
Leon dari tim Landa langsung menarik pedangnya dan langsung melesat ke arah Leon dari tim Lainard yang masih berdiri santai.
“Syut.. Syut.. Hyung.. Hyung..” ayunan pedang tersebut terlihat sangat indah dan menawan.
Tapi, ayunan pedang itu tak ada satupun yang mengenai Leon dari tim Lainard karena dapat dihindarinya dengan sangat mudah.
“Hoho, ternyata kau bisa bermain pedang-pedangan juga ya?” ucap Leon dari tim Lainard sambil terus menghindari ayunan pedang lalu menepuk-nepuk mulutnya karena menguap mengantuk.
“Dan kau hanya bisa menghindar seperti pengecut..!” jawab Leon dari tim Landa.
Selama 2 menit, aksi ayun pedang dan menghindar itu berlangsung.
Tentu saja membuat semua penonton yang sudah berekspektasi tinggi, kecewa dan menghujat mereka.
“Oi, kami ini datang bukan untuk melihat aksi kucing-kucingan seperti itu..!”
“Apa yang sedang kalian lakukan? Cepat bertarung yang benar..!”
Para penonton yang kesal pun semakin menghujat mereka berdua.
Akhirnya, Leon dari tim Landa sudah terlihat sangat muak, lalu dia pun berhenti dan merapalkan mantera.
“Energi suci yang tidak terbatas, berkahi bakat pedangku dan tundukkan musuhku, Shadow step..!” sihir itu adalah untuk mempercepat langkah penggunanya hingga tidak bisa terdeteksi oleh siapapun.
“Hooaaam.. lagi-lagi sihir percepatan langkah..! Apa kau pikir itu bisa mengimbangiku?” tanya Leon dari tim Lainard yang wajahnya berubah serius untuk sesaat.
Leon dari tim Landa pun tidak mempedulikan ucapan lawannya lagi, dan langsung saja “Zzzeep..” tubuhnya menghilang dari tempatnya semula dan tiba-tiba muncul tepat di hadapan Leon dari tim Lainard.
“Syut.. Syut.. Hyung.. Hyung..”
“Syut.. Syut.. Hyung.. Hyung..”
__ADS_1
Tapi, meskipun dengan kecepatan yang luar biasa itu, tetap saja dia tidak bisa mendaratkan satu seranganpun kepada Leon dari tim Lainard.
“Boom.. Boom.. Boom..” Penonton yang tadinya menghujat, kini berhenti dan terdiam karena melihat arena yang bergetar seperti gempa dan tiba-tiba hancur di sisi sana dan sini tanpa bisa melihat apa yang menyebabkannya.
“Me-mereka berdua kemana?”
“Aku masih bisa mendengarkan suara pedang yang berayun, tapi aku tidak bisa melihat mereka”
“Kecepatan yang sangat luar biasa..! Pertarungan ini tiba-tiba menjadi sangat intens”
Tidak ada satupun dari mereka yang berani mencerca lagi setelah melihat itu.
Hingga akhirnya, “Cep..” ujung pedang yang diayunkan oleh Leon dari tim Landa pun ditangkap dan dihentikan dengan jari telunjuk dan jempol Leon dari tim Lainard.
“Wussshh...” angin kencang pun berhembus ke segala arah dan mereka berdua kembali terlihat.
“K-kau? Tidak mungkin..!” Leon dari tim Landa terkejut, dia bahkan tidak bisa menarik kembali pedang yang ditahan oleh lawannya.
“Kurang ajar..! Beraninya kau mempermainkanku” Leon dari tim Landa melompat mundur dan bersiap untuk menggunakan sihir pamungkasnya karena sudah terlalu kesal.
“Hmm, si bodoh itu akhirnya serius juga” ucap Xion yang menonton.
“Sekarang, karena kau sudah membuatku marah, jangan salahkan aku jika kau terbunuh..!” ancamnya.
Lalu, dia menghunuskan pedangnya ke langit dan merapalkan mantera sihir, “Dengan segala kekuatan yang ada di dunia ini, aku berdoa untuk para penguasa, Ultimate lightning tornado..!”.
Sebuah badai tornado yang terbuat dari serangkaian petir pun melaju ke arah Leon dari tim Lainard.
“Haha, kali ini kau benar-benar akan mati..! Sampaikan salamku untuk jiwa-jiwa terkutuk di sana..!” ucap Leon dari tim Landa dengan penuh percaya diri.
Namun, Leon dari tim Lainard masih terlihat santai dan malah terlihat mengantuk lalu berkata, “Hmm, anginnya sangat sejuk, aku jadi mengantuk..! Tapi, dari tadi aku hanya melihat sihir listrik listrik dan listrik, apa kalian tidak bisa menggunakan sihir lain?".
__ADS_1
“Bocah itu sudah tamat..!” ucap Xion yang kemudian berbalik badan dan menganggap pertarungan itu sudah selesai.
“Duarrr.. Boom.. Boom.. Gelegaarrr..” ledakan berkali-kali terdengar dan memenuhi arena pertarungan.
Tapi, setelah ledakan itu berakhir, tidak ada yang menyangka dengan hasilnya, lalu Xion yang penasaran pun kembali memutar badannya dan betapa terkejutnya dia saat melihat ke dalam arena.
Leon dari tim Landa terbaring di lantai arena dengan mulut yang menganga dan mata melotot bertatapan kosong.
Tubuhnya dipenuhi asap seperti terpanggang oleh sambaran petir.
Sedangkan Leon dari tim Lainard terlihat berdiri tegap dan santai tanpa terluka sedikitpun.
“Tapi, bagaimana bisa?” Xion pun keheranan.
Yang sebenarnya terjadi adalah, Leon dari tim Lainard mengembalikan serangan lawannya menggunakan sihir reverse dan ditambahkan dengan sihir peningkatan level 10.
Dengan kekuatan sebesar itu, bisa dipastikan Leon dari tim Landa sudah tidak bernyawa.
“Leon..!” teriak Xion yang sebenarnya ingin masuk ke dalam namun terhalang oleh pelindung arena.
Wasit melompat masuk ke dalam arena dan memeriksa kondisi Leon dari tim Landa, lalu dia menggelengkan kepalanya dan menyilangkan kedua tangannya menandakan bahwa Leon yang sedang terbaring itu sudah mati.
“Pertarungan Leon melawan Leon, pemenangnya adalah Leon karena Leon yang satunya sudah tidak hidup..! Dengan ini, tim Lainard mendapatkan 1 poin” ucap wasit yang sedikit kebingungan dengan ucapannya sendiri.
Setelah pelindung arena dilepaskan, Xion berlari dan menghampiri Leon yang terbaring di lantai.
Mengetahui dengan pasti bahwa teman baiknya sudah mati, dia pun berdiri dan menatap tajam Leon dari tim Lainard dan berkata “Aku akan membunuhmu..!”.
Xion menetap di sisi arena dan sudah sangat siap untuk bertarung melawan Leon.
“Hoo, kau ingin membunuhku? Silakan saja kalau kau memang mampu” jawab Leon santai sambil menambang emas di hidungnya dengan jari kelingking.
__ADS_1