
Ronda di akan mulai malam ini, di pos Ronda sudah ada tv air panas di dala termos dan juga kopi serta camilan lainnya seperti gorengan.
Para warga yang malam ini berjaga untuk Ronda sudah berkumpul, dari 10 orang di bagi menjadi 3 kelompok. 1 orang jaga di pos dan 9 orang lainnya berkeliling ke setiap rumah warga, serta perkebunan warga mereka berkeliling di mulai dari pukul 9.
hingga pukul 4 buat yang kerja bekerja di Pabrik mereka pulang lebih awal pukul 12 malam.
semua yang ronda hanya tersisa 7 orang lagi suasana malam semakin dingin, mereka kembali ber keliling dengan di bagi dua menjadi 3 kelompok. 6 orang berpencar keliling ada yang menuju rumah warga dan menuju kebun.
satu orang berjaga di Pos, kebetulan malam itu bukan giliran Anto yang jaga, namun karena ia masih terjaga belum bisa tidur ia sengaja keluar rumah, untuk menghampiri para bapak bapak yang sedang berjaga di pos ronda. jarak pos ronda dengan rumah Anto tidak begitu jauh hanya terhalang 4 rumah. mangkanya ia berani meninggalkan Andini, yang sedang hamil di rumah sendirian.
dengan langkah riang dan bersiul Anto, terus berjalan namun di perjalanan ia mendengar seperti suara orang sedang mengintai tempat ia berjalan.
Anto, urungkan niatnya untuk ke Pos, ia memilih kembali pulang dan menghubungi pak RT jika, tak jauh dari rumahnya ada orang yang mencurigakan.
__ADS_1
pak RT yang mendapat laporan dari salah satu warganya gegas ke pos ronda, semua orang sedang tidak ada hanya ada suaminya ibu Didah.
"pak hubungin orang orang yang sedang keliling, bilang jika di dekat rumah mas Anto, ada orang yang mencurigakan" jelas pak RT
dengan terburu buru di grup khusus Ronda malam ini, suaminya Bu Didah, mengirim pesan
..."merapat ke dekat rumah, mas Anto (suaminya mbak Andini) ada orang yang mencurigakan di sana" ...
send pesan Terkirim.
kebetulan sekali dari arah Utara itu bangunan tanah yang sekeliling sudah di pagar tembok.
orang yang mencurigakan itu terkepung, entah siapa dia wajahnya menggunakan masker penutup. hanya terlihat mata saja.
__ADS_1
namun dari gestur tubuh, seperti bukan orang sini. kebetulan sekali jika tempat yang sedang di intainya adalah, kandang ayam milih Bu Risna, orang yang terkepung itu tidak bisa ke mna mna. ia di tangkap dan di adili di balai desa, tak ada satu orang pun yang mengenalnya.
bahkan ia mengaku bukan tinggal di dekat kampung mereka, iya mengaku dari luar kota.
huru hara, soal maling yang tertangkap oleh warga sampai ke desa sebelah, semua orang membicarakan. ada yang mencibir ada yang mengasihaninya.
warga terus berjaga setiap malamnya, setelah orang yang akan hendak mencuri tertangkap basah, kampung Sejahtera kembali damai dan aman namun Ronda malam tetap di adakan.
💙💙💙💙💙
di rumah Winda, Ramai sekali pagi ini warung nasi ibu Ningsih rupanya, ibu ibu hampir kompak tidak masak untuk makan. siang nanti, mereka sengaja tidak masak dan memilih membeli, karena perihal Maling di kampung sebelah, membuat mereka berbelanja sayur saja tanpa sempat mengolah karena asik dan sibuk bergosip.
Sungguh ajaib dan menyebalkan kelakuan para Tetangga Winda, namun walau begitu mereka selalu kompak jika ada hajatan atau lainnya untuk bantu bantu masak.
__ADS_1
bersambung