The Absolute System

The Absolute System
Kekuatan Raja Yang Sebenarnya!


__ADS_3

Sontak saja pembunuh bayaran yang bernama Moris itu melompat ke depan dan kembali melihat ke arah tubuh Leon yang terbelah tadi setelah sekilas melihat ke arah belakangnya.


“Ti-tidak ada? Lalu, apa yang aku potong tadi?” dengan kebingungan yang luar biasa, Moris langsung melarikan diri untuk mencari tempat bersembunyi.


Leon tidak mengejar dan membiarkannya pergi untuk sementara.


Setelah merasa berhasil kabur dari Leon, Moris bersembunyi di balik sebuah batu besar dan bersandar di sana.


“Si-siapa sebenarnya bocah itu? Selain dia bisa mengecohku dengan ilusi yang bahkan tidak bisa aku sadari, dia juga bisa tahu keberadaanku” ucap Moris dengan nada gemetaran dan nafas yang terengah-engah.


Dia sendiri adalah praktisi sihir level 5 dan selama dia menjadi pembunuh bayaran, tidak pernah dia menemui orang yang bisa membuatnya terjebak dalam ilusi seperti tadi.


“Benar-benar mengerikan..! Pantas saja mereka berdua bisa kalah” ucapnya sambil mengatur nafas agar normal kembali.


Dia mencoba mengatur strategi agar bisa menjalankan misinya tanpa terbunuh oleh Leon.


“Halo om Moris..!” tiba-tiba saja Leon sudah berjongkok di atas batu yang menjadi tempat persembunyiannya, dan tentu saja itu sangat mengejutkan sampai-sampai dia langsung mengayunkan belati yang sedang dipegangnya ke segala arah.


Moris akhirnya memutuskan untuk melawan Leon karena misinya harus segera diselesaikan sebelum waktu turnamen ini habis, atau Titus akan mengeksekusi mati dirinya.


“Heh, kau benar-benar bisa membuatku terkejut..! Tapi, permainanmu sekarang sudah berakhir” Moris menggigit jempolnya lalu membuat sebuah simbol di telapak tangannya.


“Keluarlah, Phoenix api raksasa..!” teriak Moris, dan sesaat kemudian seekor burung Phoenix dengan kekuatan level 7 keluar dari tubuhnya.


“Habisi bocah itu..!” perintah Moris.


Tapi, daripada menyerang, burung besar itu malah terlihat takut kepada Leon dan tidak mau menyerang.


“Ada apa om? Kenapa burungnya malu-malu begitu?” tanya Leon sambil tersenyum tipis dengan lensa mata yang sudah berwarna merah.


“Phoenix, apa yang kau lakukan? Cepat bakar bocah sialan itu..!” Moris masih berusaha untuk memerintahkan burung api besar itu.


Tapi, tetap saja tidak bisa membuat Phoenix mematuhinya meskipun dia adalah roh monster peliharaan Moris.

__ADS_1


Moris benar-benar kebingungan dibuatnya.


Pertama, dia terjebak dalam ilusinya Leon dan sekarang peliharaannya yang paling loyal tidak mau mendengarkan perintahnya.


Semua terjadi setelah dia berurusan dengan Leon.


“Siapa sebenarnya bocah sialan ini?” Moris melihat Leon dengan tatapan yang sangat kesal.


Lalu, tubuh Moris bergemetaran hebat setelah melihat mata yang dimiliki Leon.


“I-itu..! Apa mungkin mata itu..” Moris ternyata mengetahui tentang gelar King of Monsters dengan ciri-ciri mata yang merah bukan karena iritasi ringan, melainkan aliran energi sihir murni yang memenuhi lensa matanya sehingga membuatnya bisa melihat dalam jarak tertentu.


Leon melompat turun dari batu besar lalu berjalan mendekati Moris yang sedang membatu.


