
Semakin hari aku perhatikan kak Winda, senang sekali mengantar jemput ku ke kantor tempat aku bekerja. Biasanya dia hanya sesekali mengantar jemput namun sudah satu Minggu dia menjemput dan mengantar ku bekerja.
Nah..
Ada apakah gerangan?
Waktu terus berjalan tak terasa hampir menginjak delapan bulan aku bekerja di perusahaan cabang, cukup membuat ku puas dengan semua pencapaian ku di tempat kerja.
Hari demi hari, di lewati dengan bahagia, Kak Winda rupanya dekat dengan seorang salah satu karyawan juga di Perusahaan tempatku Bekerja.
namun aku tak tau, siapa yang sedang dekat bersama dengan kakak sulungku.
💙💙💙
Hari ini, hari libur aku janjian dengan Gendhis ia mengajakku makan, mungkin sebagai balasan karena aku sudah menemukan dan mengembalikan dompetnya, dan katanya lagi dia mau belajar agama, tentu saja aku tak menolaknya.
Gendhis menjemput ku ke rumah dengan mobil mewahnya, bahkan ia mampir sekedar untuk menyapa Ibu, aku suka pribadi Aprilia yang ramah, rendah hati dan lembut. Aku juga sudah menceritakan kepada Ibu tentang Aprilia, memang sejak aku bekerja di kampung aku lebih dekat dengan ibu
“Sin ... Kenapa Ibu gak sekalian di ajak aja “ ucapnya menyarankan.
“Jangan to Nduk, Ibu gak biasa pergi ke tempat-tempat seperti itu, nanti bikin malu kalian aja, Ibu dibungkus aja nanti.” Ucap Ibu berkelekar.
Aprilia tertawa.
“Ya sudah Bu kami pamit dulu, assalamu’alaikum.”
“Wa’alaikumsalam."
__ADS_1
Kami berpamitan pada ibu, ketika hendak keluar terlihat Bu Romlah melongok ke arah ku dan Aprilia, ia memastikan siapakah yang menjemput ku ke rumah.
Kami segera masuk ke mobil terlihat Bu Romlah segera ke rumahku menemui ibu, mungkin ia ingin mengorek informasi dari Ibu.
Aprilia mengajakku ke sebuah Cafe tempatnya nyaman untuk mengobrol.
Cafe yang di dominasi muda mudi dan remaja yang nongkrong bersama teman-teman nya.
Cafe tersebut sangat sejuk selain pendingin ruangan ada tanaman hijau yang di sudut-sudut ruangan dan bagian dinding tertentu.
Di tengah-tengahnya ada air mancur mini yang dihiasi batu-batu alam, bunyi gemericik air menenangkan serasa berada di tepi sungai.
Kami memilih duduk di tepi agar leluasa untuk mengobrol. Gendhis memesan spaghetti dan jus jeruk.
“Sin kamu mau makan apa?”
“Samain aja April.”
“Enak banget disini ya April.”
“Iya Sin, ini tempat favorit ku lo.”
“Oh iya Sin, aku kan sudah bilang sama kamu melalui telepon beberapa hari yang lalu, aku mau belajar agama sama kamu, kira-kira aku mulai darimana Sin?”
“Kamu bisa bacaan shalat gak April?”
“Bisa Sin, kalo bacaan shalat, ngaji juga aku bisa, mungkin belum benar aja bacaannya.”
__ADS_1
“Maksudnya Makhrijul huruf dan tajwidnya ya?”
“Iya benar.”
“Dan tentang hukum-hukum Islam yang lain, kamu belajar agama dimana Sin?”
“Dari ibu, dulu Ibu di kampung alumni pesantren, setelah menikah ibu dibawa bapak ke tempat tinggal bapak kampung yang sekarang, jadi dari ibulah aku belajar agama.”
“Ibumu luar biasa Sin, bukan seperti orang tuaku mereka lebih mementingkan dunianya daripada akhirat.”
“Oa iya Sin, aku juga mau berpakaian seperti kamu, aku juga pernah bilang sama kamu kan, cuman belum siap dengan konsekuensinya, takutnya setelah pakai aku buka lagi, hatiku belum mantap.”
“Ya sudah jangan dipaksa kalau niatmu bukan dari hati karena Allah, kita belajar pelan-pelan dulu kalau hatimu sudah mantap dan sudah yakin silahkan, jangan nunggu dapat hidayah dulu baru berubah, harus kayak kamu nih April ada inisiatif dari diri sendiri.” Jelas ku panjang lebar, April mendengarkan ku dengan seksama.
“Andai aku punya kakak perempuan kayak kamu Sin,” Ucapnya sambil tertawa.
“Kebetulan aku punya kakak laki-laki yang belum menikah, nanti aku kenalin ya, kamu belum punya calon suami kan Sin.” Ucapnya berkelekar.
“Ah kamu bercanda aja dari tadi April.”
“Aku serius Sin, siapa tau kalian berjodoh, kamu jadi kakak iparku, duhh senengnya.”
April tertawa senang.
“Apaan sih kamu April.” Aku pura-pura ngambek. Kemudian kami tertawa bersama.
Demikianlah persahabatan kami terjalin begitu saja, semoga aku bisa membimbing April menjadi muslimah yang baik.
__ADS_1
***
Hallo para pembaca setia terimakasih untuk like komen dan votenya