
Keesokan harinya..
Leon kembali berkunjung ke markas militer mencari Wang Xie untuk menepati janjinya.
Tapi, saat ini Wang Xie sedang rapat strategi bersama para komandan perang di pangkalan utama militer kerajaan Zhang.
Akhirnya, Leon pun memutuskan untuk berkeliling dan melihat-lihat kekuatan para pasukan yang sedang berlatih di sana.
“Hmm, benar-benar buruk..! Pantas saja mereka tidak bisa mempertahankan wilayah” ucap Leon.
Tapi, seorang anggota militer yang belum pernah bertemu dengan Leon sebelumnya secara tidak sengaja mendengar ucapannya barusan, dan langsung saja mendatangi Leon untuk menghajarnya.
“Bocah, kau bilang apa barusan?” tanya anggota militer yang bernama Zhu Gong itu.
“Hmm? Memang seperti itu kondisinya, ‘kan?” jawab Leon dengan santainya.
“Berisik..! Kau hanya bocah, tahu apa soal kekuatan?” bentak Zhu Gong.
Tak lama, muncul seseorang yang saat itu kebetulan hadir dalam acara pelantikan gelar Wang Xie sebagai pahlawan.
Dia langsung menyadari bahwa Leon adalah murid inti yang diangkat langsung oleh Wang Xie tanpa ujian apapun.
“Eh, bukankah kau muridnya komandan Wang?” tanya seorang wanita muda dengan paras cantik, tubuh ramping, rambut lurus terawat, dan aroma tubuh yang menggoda.
Dia adalah Erica Wang, seorang sekretaris pangkalan militer yang bekerja di bidang administrasi dan suplai pasukan.
“Cih, ternyata kau hanya seorang murid?” cibir Zhu Gong.
“Zhu Gong, apa kau tidak tahu dia diangkat menjadi murid komandan Wang tanpa ujian apapun?” tanya Erica Wang dengan tatapan sinis.
“Ah? Tanpa ujian? Itu mustahil..!” bantah Zhu Gong lalu dia melihat kembali ke arah Leon yang sedang tersenyum seolah mengejeknya.
“Bocah..! Berapa umurmu?” tanya Zhu Gong.
“Hmm, aku masih 14 tahun kok” jawab Leon santai.
Jawaban itu membuat Zhu Gong semakin tidak percaya dengan apa yang didengarnya, “Jika memang di usia itu dia diangkat menjadi murid komandan Wang, dia pasti bukan orang biasa..!” pikirnya.
__ADS_1
“Katakan, apa hubunganmu dengan komandan Wang..!” tanya Zhu Gong kembali.
“Haduuh, kau ini terlalu banyak tanya ya..! Sudahlah, aku lelah menjawabnya..!” ucap Leon lalu dia berdiri mendekati Erica Wang.
“Lebih baik aku bermain dengan gadis cantik ini..!” ucap Leon mulai mengabaikan Zhu Gong.
“Bocah sialan..! Sebelum aku mengetahui hubungan apa yang kau punya dengan komandan Wang, aku akan menahan diri untuk tidak menghajarmu..! Oh tapi..” lalu Zhu Gong terpikirkan cara kotor untuk memberikan bocah yang sombong itu pelajaran.
Dia memberikan wajah kesal lalu berbalik dan berjalan menuju camp pelatihan regu yang lain, mencari bantuan untuk menghajar Leon ketika waktunya tiba.
“Kau, sudah lama bekerja di militer, ‘kan? Ada satu hal yang membuatku penasaran” tanya Leon kepada Erica.
“Ada apa?” ucap Erica Wang.
“Kenapa setiap murid yang direkrut oleh Wang Xie sepertinya dianggap sangat hebat, bahkan istimewa?” tanya Leon penasaran.
“Ah, kau tidak tahu tentang hal itu meski kau salah satunya? Apa kau tidak berasal dari sini?” tanya Erica Wang.
“Mmm..” Leon menganggukkan kepalanya.
“Hmm, biasanya aku akan langsung waspada, tapi karena kau muridnya komandan Wang, aku akan percaya padamu..!” Erica pun duduk di sebuah kursi yang tersedia di depan camp pelatihan yang diketuai oleh Zhu Gong.
“Setiap murid yang direkrut oleh komandan Wang memang istimewa, karena mereka semua pasti memiliki kemampuan garis keturunan..! Di akademi beladiri memang ada 2 orang guru yang tingkat kekuatannya sudah mencapai immortal, tapi, yang bisa melihat potensi kemampuan garis keturunan seseorang, hanya komandan Wang Xie saja” sambung Erica Wang.
“Mmm, tapi, tingkat kekuatan dan jenis kemampuan garis keturunan mereka berbeda-beda..! Contohnya komandan Wang, kemampuan untuk meningkatkan kekuatan dan Xu Liao untuk menggunakan jurus dari keturunan pembunuh naga” jelas Erica Wang.
