
"assalamualaikum, ko kedatang saya dengan putri saya bermaksud, untuk menabung Uang, putri, saya memiliki cita cita ingin membangun rumah" jelas Pak Ahmad
"waalaikumsalam, oh iya, iya bisa, nanti saya ambilkan buku dulu untuk di catatan mau nabung atau taruh uang berapa dulu, untuk di tukar dengan bahan bangunan" jelas ko Aang seraya pergi ke lemari kecil yang ada di ruangannya.
"hmm ini ko uangnya saya transfer" ya jawab Winda,
"oke bisa, nanti kedepannya jika ingin menabung cukup mengkonfirmasi lewat wa saja ya, lalu menyebutkan deretan Angka no rekening dan nomor hp koh Aang"
"iya koh, ini Winda transfer segini dulu ya" ucap Winda seraya menunjukkan hpnya.
Uang yang Winda transfer baru cukup untuk membeli batu bata dan membeli kayu.
"iya Winda" seraya mengecek notifikasi yang masuk kedalam handphone
"yaudah koh kita pamit ya, karena urusannya udah selesai Assalamualaikum" pamit pak Ahmad, pada koh Aang
"wa'alaikumsalam" balas koh Aang
gegas Winda dan ayahnya ke luar dari material.
Saat di perjalanan pulang, tak sengaja Winda bertemu dengan bu Euis tetangga yang terkenal julit.
"eh Bpk dari mana, masih betah aja pake motor jadul" tegur Bu Euis kepada pak Ahmad.
"em gx dari mana mana Bu, Alhamdulillah di syukuri aja yang ada Bu, mari ya saya duluan" jawab pak Ahmad
__ADS_1
ya pak Ahmad tidak menceritakan, bahwa baru saja dari material bahaya jika menceritakan kepada tetangganya yang satu ini bisa bisa satu kampung tau.
Setelah kepergian pak Ahmad Bu Euis,mancak mancak sendiri pasalnya dia tidak mendapatkan informasi apapun.
******
waktu terus berjalan tak terasa selama 7 bulan menabung bahan material semuanya sudah lunas, dan lusa akan di antarkan ke rumah pak Ahmad.
ke esok paginya
pagi pagi sekali tukang bangunan sudah mengantarkan semua pesanan yang telah di bayar oleh Winda.
walau membeli dengan mencicil namun setelah semua barang tiba semuanya telah lunas. Sebelum Winda membuka toko buket dan aneka mahar nya Winda telah, memulainya memanjang hasil tanganan di akun sosmed dan juga menawarkan kepada teman temannya, Dini juga begitu antusias membantu Winda, mempromosikan Jualannya Winda.
Sebagai sahabat yang tau hidup Winda tak mudah, dia selalu mendukung apapun yang Winda lakukan selagi itu berada di jalan yang baik dan benar.
beruntung sekali Winda, mendapat pelanggan tetap bahkan menulis sebuah karya novel tetap berjalan.
seiring berjalan waktu, tiba saatnya Winda berhenti bekerja bertepatan dengan rumah dan tokonya yang sudah selesai di buat.
****
berkat kerja keras dan kesungguhan Winda untuk mencapai impiannya. menjadi penulis dan membuka usaha jasa hias mahar, seserahan dan yang lainnya'.
sore hari ketika Winda dan kedua adiknya sedang menghias seserahan permintaan tetangganya, untuk esok pagi menikah
__ADS_1
tiba tiba saja datang tamu tak di undang seperti sepeda yang tak ada rem nyelonong masuk ke toko dan berbicara tanpa permisi.
"Oalah ini toh pekerjaanmu sekarang, sudah enak kerja di orang dapat gajih mahal buka usaha kaya gini" ucap seseorang yang tak lain adalah Bu Euis, Tetangga yang selalu ingin tau apapun yang di lakukan oleh orang lain. seperti jelangkung pulang datang tak di undang pulang tak di antar.
"hmm iya Alhamdulillah, semua yang aku punya sekarang hasil dari membuat jasa hias Mahar dan seserahan bu" jawab Winda dengan sopan, sengaja Winda menekan kata kata apapun yang dia punya sekarang hasil membuat mahar dan Seserahan.
"hmmm, kaya begini doang kecil, aku juga bisa" Jawab Bu euis dengan sombong
"nah kebetulan dong ada ibu gimana kalo ibu aja yang bantuin ka Winda dulu, Sinta mau mandi udah sore" balas Winda dengan sengit
Sinta, berbeda dengan kedua kakanya dia si bungsu yang pemberani tidak memandang lebih tua ataupun muda jika merendahkan orang lain. pasti dia akan dengan sigap membelanya, apalagi sekarang yang sedang di rendahkan adalah kakaknya sendiri.
"hnmmm ga ga gitu Sinta, saya sibuk" balas Bu Euis, dengan gugupnya pasalnya bi Euis tak bisa membuat seserahan ataupun kerajinan lainnya.
"nah kalo ibu. sibuk yaudah lanjutkan kesibukan ibu, jangan ganggu konsentrasi kita" jawab Sinta dengan ketus
"yaudah saya pergi" gegas melangkah serta menghentakkan kaki percis anak kecil yang tak di beri uang untuk membeli jajan.
serempak mereka hayangna menggelengkan kepala tak habis pikir dengan Tetangganya yang satu ini, Pasalnya Bu Euis selalu kepo dengan apapun yang di lakukan oleh keluarga nya ataupun Tetangga lainnya.
tepat pukul lima sore, semua seserahan sudah selesai. yang di buat oleh Winda dan di bantu kedua Adiknya.
ada sandal tas dan mungkena yang di hias di bentuk secantik mungkin tak lupa juga di beri aksesori tambahan Seperti bunga. dan pita, semua hasil karya Winda untuk acara pernikahan tetangganya lusa sudah selesai semuanya di pajang di etalase toko.
gegas Winda menutup toko dan pulang ke rumahnya di susul kedua adik kembarnya. .
__ADS_1
Selama beberapa bulan sebelum Winda berhenti bekerja dia selalu menyempatkan membuat buket dan yang lainnya untuk di pajang di toko dan ketika ada waktu libur Winda akan membuka tokonya .
promosi yang di lakukan Winda di sambut baik oleh warga sekitar, mereka begitu antusias ketika tau ada jasa menghias mahar dan seserahan bahkan ada pembuatan buket juga. tak hanya itu Winda sekarang merambah ke usaha dekor untuk acara ulang tahun, lamaran, atau pernikahan.