The Absolute System

The Absolute System
Xion Mati, Tim Akademi Landa Menyerah!


__ADS_3

** Re: Kemampuan pertama\, Time freeze..! Kemampuan ini digunakan untuk menghentikan waktu selama 1 menit.


** Re: Kemampuan kedua\, Dimension slash..! Kemampuan ini digunakan untuk membuka sebuah portal dimensi untuk bersembunyi atau berpindah tempat dalam sekejap.


** Re: Kemampuan ketiga\, Time manipulation..! Kemampuan ini digunakan untuk mempercepat atau memperlambat waktu kepada objek yang Anda tuju.


“Bagus, aku seperti bisa melakukan apapun dengan kemampuan seperti itu..!” ucap Leon, dan dia bersiap untuk menggunakan kemampuannya untuk keluar dari dimensi ini.


** Re: Sebelum Anda melangkah lebih lanjut\, aku akan memberitahukan kelemahan dari baju zirah ini.


“Katakan saja..!” jawab Leon.


** Re: Karena kemampuan uniknya itu\, mana yang dikonsumsi akan sangat besar yang menyebabkan baju zirah ini hanya bisa digunakan selama 5 menit dengan kondisi mana Anda sedang terisi penuh hingga kosong.


“Haha, kalau masalahnya hanya mana sih, aku bisa mengatasinya dengan pil penyembuh 100 persen, ‘kan?” tanya Leon.


** Re: Tidak bisa..! Jumlah mana yang digunakan oleh baju zirah ini akan seperti dikunci tanpa bisa dipulihkan.


“Maksudnya bagaimana?” Leon masih kurang paham dengan penjelasan Sistem.


** Re: Singkatnya adalah\, misalkan mana anda saat menggunakan baju zirah ini adalah 50 ribu\, maka jumlah itulah yang akan digunakan sebagai sumber daya dari baju zirah ini.


“Hmm, jadi, jumlah mana saat ingin menggunakannya sangatlah penting” Leon berpikir sejenak.


“Berarti, jika aku menggunakan kemampuan dari baju zirah ini, mana yang digunakan akan lebih banyak lagi dong?” tanya Leon.


** Re: Tepat sekali..! Tapi\, dengan kemampuan seperti itu\, masa iya Anda tidak bisa mengalahkan musuh dengan mudah sebelum benar-benar kehabisan mana?


“Hehe, kau benar juga..! Ya sudah, kalau begitu aku akan segera kembali..” Leon baru teringat sesuatu.


Dia sudah menghabiskan begitu banyak waktu di dalam dimensi ini, jangan-jangan ketika dia kembali, turnamen sudah selesai.


“Sistem, aku kan sudah terlalu lama di sini, apakah masih perlu kembali ke arena?” Leon menanyakan pendapat Sistem.


** Re: Tenang saja\, waktu di dalam dimensi ini tidak ada hubungannya dengan dunia Anda..!


“Maksudmu? Mana yang waktunya berjalan lebih cepat? Dimensi ini atau duniaku?” tanya Leon kembali.


** Re: Tidak ada yang lebih cepat\, waktu di dunia Anda akan terhenti ketika masuk ke dalam dimensi seperti ini.


** Re: Singkatnya\, tidak akan ada pengaruhnya seberapa lama pun Anda berada di sini\, waktu di dunia Anda akan terhenti dan akan berjalan kembali ketika sudah kembali dari dimensi lain seperti ini.


“Haha, seperti biasa, kau mengatakan penjelasan singkat tapi sama sekali tidak singkat..! Baiklah, aku sudah mengerti sepenuhnya” Leon melihat sekelilingnya mencoba untuk menentukan dari mana dia akan keluar.


“Ah sudahlah, jika yang dikatakannya benar, seharusnya di mana saja tidak masalah, ‘kan? Kalau begitu, Dimension slash..!” Leon mengayunkan tangannya dan tiba-tiba, terjadi sobekan di udara yang semakin terbuka lebar.


Leon segera menghampirinya, lalu dia menyeberang ke dunianya melalui sobekan tersebut.


 

__ADS_1


 


 


Di sisi arena turnamen..


Xion yang sudah merasa memenangkan pertarungan ini, akhirnya melonggarkan kewaspadaannya.


Hingga tiba-tiba, “Gelegarrr.. Sreeeeekk..” sebuah sobekan dimensi, terjadi di atas arena pertarungan dan tentu saja membuat heran semua orang yang melihatnya.


“A-apa yang terjadi?” Xion kebingungan, dia tidak sedang menggunakan Void zone tapi kenapa ruang dimensi itu terbuka dengan sendirinya.


Tak lama kemudian, sesosok baju zirah dengan aura yang sangat mengerikan, turun perlahan ke dalam arena.


“Oi, apa itu yang ada di atas arena?”


“Entahlah, tapi aku merasakan aura yang sangat tidak enak, datang darinya”


Ucap dua sekawan yang sebelumnya terus menerus bergosip selama pertandingan berlangsung.


 


 


 


Di sisi Zimos..


“Syut.. Syut..” suara dua orang intel asosiasi yang kembali untuk memberikan informasi kepada Zimos.


“Tuan Zimos yang agung, kami sudah menemukan data lengkap dari bocah itu..! Dia adalah anak dari seorang janda di sebuah kota budak yang terletak 15 hari perjalanan darat dari sini dan saat ini ibu dari bocah itu sedang hidup sendiri tanpa pengawal” ucap salah satu intel asosiasi itu.