“Dan mereka yang direkrut oleh komandan Wang, sudah pasti akan menjadi murid inti dan kemudian menjadi kapten di sebuah regu pasukan militer kerajaan” sambung Erica Wang sambil melihat ke arah camp pelatihan di depannya.
“Oh dan satu hal lagi, mereka yang menjadi kapten akan diberi tanggung jawab untuk melatih semua bawahannya” tambah Erica Wang.
“Hoo, berarti, aku juga akan menjadi seorang kapten? Karena aku juga seorang murid inti dan aku bisa melatih mereka semua” ujar Leon sambil tersenyum.
“Hanya jika kau lulus dari akademi beladiri kerajaan Zhang” jawab Erica Wang.
“Haha, benar-benar merepotkan..! Bagaimana jika aku bisa mengalahkan salah satu kapten regu?” tanya Leon kembali.
“Kau bisa menggantikan posisinya, tapi, untuk mengalahkan kapten yang sudah memiliki banyak pengalaman bertarung itu akan sangat sulit, terutama untuk kau yang bahkan belum lulus dari akademi beladiri” sergah Erica Wang meragukan perkataan Leon.
“Hoo, ternyata bisa seperti itu? Oke, kalau begitu..” Leon berdiri lalu berjalan menuju camp pelatihan yang dikomandani oleh Zhu Gong setelah diberitahu arahnya oleh Erica.
“Eh kau, jangan-jangan?” Erica Wang berdiri dari duduknya tapi tidak menghentikan langkah Leon karena dia juga ingin melihat seberapa besar kemampuannya setelah membual seperti itu.
__ADS_1
Sesampainya disana, Leon melihat para prajurit yang sedang berlatih dan ada beberapa dari mereka yang sedang adu kekuatan.
“Hehe, aku ingin melihat ekspresi orang itu saat tahu kalau aku mengambil alih jabatannya”
Dia berjalan masuk dan berdiri di depan lalu berkata, “Ehem, perhatian semuanya..! Mulai hari ini, aku adalah kapten kalian..!”.
Tapi, karena penampilan Leon yang masih bocah, tak ada satupun yang menghiraukannya.
“Hmm, seperti yang sudah diduga dari prajurit sampah” ucap Leon dengan lantang agar mereka semua mendengarnya.
Mendengar perkataan seperti itu yang keluar dari mulut seorang bocah, ada 2 orang dengan tubuh kekar dan wajah yang garang langsung menghampiri Leon.
“Aku tidak peduli kau masih bocah atau tidak, tapi, kalau kau menghina kami, aku akan memberikanmu nina bobo yang paling mengerikan..!” ucap salah satu prajurit.
“Hoo, memangnya kau bisa? Aku jadi penasaran” ucap Leon yang malah menantang mereka.
“Kau.. Oh ternyata kau sudah bosan hidup..! Kalau begitu ikut aku ke arena..!” ucap salah satu prajurit yang mendatangi Leon tadi.
Leon pun mengikutinya dengan langkah yang tenang dan ekspresi santai seperti biasanya.
Semua prajurit yang sedang berlatih pun berhenti dan langsung mengerumuni arena adu kekuatan di camp mereka.
“Woah, bocah itu benar-benar punya nyali”
“Meski aku kagum dengan mentalnya, tapi aku tetap mengasihani bocah itu”
“Kak Xu, jangan terlalu kasar kepadanya..! Kasihan nanti dia tidak punya masa depan”
Semua prajurit tidak ada satupun yang mendukung Leon, dan itu adalah hal yang wajar karena Leon memang bukan bagian dari mereka.
“Kalau kau sudah siap, majulah..!” ucap Leon.
“Baiklah.. jangan salahkan aku jika kedua tanganmu patah..!” jawab prajurit yang bernama Xu Jiang.
Dia adalah wakil kapten di regu tersebut dengan kekuatan tingkat menengah tahap keempat.
“Wush.. Wush.. Wush..” pukulan demi pukulan dilayangkan ke Leon tapi semuanya bisa dengan mudah dihindari olehnya.
“Hmm, pukulanmu tidak buruk, tapi hanya segini tidak akan cukup untuk turun ke medan tempur” ucap Leon sembari tetap menghindari semua serangan Xu Jiang.
“Bacot..! Memangnya kau sendiri bisa apa selain menghindar?” bentak Xu Jiang.
__ADS_1
“Hehe, terima kasih sudah bertanya” lalu Leon mengubah posisi tubuhnya menjadi lebih rendah dan dengan kecepatan tinggi, pukulan tangan kanannya menghantam dagu Xu Jiang hingga tubuhnya terpental ke udara setinggi 10 meter.