“Aku tahu kau itu pembunuh bayaran yang dikirim oleh akademi Jalec setelah aku mengalahkan kedua murid andalan mereka..! Tapi, apakah masih ingin melanjutkan misimu itu setelah mengetahui dengan siapa kau berhadapan?” ucap Leon sambil tersenyum tipis.


Setiap langkah yang diambil Leon, membuat tubuh Moris semakin gemetaran karena rasa takut setelah melihat aura yang dipancarkan olehnya.


“Lu-luar biasa..! Hanya dengan berjalan saja sudah membuatku kehilangan semangat bertarung” ucap Moris dengan tatapan yang tidak berkedip.


“Hilang sudah aura mengerikan yang berganti menjadi aura menggelikan..!” gumam Moris.


“Meskipun aku takut, tapi aku tidak punya pilihan lain karena yang mana saja tetap sama..! Melawanmu aku akan mati, dan kembali tanpa membunuhmu juga aku akan mati oleh orang itu” ucap Moris yang akhirnya memaksakan dirinya untuk berdiri dan berhadapan dengan Leon.


“Hmm, baiklah..! Karena kau bukanlah salah satu dari tim peserta, aku akan menunjukkan kepadamu kekuatan sesungguhnya raja para monster” ucap Leon.


Secara mendadak, langit menjadi sangat gelap, udara dipenuhi dengan hawa panas yang menyesakkan.


Aura yang dirasakan pun sungguh mencekam dan membuat semua orang yang terperangkap di dalam jaraknya merasakan keputusasaan, yang mana jaraknya kini mencapai seluruh hutan kematian dengan luas keseluruhan 60 kilometer.


Kini tubuh Leon melayang dan sudah dipenuhi oleh aura berwarna merah darah yang memusnahkan semua yang disentuhnya.


Seluruh matanya pun tertutupi dengan aura merah darah tersebut yang membuatnya semakin terlihat mengerikan.

__ADS_1


“Gelegar.. Gelegar..” petir dengan kekuatan terbesar dalam sejarah menyambar-nyambar di atas langit hutan kematian seolah-olah akan terjadi sebuah bencana besar yang akan memusnahkan area tersebut dalam sekejap.


“Sekarang, apa yang akan kau lakukan?” tanya Leon dengan suara yang terdengar seperti monster.


 


 


Di sisi tim lain yang juga terperangkap dalam kekuatan tersebut..


“A-apa yang terjadi?”


“Monster apa yang sedang mengamuk?”


“A-aura ini..”


“Tekanan energi sihir yang sangat kuat, aku tidak bisa bernafas..!”


Mereka yang sedang bertarung, seketika itu juga menghentikan kegiatan mereka dan melihat ke arah langit yang seakan mengamuk dengan tatapan ketakutan.


“Ibu, aku takut..!” ucap Moris yang tidak terasa, celananya sudah basah karena air seni yang mengucur deras tak bisa ditahan olehnya.


Karena tidak bisa menahan tawanya, Leon pun menghentikan kegiatan menakut-nakutinya dan dia langsung tertawa terbahak-bahak.


Semua orang yang masuk ke dalam area kekuatan Leon tadi, bisa bernafas dengan normal karena sudah tidak ada lagi tekanan.


“Haha, pembunuh bayaran mana yang mengompol seperti itu?” ucap Leon tertawa sambil menunjuk ke arah celana Moris yang basah.


Moris tidak bisa berbicara karena masih merasa ketakutan yang membekas di ingatannya.


“Sekarang, apakah kau masih ingin melanjutkannya?” tanya Leon.


“A-aku, aku, aku.. tidak mau” jawab Moris terbata-bata dengan ekspresi wajah yang masih ketakutan.

__ADS_1


“Kalau begitu, berhenti mengikutiku dan katakan pada orang yang menyuruhmu, jangan pernah berpikiran untuk berurusan dengan raja para monster..!” lalu Leon melompat ke atas pohon dan meninggalkan Moris yang masih syok.


__ADS_2