
Leon dan Steward Han pun tiba di kediaman keluarga Han dan langsung disambut oleh seorang paruh baya dan satu laki-laki yang masih muda serta seorang gadis cantik yang langsung memeluk Steward Han.
Leon hanya bisa tersenyum kecut melihat sambutan seperti itu.
“Perkenalkan, ini adalah ayahku Jack Han, dan ini adikku Xiao Han, dan ini pacarku Meng Yao” ucap Steward Han sambil menunjuk ke arah masing-masing orang itu.
“Stewie, kenapa lama sekali pulangnya?” tanya gadis cantik yang bernama Meng Yao itu.
“Haha, Meng Yao, aku ada urusan darurat di ibukota Liu Yun, jadi, baru bisa pulang hari ini” jawab Steward Han.
“Huh, memang dasar kau saja yang tidak rindu kepadaku..! Anak ini...” ucap Meng Yao sambil melihat ke arah Leon yang berdiri di belakang Steward Han dengan penampilan kumuh dan tingkat kekuatan yang sama sekali tidak bisa dirasakan olehnya.
“Oh perkenalkan, namaku Leon” jawab Leon sambil mengulurkan tangannya, namun Meng Yao hanya menatapnya jijik dan tidak ingin menyambut jabat tangan dengannya.
** Re: Kalau aku jadi Anda\, aku pasti sudah memukul wajahku sendiri karena ditolak mentah-mentah seperti ini!
Leon hanya tersenyum kecut mendengar ucapan Sistem yang sangat tajam seperti itu.
“Stewie, kenapa bocah kumuh ini kau bawa ke sini? Tingkat kekuatannya saja tidak terasa, memangnya kita sedang kekurangan pelayan?” tanya Meng Yao sinis.
Karena tidak ingin terjadi suasana yang canggung, Steward Han pun langsung menyuruh Leon untuk melihat ke dalam area pelatihan beladiri di kediaman keluarganya tanpa menghiraukan pertanyaan dari Meng Yao tadi.
Area pelatihan itu sungguh sangat luas sampai bisa menampung 10 ribu orang di dalamnya dalam satu waktu.
Tapi, Leon tidak terlihat terkejut dan malah memberikan ekspresi datar seolah-olah itu bukanlah hal yang luar biasa di sini.
“Bocah, sebenarnya tujuanku membawamu kemari karena aku sangat penasaran dengan tingkat kekuatanmu..!” ucap Steward Han.
“Hoo, memangnya kenapa?” tanya Leon dengan nada yang santai.
Dari semua orang yang pernah dia temui, Leon adalah orang pertama yang tingkat kekuatannya tidak bisa dilihat oleh Steward Han.
Atas dasar itulah dia ingin membawa Leon ke tempat pelatihan keluarganya untuk menguji kemampuannya.
Lalu, sambil tersenyum Steward Han memanggil 3 orang murid dengan kekuatan tingkat menengah tahap keempat yang merupakan murid terkuat di sini.
“Guru..!” teriak ketiga murid tersebut saat mendekati Steward Han.
“Haha, jadi maksudmu kau ingin aku melawan mereka bertiga?” tanya Leon untuk memastikan, sedangkan ayah dan adiknya Steward Han menganggukkan kepala mereka karena mengerti sifat Steward Han jika sudah penasaran dengan suatu hal.
Steward mengangguk kan kepalanya lalu menyuruh murid-murid yang lain berhenti sejenak agar memberikan ruang untuk Leon dan ketiga muridnya itu.
Ketiga murid Steward Han terlihat jelas sangat meremehkan Leon karena mereka juga tidak bisa merasakan tingkat kekuatannya.
“Guru, apa Anda tidak salah memilih lawan berlatih kami?” tanya salah satu murid.
Steward Han tak menjawab pertanyaan itu dan hanya menyuruh mereka untuk segera memulai pertarungannya.
“Haha, aku tidak tahu kalau orang-orang di kota ini menyambut tamu dengan menyuruh mereka bertarung” ucap Leon yang masih terlihat santai dan akhirnya pertarungan latih tanding pun dimulai.
ketiga murid Steward Han langsung berlari menyerang ke arah Leon dengan cepat.
Tapi, bagi Leon gerakan mereka masih sangat lambat bahkan dia bisa menghindarinya tanpa menggunakan kekuatan sihir sedikitpun.
