Tetangga Oh Tetangga

Tetangga Oh Tetangga
29


__ADS_3

Anto, yang melihat tingkah Andin terkekeh seraya berlalu Menaiki roda dua untuk menuju tempat ia bekerja.


Andini, yang lupa meminta izin akan pergi ke rumah sahabatnya. bergegas mengirim sebuah pesan


send pesan terkirim


motor melaju dengan cepat, hanya memakan waktu 20 menit sudah sampai di tempat ia bekerja, di sebuah perusahaan milik Bu Lia. Anto, salah satu staf di sana.


Dengan cekatan Anto bekerja menyiapkan semua file untuk hari ini memeriksa Beberapa laporan sebelum di serahkan kepada atasannya.


Di jam kerja yang super sibuk, Anto di kagetkan dengan suara ponsel miliknya, tertera di layar gadget, atas namah Bidadari ku sebuah pesan masuk.


{mas aku, akan ke rumah Winda tenang saja aku tak akan membawa kendaraan sendiri aku akan menaiki ojeg}


dengan cekatan Anto membalas pesan dari istrinya


"iya hati hati" send pesan terkirim.

__ADS_1


gegas Anto kembali melanjutkan pekerjaan yang tertunda beberapa menit.


💙💙💙


...pop Winda...


Di bawah langit yang cerah, aku terpaku. Samar aku melihat rintik hujan di bawah lampu. Ada perasaan berat yang perlahan menjalari hatiku.


Terbayang semua sahabat sudah berumah Tangga, kini tinggal aku yang belum menjalani biduk rumah tangga, di satu sisi aku merindukan sosok iman yang baik dan Soleh akan tetapi di sisi lain, aku takut tak bisa memberikan yang terbaik untuk anak anak ku kelak. karena aku tak ingin mereka merasakan apa yang dulu aku rasakan cukup Hinaan para tetangga hanya aku saja yang merasakannya.


Dengan menutupi ke kegundahan hati, aku terus menjadi penulis di novel berbayar walau untuk sekarang aku sudah jarang sekali menulis. kesibukan dengan berjualan baju Thrift shop, banyak menyita waktu untuk mengecek toko dan juga menyiapkan pesanan buket, di rumah sudah ada 2 karyawan yang membantu ku membuat buket, keduanya adalah Sahabat si kembar yang tak melanjutkan sekolah lagi.


mendengar Sahabat baikku sedang berbadan dua, aku merasa bahagia akhirnya penantian selama dua tahun akan segera terwujud.


sudah dipastikan sebentar lagi aku, harus lebih menguatkan hati agar tak tersinggung dengan ucapan tetangga yang julit. perihal Andini, yang sudah menikah dan akan memiliki momongan. namun aku salut dengannya dulu di saat mereka lamaran dan hanya menunda satu bulan untuk melangkah ke jenjang pernikahan, banyak para tetangga yang mengatakan jika Andini hamil duluan. tapi pada kenyataannya dia tak seperti orang lain gosipkan.


di saat aku sedang melamun, terdengar dering ponsel dari dalam tas selempang kecil yang selalu menemaniku pergi.

__ADS_1


{Winda, hari ini aku akan ke rumah mu} sebuah pesan masuk dari Andini.


{iya aku tunggu} balas ku


tak berselang lama Andini, tiba di rumah ku dengan membawa sebuah Tote bag, entah isinya apa.


"Assalamualaikum buk owner melamun Mulu" sapa Andini


"wa'alaikumsalam, lagi memikirkan masa depan" balas ku


Andini, hanya terkekeh seraya membuka plastik kresek yang isinya rujak buah + sambal.


pasalnya Andini, Tau jika aku sudah berkata sedang memikirkan masa depan ia, tak akan banyak Bertanya.


"Subhanallah masih pagi buk baru jam 9 udah Dateng kesini bawa rujak" ucap Winda seraya menepuk jidat.


Yang di tegur hanya terkekeh saja

__ADS_1


"Sungguh Ibu hamil yang satu ini sedikit berbahaya, jika aku setiap hari bersamanya yang ada asam lambungku akan kambuh pasalnya baru am sembilan sudah di suguhkan dengan rujak + sambalnya." ucap ku


Tak menghiraukan ucapanku, justru Andini memakan rujak, itu dengan santai sesekali tertawa riang seraya bercengkrama dengan sahabatnya itu.


__ADS_2