Tetangga Oh Tetangga

Tetangga Oh Tetangga
pop Winda, Bahagia


__ADS_3

Setelah Rangkaian, masalah tentang adik bontot yang di lamar lebih dulu, Sekarang aku mengerti kenapa diam itu adalah emas,sebab bertanya pada orang yg sama yg kau sudah tau tanggapannya itu bikin kecewa.


seperti membuka luka lama yg sudah susah payah kau menutupnya


Menahan kata padamu ibarat menahan angin dalam perutku


Di pendam sakit dikeluarkan di bilang buka aib.


Jika diam benar benar menjadi emas


maka aku akan lebih memilih menahan kata kataku.


Dan menukar emasku, menjadi uang haha


Biarkanlah serangkai kata itu bergulat di dalam pikiranku saja.


Daripada aku harus mengeluarkannya


Dan berdebat dgn ego orang lain


Yang ujung ujungnya cuma kecewa


Lebih baik kusimpan saja


Untuk aku nikmati dalam sepertiga malamku


Nikmati saja rasa sakit ini

__ADS_1


Biar kau tau berharap pada manusia adalah


Seni melukai diri sendiri yang kau sengaja.


💙💙💙


Biarkan semua orang berpikir dengan asumsinya sendiri, walau pada kenyataannya pahit memang mengetahui adik terkecil lebih dahulu ada yang mau meminangnya. walau adikku sudah menolaknya secara halus. Namun hati aku merasa sakit. Bukan karena aku yang akan di langkahi menikah, namun aku merasa sakit, Karena telah menjadi penghalang untuk adik adikku, menuju ke jenjang pernikahan.


Walau mereka selalu berkata tidak apa namun entahlah aku sudah tak bisa berbicara tentang perasaanku saat ini.


💙💙💙


Andini, mengenalkan ku kepada pria yang usianya berbeda 2 tahun di atasku. Namanya Fauji. Aku dan Fauji melakukan ta'aruf dengan di temani Andini.


Sungguh Sahabat sekaligus Saudara yang cantik dan berjiwa besar, rela mencarikan aku calon suami yang menurutnya baik dan sopan.


Andini Selalu berkata, "jika kita hanya berdiam diri tanpa mencoba mencari akan datang dari mana."


Kali ini aku mencoba mengikuti saranya, mau menemui beberapa pria yang akan di kenalkan denganku.


Jika aku merasa cocok maka hubungan kita berlangsung dan berlanjut, jika tidak cukup sampai perkenalan saja.


sore itu sudah tepat 3 bulan aku mengenal Fauzi, rumahnya yang berada di kecamatan membuatnya tak begitu jauh untuk berkunjung ke rumahku. Rupanya Bu Wiwik, ibunda Fauzi, menyetujui jika aku menikah dengan anaknya.


Dan yang membuat ku kaget, kedua orang tuaku mengenal ibu Wiwik, dengan baik.rupanya mereka Sahabat zaman sekolah dulu.


Fauzi, bekerja di bidang fashion memiliki usaha di kota, dan rupanya usaha Fauzi adalah tempat di mana aku mengambil barang untuk berjualan di butikku. Ah sungguh kebetulan sekali.

__ADS_1


Yang aku tau tempat aku mengambil barang adalah kak Dona, rupanya Dona adalah kakak sepupu Fauzy, yang di percaya untuk mengelola usahanya.


💙💙💙💙


Bahagia sekali rasanya mengetahui kehidupan Fauzy, ta'aruf yang aku jalani bersamanya mendapatkan Restu dari kedua orang tuaku. Dan juga orang tua Fauzy.


Sore ini keluar Fauzi akan melamar ku secara resmi, sedari pagi keluarga tertua dari pihak ibu dan ayah sibuk menyiapkan makanan untuk menjamu tamu. Acaranya akan di laksanakan sore hari selepas Magrib.


acara lamaran yang biasa saja sederhana aku yang meminta acara itu sederhana saja, aku menggunakan kebaya biru dan juga make up natural.


Ucapan Sumbang dari Bu tetangga mengiri kebahagiaan ku, namun aku sudah kebal, tak ku hiraukan mereka.


Acara lamaran di mulia dengan lancar, rupanya keluarga Fauzy yang tadinya hanya akan datang bersama orang tuanya saja, tidak jadi dia datang bersama keluarga lainya satu mobil penuh.


Wanita, mana yang tak akan menikah dengan lelaki yang nyaris sempurna. Ia baik hati, sopan dermawan. bahkan Jika Winda, membuat salah dengan lembut menegurnya.


💙💙💙


Ke esok harinya, berita Winda akan menikah dalam waktu dekat, banyak menerima komentar dari para tetangga.


Satu dua orang ber simpati, namun ada juga yang nyinyir seorang Bu Euis, dan Bu Romlah, serta Maya.


pagi ini mereka berkumpul di tukang sayur, Winda yang kebetulan sedang menjemur pakaian menjadi bahan gosip yang hot.


"Bu,, ibu lihat tuh calon pengantin rajin bgt ya" ucap Bu Euis


"Halah,, ya harus Rajinlah masa mau dapet suami ganteng baik hati, mapan pula, dia cuman duduk manis aja, nanti kasian nak Fauzy, udah keluarin uang banyak untuk ini eh dapet istri pemalas" ucap bu Romlah dengan nyinyir.

__ADS_1


__ADS_2