“Braaakk.. Braaakk.. Boom..” serangan demi serangan dari ketiga murid itu dilancarkan sampai-sampai lantai dari tempat pelatihan beladiri hancur tapi tidak ada satupun yang berhasil mengenai Leon.
Tentu saja hal itu membuat murid-murid yang lainnya termasuk Meng Yao dan Steward Han terkejut.
Jelas sekali mereka tidak bisa merasakan tingkat kekuatan dari Leon, dan mereka menilai bahwa orang seperti itu tidak lebih baik dari sampah.
Tapi, bahkan orang yang mereka anggap seperti itu bisa dengan mudah menghindari serangan dari ketiga murid terkuat di keluarga Han, sampai akhirnya mereka bertiga sudah terlihat kelelahan.
“Sistem, sebenarnya dunia apa ini? Kenapa nama dan gaya bertarung mereka mirip dengan duniaku sebelum aku mati?” tanya Leon.
** Re: Mungkin memang ini mirip dengan dunia Anda terdahulu.
“Kenapa jawabanmu kurang memuaskan sih?” ucap Leon.
** Re: Sudahlah\, untuk sementara Anda nikmati dan jalani saja dulu kehidupan di sini dan jangan banyak bertanya karena aku pun tidak punya banyak jawaban tentang dunia ini.
Leon pun tertegun sejenak dan setuju dengan apa yang dikatakan oleh Sistem.
Hingga akhirnya, “Wind blade..!” ucap Leon.
“Syut.. Prang..” pedang para murid yang berlatih tanding dengan Leon pun terbelah menjadi 2 bagian tanpa disentuh olehnya.
Lagi-lagi, semua orang dibuatnya terkejut dan keheranan, seni bela diri apa yang digunakan Leon sampai bisa membelah pedang dengan kualitas tinggi dari keluarga Han tanpa harus menyentuhnya.
Steward Han pun semakin tertarik dengan tingkat kekuatan Leon, dia baru pertama kali melihat kekuatan seperti itu.
“Bocah, apa yang baru saja kau lakukan?” tanya Steward Han penasaran.
“Hmm? Bukankah kalian juga bisa melakukan ini?” tanya Leon, tapi Steward Han malah terlihat kebingungan.
** Re: Cara kerja kekuatan di dunia ini sangat berbeda dari dunia sebelumnya!
** Re: Jika di dunia sebelumnya disebut sebagai mana\, di dunia ini dikenal dengan sebutan Qi.
** Re: Qi hanya bisa digunakan melalui senjata yang mereka pegang agar mencapai potensi maksimalnya.
** Re: Jika digunakan tanpa senjata\, itu hanya akan cukup untuk memperkuat pertahanan tubuh mereka sendiri atau membuat tubuh lawan terpental tapi tidak sampai bisa membelah pedang bahkan dengan kualitas rendah sekalipun.
Leon sekarang mengerti, tingkat kekuatan Unknown yang melekat pada dirinya bukan karena dirinya lemah, tapi karena ia terlalu kuat untuk dunia ini.
Pertarungan pun dihentikan oleh Steward Han, dan sebagai gantinya, dia sendiri yang akan mencoba untuk melawan Leon.
“Oi, apa kau yakin? Kalau kalah dariku di depan mereka semua, kau akan menanggung rasa malu yang hebat” tanya Leon sambil tersenyum mengejek.
Mendengar ucapannya yang meremehkan itu, semua murid di sana merasa sangat kesal dan ingin segera menghajarnya, tapi Steward Han menghentikan mereka dan menyuruh Leon untuk menyerangnya lebih dulu.
“Haha, kau yang meminta ya..! Speed up..! Kalau begitu, aku mulai sekarang” ucap Leon.
“Zzzeeppp...” dalam satu kedipan mata, kini Leon sudah berada tepat di hadapan Steward Han dan siap untuk mendaratkan pukulan tangan kanannya.
“Boom...” pukulan yang menghantam ulu hati Steward Han terdengar seperti sebuah pistol yang ditembakkan.
Tubuh Steward Han langsung terpental ke belakang dan menghantam tembok dengan sangat kuat.
Beruntung dia sempat mengalirkan Qi ke seluruh tubuhnya sehingga kerusakan yang diterimanya tidak terlalu mematikan.
__ADS_1
“S-s-s-sekali pukulan...” semua orang termasuk Meng Yao membuka mulut mereka lebar-lebar seolah-olah akan terlepas dari rahang saat melihat yang baru saja terjadi.
