The Absolute System

The Absolute System
Dendam Xion Dan Rahasia Zimos!


__ADS_3

Wasit berjalan ke tengah arena dan melihat mereka berdua sudah bersiap untuk pertarungan selanjutnya.


“Eeeh, kalian berdua sudah siap? Yakin tidak perlu waktu istirahat?” tanya wasit untuk memastikan kondisi kedua petarung.


“Mmm, tidak perlu, aku masih sangat prima” jawab Leon.


“Sudah tidak usah banyak omong, mulai saja pertarungannya..!” bentak Xion yang sudah dikuasai kemarahan untuk membalaskan kematian teman baiknya.


“Kalau begitu, mulai..!” wasit langsung melompat keluar arena dan pertarungan kedua pun dimulai.


“Rasakan kemarahan alam semesta, Void specter..!” dengan sangat cepat, Xion memulai serangan yang membuat Reki sempat kehilangan kemampuan sihirnya.


“Shadow step..!” Leon menggunakan jurus yang sama dengan Leon tim lawan sebelumnya.


Tentu saja Xion mengenal dengan baik teknik yang digunakan Leon, dia pun semakin marah karena tidak hanya membunuh teman baiknya, Leon juga meniru tekniknya.


“Kau pikir aku tidak tahu cara melawannya? Penguasa kegelapan tangkaplah lawanku, Void field..!”  dan seketika itu juga seluruh lantai arena berubah menjadi warna hitam dengan kekuatan gravitasi yang sangat dahsyat.


“Bruk..” Leon terjatuh karena langkahnya yang tiba-tiba dihentikan oleh tekanan gravitasi.


“Cih, ternyata sampah tetaplah sampah..! Kau hanya bisa mencuri dan tidak tahu cara menggunakannya dengan baik..!” cerca Xion, lalu dia berjalan mendekati Leon dan bersiap untuk membunuhnya.


“Hehe, aku terjebak deh..! Kalau begitu, Reverse..!” Leon mencoba untuk mengembalikan serangan gravitasi itu kepada Xion.


Lalu, “Bruk..” tubuh Xion terjatuh di lantai dan menjadi sangat berat untuk digerakkan, sedangkan Leon kini sudah bisa bergerak dengan bebas.


“Oi, bukankah tadi bocah yang bernama Leon itu yang diserang? Kenapa sekarang malah pengguna void field terkena serangannya sendiri?”

__ADS_1


“Entahlah, aku pun tidak sempat menganalisa apa yang dilakukannya sampai-sampai bisa mengembalikan serangan seperti itu”


Dua sekawan tadi kembali bergosip dan tetap saja kebingungan dengan kekuatan apa yang Leon miliki sebenarnya.


“Yo, bukankah tadi kau sendiri yang bilang ingin membunuhku? Kenapa malah merebahkan diri di lantai?” tanya Leon mengejek Xion.


Karena ejekan tersebut, Xion yang semakin marah pun mengeluarkan kemampuannya yang lain.


“Dengan sumpah untuk membantai musuh, berikan aku kekuatan, Void energy..!” seketika itu juga seluruh tubuh Xion langsung ditutupi oleh energi berwarna ungu kehitaman yang membuatnya terlepas dari void field.


Dia kini terlihat sangat berbeda dari sebelumnya, level energinya sudah melampaui seluruh peserta yang ada di sana kecuali Leon.


“Gawat, aku harap dia tahu apa yang dilakukannya..!” ucap Linting, dia sedikit cemas dengan keadaan Leon saat melihat lawannya bisa menggunakan energi sihir yang aneh.


 


 


“Xion, sepertinya dia benar-benar marah kepada bocah itu..!” ucap salah satu rekan timnya.


“Tentu saja, apapun akan dilakukannya untuk membalaskan kematian teman baiknya..! Sekarang, aku ingin melihat seberapa besar kemampuan void miliknya yang sudah lama ingin aku ketahui” jawab guru pembimbing tim Landa.


“Bocah itu akan segera tamat..!” sambung rekan satu timnya yang lain.


Menurut ingatan mereka, Void energy adalah teknik terkuat Xion yang ke empat yang mampu menyapu bersih seluruh kerajaan Landa dalam sekali serang.


Kekuatan pelindung yang menyelimuti seluruh tubuh, membuat penggunanya tidak bisa diserang oleh kekuatan sihir di bawah level 7.

__ADS_1


Karena Itu jugalah Xion terlihat seperti dewa yang tidak akan bisa dibantah bagi mereka di kerajaan Landa.


 


 


Sementara itu, di sisi Leon..


“Aku siap, aku siap, aku siap..!” Leon terlihat sangat bersemangat karena akhirnya dia menemukan lawan yang sedikit lebih kuat dari lawan tim lain yang dia temui di hutan kematian.


 


 


Di sisi Zimos..


“Bocah itu, sama sekali tidak terlihat takut, sebenarnya kekuatan apa yang dimilikinya?” Zimos bertanya-tanya tentang kekuatan yang dimiliki Leon.


“Kalian, awasi bocah itu dan cari informasi detail tentangnya..! Jika aku perintahkan, segera serang dan tangkap dia..! Bunuh siapapun yang menghalangi kalian..!” perintah Zimos melalui telepati kepada semua pembunuh bayaran yang sedang bersiap di setiap sudut kursi penonton untuk membuat sebuah formasi penangkapan jika diperlukan.


“kekuatan itu tidak boleh di sia-siakan..! Aku akan bisa melakukan apapun dengan kekuatan itu” gumam Zimos.


Ternyata Zimos sudah membuat sebuah penelitian yang bisa mencuri kekuatan orang lain secara permanen.


Tidak seperti Leon yang meniru, penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mencuri kekuatan orang lain dan menjadikannya miliknya secara permanen.


Dengan begitu, orang yang telah dicuri kemampuannya, akan menjadi seperti sampah yang sudah tidak berguna.

__ADS_1


Penelitian itu sendiri sebenarnya sangat dikecam oleh seluruh orang, maka dari itu, Zimos melakukannya secara diam-diam demi mencapai tujuannya untuk menjadi seorang Purist.


“Aku tidak menyangka impianku sebentar lagi akan segera tercapai” gumam Zimos dengan raut wajah dan senyuman yang licik.


__ADS_2