
** Re: Atribut sihir Time didapatkan dan sudah ditingkatkan hingga level 2 dengan sisa poin saat ini 1.570.
"Itu sudah cukup untuk saat ini" ucap Leon, lalu dia masuk ke dalam gerbang teleportasi.
Di sisi Zimos..
"Tuan, Alfred dan 1999 pasukan lainnya telah lenyap, aku tidak bisa mendeteksi residu energi sihirnya dari sini" ucap sekretaris asosiasi.
"Bagaimana bisa? Apa kau sudah mencoba cara lain?" tanya Zimos.
"Aku dan seluruh anggota timku sudah mencoba semua cara yang kami milik, tapi tidak ada satupun residu energi yang meresponsnya, dan kemungkinan paling besarnya adalah mereka sudah mati" jawab sekretaris asosiasi.
"Tidak mungkin..! Bagaimana bisa pasukan sebanyak itu tidak ada satupun yang selamat?" Zimos sangat kesal mendengarnya.
"Tuan Zimos, apakah mungkin anak itu mengetahui rencana Anda? Dan dia datang untuk melenyapkan mereka semua" tanya sekretaris asosiasi.
"Kalaupun dia sudah tahu, tidak mungkin dia bisa mengalahkan semua pasukan itu begitu saja..! Aku memang mengakui kekuatannya saat di turnamen sampai-sampai aku ingin mencuri itu darinya, tapi, tidak mungkin juga dia bisa mengalahkan semuanya sekaligus..!" Zimos masih berpikir kalau kekuatan yang dimiliki Leon itu sudah berada di tangannya, membunuh 2000 orang dengan level 8 sekaligus itu sangatlah mudah.
Tapi, jika itu masih ada di tangan Leon, tidak mungkin dia bisa melakukan hal itu.
Sungguh pemikiran yang sangat kolot dari Zimos.
"Tuan, aku akan menyarankan agar lebih baik kita mempersiapkan segalanya untuk kedatangan bocah itu..! Aku takut, kemungkinan terburuknya adalah dia akan mendatangi asosiasi secara langsung untuk membalas dendam" ucap sekretaris asosiasi yang memperingati Zimos.
__ADS_1
"Kau terlalu banyak berpikir, mana mungkin dia berani nekat seperti.." tak sempat Zimos menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba terdengar sebuah dentuman keras dari halaman utama asosiasi sihir dunia.
"Boom.." sebuah portal teleportasi pun terbuka dan menghempaskan energi yang sangat kuat dari dalamnya sehingga orang-orang yang berada di dekatnya langsung terpental jauh dan hal itu pun langsung membuat seluruh asosiasi berada dalam kewaspadaan penuhnya.
Tak lama kemudian Leon yang masih dengan mode kemarahannya, muncul dari dalam portal tersebut.
Saat portal teleportasi milik Leon tertutup, dia langsung dihadapkan dengan 200 ribu pasukan ksatria sihir dengan kekuatan level 8 di berbagai arah.
Mereka adalah pasukan yang diberikan oleh kerajaan-kerajaan yang berada di pihak Zimos dan menjadi kaki tangannya termasuk kerajaan Jalec.
"ZIMOOOOOS..!" teriak Leon memanggil nama ketua asosiasi sihir dunia yang menjadi dalang pembunuhan ibunya.
"ZIMOOOOOS..! Keluar atau aku musnahkan tempat ini denganmu..!" teriak Leon yang sudah hampir kehabisan sabarnya.
"Syut.. syut.. boom.. boom.." serangan mereka tidak ada yang bisa mengenai Leon.
Bahkan, semua sihir itu menghilang ketika berjarak 10 meter dari Leon.
"Kalian.. semut-semut kotor kacung Zimos, tidak pantas hidup di dunia ini..!" Leon lalu mengarahkan tangan kanannya kepada pasukan itu dengan membentuk seperti sedang mencekik.
"Matilah, Self destruct..!" Leon langsung mengepalkan tangan kanannya setelah mengucapkan sihir.
"Craaat... boom.. boom.. boom.." ledakan demi ledakan terjadi pada tubuh para ksatria sihir itu hingga darah pun membanjiri tanah dan membuat hujan dari darah yang bermuncratan.
__ADS_1
"Boom.. boom.. boom.." Ledakan masih terus terjadi dan dalam waktu 20 detik, pasukan ksatria sihir itu hanya tersisa 3 orang saja karena Leon ingin membuat Zimos keluar dari persembunyiannya.
"Zimos, aku akan memberikanmu waktu dalam hitungan 3 ksatria sihir ini, satu persatu akan aku ledakan tubuh mereka dan jika sampai mereka semua mati kau tidak juga keluar, aku akan musnahkan seluruh asosiasi ini..!" ucap Leon.
"Satu.."
"Boom.."
"Dua.."
"Boom.."
"Ti.." akhirnya Zimos memutuskan untuk muncul di hadapan Leon setelah merasa sangat diremehkan olehnya.
"Bocah, ketahuilah tempatmu..! Dimensia prison..!" Zimos langsung mencoba untuk mengurung Leon di dalam sebuah sihir dimensi.
"Zzzeepp.." sihir itu langsung melahap seluruh tubuh Leon dan membuat Zimos merasa sudah menang.
"Heh, masih bocah saja sudah berani melawan asosi.." Zimos terkejut saat melihat Leon yang tidak termakan oleh sihir kurungan dimensinya.
Malah, sihir itu yang terlihat dilahap oleh Leon.
"A-apa yang terjadi? Kekuatan yang sangat mengerikan, dan kau membuatku semakin yakin untuk mencuri kekuatan itu..!" bukannya meminta maaf, tapi Zimos malah semakin bersemangat dan percaya diri untuk merebut kekuatan Leon.
__ADS_1
"Kau.. kau sudah membunuh ibuku..!" ucap Leon dengan nada yang terdengar pilu.