Steward Han yang merupakan kebanggaan kota ini karena menempati tingkat kekuatan tertinggi bisa dikalahkan hanya dengan sekali pukul oleh seorang bocah yang tidak diketahui asal usulnya.
Leon pun tertawa terbahak-bahak karena ia merasa perjalanan hidupnya di dunia ini akan sangat mudah dengan kekuatan yang dimilikinya.
Melihat guru mereka dihancurkan seperti itu, semua murid keluarga Han pun rasanya ingin membunuh Leon, tapi apa daya mereka tidak akan mungkin bisa melakukannya.
Leon kemudian berjalan mendekati Steward Han dan, “Glek..” dia meminumkan pil penyembuhan 100 persen kepada Steward Han.
“Sialan..! Apa yang kau lakukan kepadanya?” teriak Meng Yao membentak Leon.
Tapi, Leon hanya menaruh telunjuk tangan kanannya di depan bibir dan mengisyaratkan kepada Meng Yao untuk tidak terlalu berisik.
Tak lama kemudian, Steward Han berdiri dan melompat-lompat keheranan karena efek dari pil penyembuhan itu terlalu luar biasa.
Sebelumnya dia merasa kalau tubuhnya tidak akan mampu menahan kerusakan dari pukulan Leon lebih lama lagi, tapi, setelah meminum pil penyembuhan itu, rasa sakit itu menghilang tanpa jejak seperti tak pernah terjadi apapun kepadanya.
Lagi-lagi, semua orang termasuk ayah dan adiknya Steward Han pun membelalakkan mata mereka karena ini baru pertama kalinya ada obat yang sehebat itu.
Bocah yang mereka lihat itu benar-benar penuh dengan kejutan dan tidak bisa diremehkan.
“Tuan, obat apa yang Anda berikan kepadaku?” tanya Steward Han penasaran sambil berjalan mendekat kepada Leon.
Namun, Leon tidak mau menjawabnya dan hanya memberikan senyum tipis.
“Sekarang, apa kau masih penasaran denganku?” tanya Leon.
Steward Han menggelengkan kepalanya, kini sikapnya menjadi lebih ramah dan hormat kepada Leon dan malah terlihat seperti seorang guru dan murid, hanya saja, Steward Han lah muridnya.
Semua orang kini menganggap Leon bukanlah orang sembarangan yang kekuatannya masih belum bisa dipastikan sampai sekuat apa.
“Tuan, jika Anda sekuat ini, bagaimana bisa aku tidak merasakan aura tingkat kekuatan Anda?” tanya Steward Han dengan sangat sopan.
Jack Han, Xiao Han, dan juga Meng Yao menganggukkan kepala mereka karena sependapat dengan Steward Han.
Leon tidak tahu harus bagaimana menjelaskannya karena mereka pasti tidak akan mengerti.
Akhirnya Leon pun berbohong dengan mengatakan bahwa dia sudah mempelajari teknik menyembunyikan tingkat kekuatan agar tidak mendapatkan banyak masalah yang bisa menghambatnya.
Steward Han dan yang lainnya pun percaya dengan ucapannya karena sudah melihat sendiri apa yang bisa dilakukan olehnya.
Jack Han berpikir, anaknya yang sudah berada di tingkat ahli spiritual tahap keenam saja bisa dengan mudah dikalahkan olehnya.
Itu artinya, Leon setidaknya berada di tingkat penguasa jiwa tapi belum diketahui pada tahap berapa.
“Terima kasih sudah berbelas kasih karena sikapku yang tidak sopan tadi, tuan..” Steward baru ingat, dia belum mengetahui nama orang yang telah mengalahkannya seperti anak kecil itu.
“Leon, panggil saja aku Leon” jawab Leon sambil berjalan kembali ke pintu keluar.
“Baiklah, kalau sudah tidak ada lagi yang mau kau pertanyakan, aku akan pergi sekarang” ucap Leon.
Tapi, Steward Han kemudian berusaha meyakinkan Leon untuk tinggal dan menjadi bagian dari keluarga Han untuk suatu tujuan.
Yaitu, untuk mengikuti turnamen kekuatan di ibukota kerajaan Liu Yun yang akan diadakan setiap 2 tahun demi menaikkan nama besar keluarga Han, dan turnamen itu akan dilaksanakan dalam waktu kurang dari 3 bulan lagi.
