The Absolute System

The Absolute System
Rencana Melarikan Diri!


__ADS_3


“Erlynn, awas..!” teriak Eric sambil melompat untuk mendorong tubuh Erlynn yang sebentar lagi akan terkena serangan monster itu.


“Buk.. Wush...” kini, Eric yang terkena pukulan dari monster yang bernama Arthas itu hingga terpental sejauh 20 meter.


“Aahhhk...”Eric memuntahkan darah segar dari mulutnya, lalu dia mencoba bangkit untuk segera menelan pil penyembuh yang diberikan oleh Leon sebelumnya dan tangannya yang terputus tadi pun sudah kembali seperti semula.


Tapi, alat yang berbentuk gelang tangan tadi, tidak ikut kembali seperti semula karena bukan bagian dari tubuhnya.


“Lynn, gunakan sihir manipulasi cahayamu..! Hilangkan keberadaan dirimu dari pandangannya” Eric bermaksud untuk menyuruh Erlynn bersembunyi sementara dia mengalihkan perhatian monster itu.


Erlynn sudah mematung dan tidak mendengarkan ucapan dari Eric, kakinya sudah terasa lemas dan tidak bisa digerakkan karena rasa takut yang luar biasa.


“Sial, bahkan Leon belum juga kembali setelah terpukul olehnya..! Kalau sudah begini, tidak ada jalan lain selain menggunakan itu..!” Eric berdiri lalu mengeluarkan sebuah buku kecil dari sakunya lalu menggigit jempol yang kemudian dituliskannya sebuah simbol di atas buku tersebut.


“Wahai penguasa alam yang panas, dengan cakar apimu, aku perintahkan kau untuk menghanguskan musuhku..! Fenrir..!” teriak Eric.


Sesaat kemudian, sebuah kilatan berwarna merah langsung melesat menghantam tubuh Arthas hingga terbang ke belakang sejauh 30 meter.

__ADS_1


“Aauuuuu..” suara  lolongan berulang kali terdengar, itu adalah roh serigala api level 7 yang dipanggil oleh Eric.


untuk seseorang dengan kekuatan level 3 yang dapat memanggil roh api level 7 sangat pantas jika dia disebut sebagai seorang jenius.


“Fenrir, musnahkan monster itu..!” perintah Eric kepada roh api tersebut sambil menunjuk ke arah Arthas.


Sementara roh apinya melawan Arthas, Eric bergegas untuk menyelamatkan Erlynn yang masih mematung.


“Boom.. Boom..” pertarungan antara roh api Fenrir melawan Arthas menyebabkan ledakan energi sihir yang begitu dahsyat, sampai-sampai energi itu bisa dirasakan oleh semua monster dan orang dalam radius 10 kilometer.


Namun, perbedaan kekuatan segera terlihat dalam pertarungan tersebut, Fenrir mulai kewalahan melawan Arthas.


“Erlynn, maafkan aku..!” Eric menampar dengan keras pipi Erlynn dengan harapan dia segera tersadar dari ketakutannya.


“A-aku, maaf Eric..!” akhirnya Erlynn pun tersadar dan segera berdiri untuk menjauh dari area pertarungan roh api Fenrir dengan Arthas.


“Cepat gunakan sihir manipulasi cahayamu..!” Eric berencana untuk segera kabur dari situasi ini dengan sihir Erlynn.


Dia tidak mencemaskan keadaan Leon untuk sementara ini, karena dia tahu Leon tidak akan mati semudah itu. Terlebih lagi, Leon lah yang menyarankan ide ini untuk berjaga-jaga jika keadaan sangat tidak menguntungkan seperti ini terjadi kepada mereka.

__ADS_1


“Mmm, aku mengerti” Erlynn mengeluarkan wadah sihirnya yang berbentuk tongkat sihir lalu segera merapal mantera.


“Oh cahaya yang menyejukkan, butakan lawanku..! Invisible..!” dengan cepat tubuh mereka berdua menjadi tidak terlihat.


“Bagus..! Sekarang kita menjauh dari sini..!” ucap Eric pelan sambil menarik tangan Erlynn untuk pergi jauh tempat tersebut selagi ada kesempatan.


5 menit setelah mereka pergi, akhirnya roh api milik Eric pun mulai kehabisan energi sihir dan akhirnya mati.


“Sraaak...” buku yang dipegang oleh Eric untuk memanggil Fenrir pun tersobek.


Eric dan Erlynn terus menjauh dari tempat tadi, hingga dirasa cukup aman untuk berhenti dan menyusun strategi untuk menyelamatkan Leon.


Di sisi Leon...


“Kuat sekali, aku hampir tidak bisa mengikuti pergerakannya” ucap Leon yang berusaha untuk segera bangun dari tanah.


** Re: Peringatan..! Eric dan Erlynn sudah dalam berada di jarak aman.


“Bagus, Legia’s armor..! Legia’s sword..! Legia’s wing..!” Leon langsung memanggil perlengkapan perang lengkapnya untuk mengimbangi kekuatan monster tersebut.

__ADS_1


“Kalau begitu, aku akan memulainya” ucap Leon lalu dia melesat dengan kecepatan penuh ke arah Arthas.


__ADS_2