“Oh, secara tidak diduga, ternyata dia anak dari seorang budak” Zimos sambil memainkan janggutnya.


“Kalau begitu, kerahkan 2 ribu orang dengan level 8 untuk menangkap ibunya..! Lalu, bunuh semua orang yang ada di kota itu..! Oh maaf, maksudku adalah musnahkan kota budak itu dan jangan biarkan satu orang pun hidup selain ibu dari bocah itu..!” Zimos akhirnya memulai rencananya dengan hal yang tidak mungkin bisa ditolak oleh Leon.


“Baik..!” jawab kedua intel asosiasi tersebut.


 


 


 


Sementara itu..


“Halo Xion, lama tidak berjumpa..!” ucap Leon saat mendarat dengan mulus.


“Si-siapa kau?” Xion terlihat gemetar ketakutan meskipun dengan energi kegelapan yang masih menyelimuti tubuhnya.

__ADS_1


Teman-teman satu tim Xion pun ikut keheranan, baru kali ini ada yang membuatnya ketakutan saat dalam mode dewa.


“Hei, jangan bilang kau sudah melupakan aku?” ucap Leon, tapi dia tidak melanjutkan pembicaraan lagi karena mengingat durasi penggunaan baju zirahnya.


“Ya sudah, aku akan membuatmu mengingatnya..! Time freeze..!” seketika itu juga, pergerakan di sekitarnya terhenti dan hanya menyisakan dirinya yang bisa bergerak bebas.


“Hmm, aku jadi teringat sebuah adegan di film superhero kesukaanku” Leon pun melesat mendekati Xion, lalu memukulinya dengan sihir peningkatan fisik sebanyak 100 pukulan.


Dari pukulan tersebut, terlihat Xion yang sudah siap babak belur ketika waktu kembali berjalan.


“Hmm, tapi hanya pukulan saja sepertinya belum cukup untuk menakuti mereka yang sedang melihat ini” Leon bermaksud untuk menakuti orang yang ingin membunuhnya saat di dalam hutan kematian sebelumnya.


“Oh aku tahu, Fire ball..!” Leon membuka mulut Xion dan menembakkan sihir fire ball level 10 ke dalamnya.


Dengan sihir sebesar itu yang menyerang ke dalam, tentu saja akan meledakkan tubuh Xion hingga menjadi miliaran potong, memang tidak ada otak ini si Leon.


“Oke, ini sepertinya sudah cukup” lalu dia kembali ke posisinya semula dan membuat pose dengan mengarahkan tangan kanannya kepada Xion agar terlihat seperti dia memberikan serangan yang tidak bisa dihindari oleh musuhnya.


Leon melepaskan sihir time freeze, lalu “Time manipulation..!” dia memperlambat waktu reaksi pukulan dan fire ball agar tidak meledak sebelum dia mengatakan sesuatu yang keren.


“Xion, kau telah mengecewakan kota ini..!” lalu Leon perlahan mengembalikan waktu reaksi serangannya di tubuh Xion sambil mengepalkan tangannya.


“A-apa yang kau..” Xion tidak sempat menyelesaikan ucapannya karena rasa sakit secara tiba-tiba disekujur tubuhnya yang kini sudah di ambang kehancuran.


Hingga akhirnya, “Boom.. Gelegaaaaarrrrr..” ledakan besar pun terjadi di dalam arena menghancurkan tubuh Xion hingga miliaran potong dan tersebar disetiap sudut arena.


“Huh, akhirnya selesai juga” ucap Leon, lalu dia menyimpan kembali baju zirahnya sebelum benar-benar kehabisan mana.


Semua orang termasuk tim akademi Lainard yang melihat kejadian mengerikan itu, hanya bisa terdiam tak mengatakan apapun seperti patung.


Sedangkan Zimos, dia semakin tidak sabar untuk mengambil kekuatan besar itu darinya.


“Bocah, kau benar-benar membuatku sangat bersemangat..!” gumam Zimos sambil tersenyum licik.


Tak lama kemudian, “XION..!” sebuah teriakan serentak terdengar dari ruangan tim Landa.


Mereka semua ingin segera membalaskan kematian Xion dan Leon dari tim mereka.


Tapi, dengan kekuatan gila yang dimiliki Leon dari tim Lainard, mana mungkin mereke bisa melakukan hal itu.


“Lihat saja kau monster..! Suatu saat, kami akan membunuhmu..!” ucap salah satu rekan tim Xion dan ucapannya itu disetujui oleh yang lainnya.


Wasit yang akhirnya tersadar, melompat masuk ke dalam arena untuk mengumumkan kemenangan Leon dan tim Lainard.


“Ehem, dengan Xion yang sudah menjadi miliaran potong, pemenangnya adalah Leon dari tim Lainard” teriak wasit tersebut dengan nada yang gemetaran saat berada didekat Leon.


Tak lama kemudian, guru pembimbing dari tim Landa mendatangi wasit untuk mengatakan sesuatu.


“Baiklah, aku mengerti” jawab wasit tersebut saat dibisikkan oleh guru itu.

__ADS_1


“Ehem, baru saja guru dari tim akademi Landa menyampaikan bahwa mereka tidak akan melanjutkan pertarungan dan mengaku kalah dalam turnamen ini..! Dengan ini, pemenang dari turnamen tahun ini adalah tim dari akademi Lainard..!” teriak wasit yang juga mengumumkan kemenangan tim Leon secara mutlak.


__ADS_2