Dengan memenangkan setidaknya posisi ketiga dalam turnamen itu, nama keluarga Han akan mulai dikenal luas yang sudah pasti akan mendatangkan lebih banyak orang lagi untuk mendaftar menjadi murid beladiri di keluarganya.
“Jadi, kalau aku memenangkan turnamen ini, aku bisa menyimpan setengah dari hadiahnya?” tanya Leon.
Hadiah yang akan didapatkan dari turnamen ini adalah:
Juara 1 = uang 1 juta koin emas dan artefak yang bisa membantu meningkatkan kekuatan Qi serta kesempatan untuk menjadi murid inti dari akademi beladiri kerajaan Liu Yun.
Juara 2 = uang 750 ribu koin emas dan kesempatan untuk menjadi murid inti dari akademi beladiri kerajaan Liu Yun.
Juara 3 = uang 500 ribu koin emas.
Jadi, setiap setahun sekali, akan ada 2 murid inti baru yang akan bergabung dengan akademi beladiri kerajaan Liu Yun.
“Omong-omong, memangnya sehebat apa kerajaan Liu Yun itu?” tanya Leon penasaran kenapa kerajaan ini seperti ditinggi-tinggikan oleh orang-orang di kota teratai embun ini.
“Ah, Anda bercanda atau sedang menguji aku, tuan?” tanya Steward Han kebingungan.
Kalau memang Leon tidak tahu tentang kehebatannya, berarti dia bukan berasal dari kerajaan Liu Yun.
“Aku tidak sedang bercanda, aku memang belum tahu seperti apa kerajaan Liu Yun yang kau bicarakan” ucap Leon.
Dengan pernyataan seperti itu, semua orang pun menaikkan kewaspadaan mereka karena mengira Leon dikirim oleh kerajaan lain untuk memata-matai kekuatan yang dimiliki kerajaan Liu Yun.
Meng Yao adalah orang pertama yang maju dan mengatakan dengan lantang bahwa kemungkinan Leon adalah mata-mata dari kerajaan Wei.
Kerajaan Wei memang terkenal sebagai negeri angin karena sebagian besar praktisi beladiri di sana menggunakan Qi mereka untuk menguasai teknik langkah angin yang memungkinkan mereka bergerak lebih cepat dari praktisi beladiri di kerajaan lainnya.
Hal itu juga yang ditunjukkan oleh Leon yang membuatnya dicurigai berasal dari sana.
Lalu, Leon menjelaskan bahwa dia bukanlah mata-mata dari kerajaan manapun.
Terlebih, jika memang dia seorang mata-mata, untuk apa dia menyembuhkan menyembuhkan kembali Steward Han yang sudah terluka dan dengan kekuatan sebesar itu dia bisa saja dengan mudah menghancurkan keluarga Han, tapi itu tidak dilakukannya yang akhirnya membuat mereka percaya.
Steward Han pun menjelaskan bahwa kerajaan Liu Yun adalah salah satu dari 3 kerajaan yang menguasai benua ini.
Hanya saja, sejak dulu memang ketiga kerajaan ini tidak pernah akur dan rentan sekali dengan peperangan antar kerajaan.
Sehingga setiap kerajaan mencari cara untuk meningkatkan kekuatan militer mereka dan juga kekuatan perekonomiannya untuk bersiap jikalau suatu saat akan terjadi peperangan kembali.
Untuk itulah turnamen kekuatan ini dilakukan oleh kerajaan Liu Yun, demi memperkuat militer mereka.
Dari penjelasan tersebut, Leon akhirnya berpikir kalau mungkin tidak ada salahnya jika dia menerima tawaran dari Steward Han untuk menjadi salah satu perwakilan dari keluarga Han dalam mengikuti turnamen kekuatan berikutnya.
“Lalu, apa yang bisa kalian berikan kepadaku selama tinggal di sini?” tanya Leon.
Meng Yao sangat kesal mendengar ucapan sombong yang keluar dari mulut Leon dan dia merasa seperti ingin muntah darah.
“Cih, kalau bukan karena kekuatanmu yang gila, aku tidak sudi kau menjadi salah satu bagian dari keluarga Han” gumam Meng Yao.
__ADS_1
Steward Han dan Jack Han pun tertawa kegirangan karena masa depan keluarga mereka akan menjadi lebih bersinar dari sebelumnya.
