampak mengangguk-angguk dan membuang pandangannya ke luar jendela mobil.
“Oh iya, mengenai tadi, saya minta maaf karena sudah marah-marah, bukan maksud saya memarahi mu, Sinta, hanya saja saya eng ... sedikit panik,”ujarnya lagi.
“Ya Pak, tidak apa-apa, saya paham kondisi, Bapak.”
“Em Bagus,” ucapnya singkat.
Kami terdiam beberapa saat. Hingga pak Damar memulai pembicaraan kembali.
“Mengenai Lukman, eng ... , begini maksud saya ... “ ia terlihat gugup dan tak melanjutkan perkataannya, aku tak pernah melihat Pak Damar seperti itu.
“Pak Lukman kenapa Pak?” tanyaku santai.
“Ya sudah, lupakan saja,” kemudian ia menatap ke depan tanpa berbicara lagi sampai tiba di rumahku.
Malam kian larut, Pak Damar menurunkanku tepat di depan rumah.
Aku segera turun dan tak lupa mengucapkan terimakasih.
Setibanya di rumah Ibu segera memelukku.
“Ya Allah Sin, Ibu pikir kamu kenapa-kenapa, Ibu khawatir sekali.”
“Ibu sudah berkali-kali menghubungi ponselmu tapi tak terhubung,”lanjut ibu.
“Ponsel Sinta mati Bu, Maaf ya Bu sinta lupa memberitahu Ibu, Nisa lembur Bu karena besok presentasi proyek kantor.”ujarku penuh penyesalan.
Ibu mengangguk, dan melihat ke arah luar.
“Lho motormu mana?”
“Motor Nisa mogok, Bu, Bos Sinta yang mengantarkan pulang.”
“Alhamdulillah, kamu sampai dengan selamat, yo wis yuk kita masuk yuk, kamu pasti capek”.
__ADS_1
Kemudian aku dan ibu masuk ke dalam, dan beristirahat, semoga besok pagi tubuh menjadi segar kembali.
♥️