Tetangga Oh Tetangga

Tetangga Oh Tetangga
Sukses ku berkat kakakku


__ADS_3

Semuanya berjalan seperti biasa Winda dengan kesibukannya si kembar dengan, ilmu mereka yang bermanfaat jika Santi memantau kebun yang cukup luas yang ia tanami dengan tanaman hidroponik. sedangkan Sinta, dengan jurusan management akuntansi. membawanya bekerja di perusahaan sebagai sekertaris.


kedua Adik Winda, hidup dengan damai keduanya sukses dengan pilihan mereka masing masing. jika Santi sukses mengembangkan pertanian di kampungnya sekarang semua warga belajar kepada Santi menanam dengan cara hidroponik. semuanya berhasil pendapatan Masyarakat meningkat lebih bahkan banyak warga yang tertolong jika dulu hanya mengharap kan hujan dan terkadang gagal panenan namun sistem hidroponik ini membantu mereka untuk bergantung kepada hujan.


Sinta, bekerja di kota tinggal bersama keluarga mas Ren, ipar mereka di kampung Bu Lia, yang menang sering sendiri di rumah hanya di temani para ART kini merasa bahagia dengan keberadaan Sinta, di rumahnya.


Pop Sinta

__ADS_1


Bisa berhasil seperti sekarang ini, semua karena kedua kakakku jika kak Winda, yang tulus dan ikhlas membantu perekonomian keluarga dari iya. yang memutuskan berhenti sekolah. dan sedangkan Santi kakak kembar ku yang selalu mengalah jika di sekolah ataupun di rumah. ...


Dulu ketika kami berdua berangkat sekolah dengan uang jajan 6.000 di bagi dua, kak Santi akan mengalah dia hanya akan mengambil 1000 rupiah untuk membeli es terkadang ia membawa bekal air putih dari rumah dan juga bekal nasi dengan telor ceplok.


ia selalu berkata, aku lebih membutuhkan makanan yang bergizi dan bernutrisi walau aku tau iapun sama membutuhkan, namun sebagai seorang kakak dai sudah banyak mengalah untukku.


tes..

__ADS_1


tak terasa air mataku menetes begitu saja mengingat kejadian di masa lalu, pahit itu, sekarang aku akan membuktikan jika aku bisa membuat mereka berdua terutama orang tuaku bangga.


jumat sore ku putuskan untuk pulang ke kampung halaman dan kembali ke kota minggu siang kebetulan hari sabtu tempatku bekerja libur, jadi aku putuskan untuk pulang tanpa memberitahu mereka, berkat kerja kerasku di kota sekarang aku sudah memiliki kendaraan sendiri, walau masih menyicil namun  kendaraan roda dua membuatku mudah untuk bepergian, pukul empat selesai melaksanakan shalat asar aku berangkat dari rumah bu lia, mertua adik sepupuku.


ia mengetahui jika aku akan pulang dengan suka rela menyuruhku di anatar mang ujang, sopir rumah yang biasa mengantar orang rumah atau tamu jika ada keperluan di luar.


"Sinta, kamu pulang di antar sama mang ujang aja, sekalian tante mau titip sesuatu untuk Dias, ya Dias adalah nama anak dari mbak lastri" ucap ibu paruh baya itu namun kecantikannya masih terpancar walau usianya sudah hampir memasuki kepala lima.

__ADS_1


"oke tante" ucapku dengan patuh


benar saja saat aku hendak masuk ke dalam mobil, rupanya di dalam bagasi sudah terisi penuh oleh dus dengan nama masing masing, entah apa yang di kirim mertua adik sepupuku ini. aku hanya tersenyum  melihatnya.di jalan aku tertidur mang ujang, memutar musik untuk menghilangkan kantuk, rupanya mang ujang mau jauh jauh mengutarakan  ku ke kampung di pinggiran kota, sekalian ia akan pulang kampung, di kecamatan sebelah rumahnya hanya dari kampungku cukup dekat hanya memakan waktu setengah jam perjalanan karena di kampung tak  pernah macet seperti di kota wkwkw.... {maafkan autor yang banyak menghayal ini} 🤣🤣


__ADS_2