Leon pun dipersilakan mengikuti ke dalam aula keluarga Han yang berada cukup jauh dari area pelatihan beladiri untuk berdiskusi apa saja yang akan dibutuhkan oleh Leon ke depannya bersama para tetua keluarga Han.
“Ckreek..” pintu masuk aula pun terbuka dan mereka berempat segera disambut oleh para tetua yang sudah menunggu.
Tapi, khusus setiap rapat dengan para tetua, Meng Yao tidak akan ikut karena memang tidak diperbolehkan sebelum dia menjadi istri dari Steward Han.
“Patriark..!”
“Tuan muda Steward..!”
“Tuan muda Xiao”
Sambut semua orang di dalam aula tersebut kepada Jack Han, Steward Han, dan juga Xiao Han, tapi tidak menyambut Leon dan malah memberikan tatapan sinis kepadanya.
Jack Han berjalan ke kursi patriark atau pemimpin keluarga yang berada di ujung aula, lalu Steward Han dan Xiao Han duduk bersama para tetua.
Sedangkan Leon hanya berdiri menyandarkan punggungnya di sebuah pilar aula tepat di belakang tempat duduk salah satu tetua.
Mereka para tetua masih saja menatap sinis ke arah Leon.
“Patriark, maafkan atas kelancanganku, tapi, siapa bocah yang ikut masuk bersama Anda itu?” tanya salah satu tetua yang bernama Fen Han sambil menunjuk ke arah Leon.
“Haha, perkenalkan..! Dia adalah tuan Leon, dan dia juga yang akan menjadi perwakilan dari keluarga Han dalam mengikuti turnamen kekuatan bersama Steward di ibukota kerajaan Liu Yun selanjutnya” jawab Jack Han dengan sangat bangga.
Para tetua pun kebingungan kenapa sampai Jack Han memanggil Leon dengan panggilan tuan, apakah bocah ini memang sehebat itu.
“Tapi, patriark, kualifikasi apa yang dia miliki untuk menjadi pendamping tuan muda Steward Han? Dia bahkan bukan seorang murid dari keluarga Han” tanya Fen Han dan tetua yang lain pun ikut menganggukkan kepala mereka setuju dengan pertanyaan Fen Han barusan.
Jack Han kembali tertawa keras setelah pertanyaan itu dilontarkan kepadanya.
Karena yang seharusnya dipertanyakan adalah, kualifikasi apa yang dimiliki Steward Han untuk mendampingi Leon dalam turnamen tersebut karena jika kekuatannya diukur, Steward Han lah yang lebih pantas menjadi murid.
“Tuan pasutri atau apalah itu namanya, daripada membuang waktuku untuk menjelaskan kepada para pak tua ini, bagaimana jika aku langsung memberikan contoh saja?” ucap Leon sambil berjalan ke tengah.
Dengan amarah yang tinggi, Fen Han bersama para tetua lainnya sampai berdiri lalu berteriak, “Lancang..! Kau pikir siapa dirimu? Apa kau sudah bosan hidup?”.
Leon hanya mengangkat bahunya dengan bahasa tubuh seperti mengejek mereka semua.
“Sudah, kalau begitu lihat saja bagaimana aku memberimu pelajaran..!” teriak Fen Han yang langsung melompat ke hadapan Leon.
Leon melambaikan tangannya menyuruh Fen Han untuk maju menyerangnya dengan ekspresi wajah yang merendahkan.
“Kau..” Fen Han langsung menarik pedang miliknya dari cincin ruang di jarinya lalu mengalirkan energi Qi ke seluruh tubuh untuk segera melompat ke arah Leon.
Di sisi lain, Jack Han tidak menghentikan pertarungan tersebut karena dia ingin memastikan sekali lagi tingkat kekuatan Leon dengan melawan Fen Han yang lebih kuat daripada Steward Han karena tingkat kekuatannya berada di penguasa jiwa tahap pertama.
Tak lama, “Wush.. Boom..” tubuh Fen Han terpental hingga melewati posisi Jack Han duduk dan menghantam tembok dengan keras sampai membuat sebuah lubang ke ruangan sebelahnya.
Dengan begitu, semua orang kecuali Jack Han dan Steward Han pun membuka mulut mereka lebar-lebar.
Mereka melihat kembali ke arah Leon dan menemukan bahwa dia tidak bergerak sedikitpun dari posisi sebelumnya.
