Tetangga Oh Tetangga

Tetangga Oh Tetangga
Sandiwara berujung Cinta


__ADS_3

Di meja nomor empat, Santi menghampiri Damar,


"Mas aku tunggu kamu di meja nomor 6 Rupanya kamu masih di sini" ucapku dengan merajuk, sungguh pekerjaan yang menyebalkan. Karena pasti akan ada drama Queen. Esok hari ketika bekerja.


"ah iya sayang, maaf aku harus menemui orang lain dulu, dari pada kamu merajuk kaya gitu nanti Cantiknya hilang mending sini duduk Deket aku," ucap Damar.


Bluuss pipi Sinta, merah merona bak kepiting rebus. Bagaimana tidak, Damar yang di kenal dingin kepada perempuan. Namun kali ini Damar, mampir membuat hati Sinta. Merona bahagia. Walau sebuah sandiwara.


Gegas Sinta menghampiri pacar pura - pura nya itu.


Angel, perempuan yang sedang bertemu dengan Damar, merasa tertampar dengan melihat pakaian Sinta. Perempuan cantik dan Sholehah. yang berada di hadapannya ini merasa malu, karena pakaian yang ia kenakan begitu menonjol, dengan dress di atas lutut. Dan atasan yang berbentuk V. Membuat belahan Dadanya terekspos.


Melihat, kemesraan mereka berdua membuat Angel, mundur teratur dengan sendirinya padahal jika di bandingkan dengan Sinta, ia lebih dari segalanya hanya saja ia tak pandai menutup auratnya.


πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™


|Emas baru, cek ....|


Sebuah status disertai dengan beberapa foto perhiasan di WA Mbak Rini membuatku meradang. Bagaimana tidak, kemarin dia mengatakan sedang tidak punya uang setelah kutagih ut--angnya yang sudah menjamur sejak empat bulan yang lalu. Tapi sekarang, dia justru memamerkan emas-emasnya di media sosial.


|Horang kaya mah, bebas mau pamer. Kalau Madesu ... jangan ditanya, pasti sekarang udah kayak cacing kepanasan. Ngiri, Bestie!|


Dadaku naik turun membaca status Mbak Rini berikutnya. Siapa yang dia maksut madesu? Kenapa pikiranku menjadi berprasangka buruk padanya.


Air mataku menetes begitu saja membaca Setatus yang mbak Rini buat. Hingga beberapa detik, dia menarik Statusnya yang sudah terlanjur aku baca. Mungkin dia baru ingat, jika privasinya terbaca oleh ku.


Nafasku memburu membaca Setatus mbak Alya, Apalagi sikap Mbak Alya yang seolah tidak butuh denganku, padahal aku orang pertama yang memberinya pinjaman saat mobilnya hendak ditarik leasing karena tidak bisa membayar cicilan. Empat bulan yang lalu, dia datang sambil menangis dan mengemis bantuan agar aku meminjamkan uang lima juta padanya. Awalnya aku menolak dan berkilah tidak ada. Tapi melihat tangisannya saat itu, membuatku tidak tega dan akhirnya terpaksa memberinya pinjaman dengan tempo satu bulan. Siapa sangka, tiap awal bulan aku selalu menagih dan dia berdalih jika uangnya belum ada. Hingga bulan ke-empat saat ini, sepertinya kesabaranku mulai terkikis. Untuk apa memberi bantuan pada orang yang jelas-jelas menghinaku di depan keluarga yang lain.


|Halo Mbak Rini. Oh ya, Mbak Rini, jangan lupa utang Mbak ke aku dilunasin ya. Kan cuma lima juta, malu loh sama emas-emas yang bergoyang|


Send.

__ADS_1


Ting


|kapan aku minjem uang kamu Winda?|


Sungguh, menyebalkan. Tetangga ku yang satu ini dulu saat minjam dia menangis. mengiba sekarang giliran di tagih. Malah Bertanya kapan.


Karena hatiku sudah telanjur kecewa, gegas aku buka rekaman cctv beberapa bulan yang lalu, Beruntungnya rekaman itu masih ada dan terdengar jelas. Suara beliau mengiba meminjam uang kepadaku.


Send


 ku krim Sebuah video di mana saat ktu ia sedang mengiba kepada ku.


πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™


empat sejoli yang bertemu tak sengaja di Mall. Kini mereka sedang duduk ber empat di restoran. Angel entahlah kemana perginya.


Mereka ber empat makan bersama, selesai makan, Sinta dan Santi yang memang akan membeli pakaian Belum juga pulang dari mall. Begitu pula dengan Darma dan Setia menemani. Bagaikan sejoli yang sedang double date.


Setelah pulang ke rumah masing masing.


Damar, tersenyum sendiri seolah sedang jatuh cinta dan kasmaran. Beruntungnya dia sudah pisah rumah dengan orang tuanya jika tidak, pasti akan di sangka suka kepada Angel.


Pipi Merah merona milik Sinta, membuat candu bulu mata letik tanpa mascara dan bibir mungil dengan sedikit sentuhan lipstik berwarna nude. Sungguh cantik.


Ah sepertinya pak CEO kita benar benar sedang jatuh cinta.


Rengekan manja yang Sinta perankan membuatnya merasa bahagia merasa kembali, jatuh cinta setelah penghianat yang di lakukan oleh kekasihnya dulu.


Di tempat lain


Rupanya Sinta, sedang merasakan perasaan yang sama, laki laki yang tegas dan disiplin. Mampu memanjakannya walau hanya sekedar sandiwara, seperti aku Mulai merasakan sandiwara jadi cinta.

__ADS_1


Ke esok harinya, mereka bekerja seperti biasa layaknya atasan dan anak buah, namun pekerjaan Kali ini tak seberat seperti di awal. Sesekali Sinta, bisa duduk santai atau sekedar mengambil minum ke pantry.


Jam istirahat masih 20 menit lagi, sebuah pesan masuk.


Ting


Pak Damar.


"Ah kebiyasaan giliran istrahat untuk makan, aku di kasih pekerjaan lagi" pikir Sinta


{Sinta, kita makan siang bareng yuk Sekarang? Di cafe sebrang kantor sekalian nanti setelah istrahat kita bertemu kliennya di sana.}


Sinta, menghela nafas lega, ia pikir ia tak akan istrahat untuk makan siang namun rupanya di beri waktu istirahat lebih awal, gegas Sinta menyiapkan bahan meeting dengan klien.


Tak lama, pintu terbuka Pak Damar, sudah keluar dan mengajak Sinta, berjalan ke depan kantor. Menyebrang ke sebuah cafe.


Damar, sengaja mengambil tempat makan di atas, ia akan menemui klien dan juga mengobrol ringan dahulu dengan Santi. ..


Apa nih yang bakalan di obrolin


Tunggu di episode berikutnya.


Bersambung


Jangan lupa mampir ke cerita autor yang lain yuk


πŸ‰ Es kul kul penyambung hidup


🌟sukses setelah di Hinna


πŸ’™putih abu abu

__ADS_1


πŸ™ƒ Tetangga unik


__ADS_2