
“Oh, akhirnya udang kecil ini memutuskan untuk muncul dan melawanku?” ucap Rico sambil tersenyum kecil.
“Sial, di saat seperti ini kenapa harus dia yang menjadi lawanku? Meskipun aku tahu Leon itu sangat kuat, tapi orang ini bukanlah lawan yang sembarangan” gumam Eric sambil berkeringat dingin.
Leon dan Erlynn berdiri di belakang tanpa berbicara apapun dengan pemikiran yang sama, mereka berpikir bahwa orang yang bernama Rico ini sejak awal pasti sudah mengincar Eric.
Rico menyuruh kedua anggota timnya yang lain untuk bersiap dengan formasi menyerang.
“Heh, sepertinya kekuatanmu sudah sedikit meningkat dari sebelumnya..! Kalau begitu, aku bisa sedikit berolahraga” ucap Eric mencoba untuk menakut-nakuti Rico.
“Hoo, sepertinya ini akan menarik..! Biasanya kau langsung memanggil roh serigala apimu setiap berhadapan denganku, tapi sekarang?” ucap Rico, dia sama sekali tidak termakan oleh provokasi Eric, malah ekspresi wajahnya semakin terlihat santai.
Rico akhirnya melancarkan serangan pembuka dengan melontarkan pisau kepada Eric, tapi berhasil dihindari olehnya.
“Wahai roh agung, berkahi tubuhku dengan kekuatan yang luar biasa..! Body up..!” teriak Rico.
“Hoo, ternyata ada juga pengguna sihir peningkat” gumam Leon, lalu dia melihat status dari bocah yang bernama Rico itu.
\===STATUS===
Nama: Rico
Kasta: Bangsawan
Level Atribut: Sihir (4);
__ADS_1
Poin: 0
Rim: 103.875
\============
“Orang ini..!” Leon menarik nafas panjang setelah melihat dengan jelas status dari Rico.
“Yang benar saja..! Apa-apaan dengan statusnya itu? Hanya atribut sihir yang dia punya?” gerutu Leon dengan ekspresi wajah masam ciri khasnya.
“Terlebih lagi, uangnya..! Baru ini aku bertemu dengan orang yang memegang uang sebanyak itu..!” sambung Leon dalam gumamnya.
“Erlynn, Leon, kalian mundur saja..! Mereka biar aku yang tangani” ucap Eric, dia merasa sudah sangat keren di hadapan Erlynn.
“Oi, kalian ini benar-benar tidak ingin membantuku, ya?” ucap Eric dengan senyuman kecut dan wajah masam.
“Tidak, kan kau sendiri yang menyuruh” jawab Leon santai sambil melambai-lambaikan tangannya.
Tiba-tiba, Rico menyerang tanpa peringatan, “Oi oi, jangan memalingkan perhatianmu dari musuh..!” ucapnya.
“Buk.. Buk..” dua pukulan dari Rico ditangkis oleh Eric.
Namun, kedua anggota tim Rico tadi, langsung mengepungnya dari sisi kiri dan kanan yang sudah bersiap untuk melepaskan energi sihir kepada Eric.
“Bakarlah musuhku hingga menjadi debu, Fire ball..!”
__ADS_1
“Hujani lawanku dengan kepedihan, Toxic rain..!”
Kedua anggota tim Rico langsung menghujani Eric dengan serangan sihir level 3 yang tentu saja membuatnya benar-benar kewalahan untuk menghindar.
“Cesss..” separuh baju Eric terbakar akibat terkena sedikit serangan bola api barusan.
“Wahai cahaya yang menyejukkan, lindungi kami dari serangan musuh..! Bright shield..!” Erlynn langsung membentuk sebuah perisai cahaya yang berbentuk bola untuk melindungi dia dan Leon dari serangan sihir yang dihindari oleh Eric.
Berkat sihir pelindung Erlynn, dia dan Leon bisa menghindari serangan yang berupa hujan racun, jika tidak, tubuh mereka akan langsung meleleh seketika.
“Sial, jika aku terus menghindar, mereka berdua akan dalam bahaya” gumam Eric yang masih berusaha terlihat keren di depan Erlynn.
“Bocah, apa kau sudah menyerah dengan berlagak sok keren?” tanya Leon dengan nada santai sambil menyeruput secangkir teh hangat.
“Siapa yang kau panggil bocah? Kita ini seumuran..! Ah sudahlah, tidak usah aku pedulikan saja” jawab Eric kesal.
Melihat tingkah mereka yang begitu aneh, Rico dan rekan timnya tertawa terbahak-bahak.
“Yo Eric, bagaimana bisa kau begitu percaya diri dengan mengajak rekan satu tim yang tidak berguna seperti itu dalam turnamen ini?” ucap Rico sambil menunjuk ke arah Leon.
“Hehe, aku sarankan kau tidak menyinggung perasaannya, dia lebih kuat dari yang bisa kau bayangkan..!” ucap Eric membantah ejekan dari Rico.
“Aaahhh Eric, aku jwadi terswanjung dengan kata-katamu itu” ucap Leon dengan ekspresi yang menjijikkan dan membuat Eric merinding dari ujung kaki hingga ujung kepala.
Erlynn yang melihat tingkah Leon dan Eric hanya bisa tertawa terbahak-bahak.
“Hehe, melihatnya tertawa bahagia seperti itu, tidak ada lagi yang perlu aku takutkan..!” ucap Eric, dia pun segera mengambil sebuah buku kecil yang ada di saku celananya.
“Aku tidak akan ragu lagi menggunakan ini..!” Eric kembali menggigit jempolnya lalu menuliskan simbol di atas buku tersebut.
__ADS_1
“Keluarlah, Demon Fire Sword..!” teriak Eric sambil menyalurkan energi sihirnya kepada buku tersebut.