“Ada lagi yang mau mencoba?” tanya Leon dengan nada santai.
“Bocah bau, apa yang telah kau lakukan?” teriak salah satu tetua yang kesal lalu berdiri dari duduknya.
“Hmm.. apa kalian tidak bisa melihatnya? Aku hanya menyentil dahi pak tua itu dan dia langsung terpental” jawab Leon.
Lalu, salah satu tetua datang menghampiri Fen Han yang sudah pingsan tidak berdaya.
“Cheng Han, apa kau mau mencoba sendiri kekuatan dari tuan Leon?” tanya Jack Han sambil memainkan janggutnya.
Namun, karena merasa harga dirinya dipertaruhkan, tetua yang bernama Cheng Han itu pun menerima tantangan tersebut.
Kali ini dia mengeluarkan sebuah kipas dari cincin ruang miliknya lalu bersiap untuk menyerang.
“Wush.. Wush.. Syut.. Syut..” kipas yang dipegang oleh Cheng Han pun kini sudah terbang ke arah Leon untuk mencabik-cabiknya.
Tapi, dengan mudah Leon menghindari setiap serangan dari kipas Cheng Han.
Karena merasa kesal, Cheng Han pun menarik kembali kipasnya lalu melesat ke arah Leon sambil mengayunkan kipas di tangannya seperti mengayunkan sebuah pedang.
Leon kemudian mengayunkan jari telunjuk tangan kanannya ke bawah lalu, “Gravity..!”.
“Braakk..” tubuh Cheng Han menghantam dengan keras ke lantai ruangan yang terbuat dari porselen berwarna hitam di ruangan itu tanpa bisa menggerakkan tubuhnya sedikitpun.
“I-ini.. kekuatan macam apa itu? Aku tidak pernah melihatnya” ucap Xiao Han yang sedang menyaksikan pertarungan sejak tadi.
“Hoaamm.. apa cuma segitu kekuatanmu pak tua?” tanya Leon sambil berjalan mendekat kepada Cheng Han yang sedang terbaring tak bisa bergerak untuk melawan medan gravitasi.
Leon kemudian melihat ke seluruh tetua yang wajahnya terlihat sangat terkejut sekaligus ketakutan dengan kekuatan Leon.
Tadinya mereka semua berpikir bahwa Leon setidaknya berada di tingkat penguasa jiwa tahap kedelapan makanya dia berani sombong seperti itu.
Tapi, setelah melihat sendiri apa yang bisa dilakukannya, penguasa jiwa tahap kedelapan pun tidak akan mampu seperti itu.
“A-apa mungkin bocah ini sudah berada di tingkat Immortal?” tanya semua tetua termasuk Cheng Han.
Bahkan Jack Han pun ikut terkejut.
“Hmmm, jika dilihat dari ekspresi kalian semua sepertinya ini sudah cukup” Leon pun melepaskan medan gravitasinya.
Dari serangan tadi, Fen Han dan Cheng Han sama-sama mengalami patah tulang di bagian punggung dan rusuk.
“Tuan Patriark, mereka berdua mengalami luka yang cukup serius dan kemungkinan akan mengancam nyawa..! Kita harus segera membawa mereka ke tabib di kota alkemis” ucap salah satu tetua.
Lalu, “Glek.. Glek..” Leon memasukkan pil penyembuhan 100 persen ke mulut Fen Han dan Cheng Han.
“Bocah, apa yang kau lakukan?” bentak salah satu tetua yang tersisa.
“Oh tenanglah, jangan seperti orang yang tidak beradab begitu..! Aku sedang memulihkan mereka berdua” jawab Leon dan tak lama kemudian Fen Han beserta Cheng Han berdiri dan merasakan tubuh mereka seperti tidak terjadi apapun, lalu kekuatan mereka seperti meningkat dari sebelumnya.
Hingga akhirnya, “Boom.. Boom” ledakan kecil pun terdengar dari tubuh mereka berdua.
Kini Fen Han telah menerobos ke tingkat penguasa jiwa tahap kedua.
Sedangkan Cheng Han menerobos ke tingkat penguasa jiwa tahap keempat.
__ADS_1
Mereka berdua pun segera bersujud di hadapan Leon dan mengucapkan terima kasih karena tidak hanya telah berbelas kasih, tapi juga sudah membantu menerobos ke tahap selanjutnya di tingkat penguasa jiwa.