
Jack Han hanya tertawa melihat kedua tetua di keluarganya itu bersujud kepada seorang bocah.
“Sudahlah, tidak perlu bersujud hanya karena hal sepele” ucap Leon.
Lalu semua orang saling tatap-tatapan dan menganggukkan kepala mereka seakan setuju pada suatu hal.
“Mulai hari ini, anakku Steward Han dan tuan Leon yang akan menjadi perwakilan turnamen kekuatan di ibukota, selain itu tuan Leon akan menjadi tamu terhormat di keluarga Han” ucap Jack Han dan kini tidak ada lagi yang menolak perkataannya.
Malah, semuanya bertepuk tangan merasa senang bahwa ada orang yang sangat kuat bergabung di dalam keluarga mereka.
Jack Han kemudian memanggil beberapa pelayan keluarga untuk mengantarkan Leon ke kamar pribadi yang dibuat bagi para tamu VIP keluarga.
Keesokan harinya…
Leon kembali ke area pelatihan dan melihat para murid sedang berlatih sebuah teknik yang menggunakan pedang.
Meskipun dia sama sekali tidak memahami apa yang sedang mereka lakukan, tapi menurutnya kekuatan serangan dari jurus itu tidaklah buruk untuk seukuran praktisi beladiri tingkat bawah.
Hingga tak sengaja dia melihat seorang murid dengan paras yang sangat cantik yang sedang berlatih di pinggir area pelatihan.
“Woaaaahh...” wajah Leon kini terlihat seperti om om mesum yang sedang memperhatikan seorang gadis yang tak berdosa.
Tapi, Leon tidak berlama-lama disana karena dia masih ingin kembali ke toko pandai besi milik Jason untuk mendapatkan beberapa koin perak lagi karena selama dia tinggal di keluarga Han, dia tidak akan mendapatkan uang sepeserpun karena tempat tinggal dan kebutuhan hidup lainnya sudah ditanggung oleh mereka.
“Huh, kalau aku ingin jajan bagaimana?” gerutu Leon dalam hati, dan dia pun segera pergi menuju pusat kota untuk melihat-lihat karena kemarin belum sempat ia lakukan.
sesampainya disana, Leon kembali lagi toko pandai besi milik Jason, tapi, tokonya sedang tidak buka karena memang hari ini adalah hari liburnya.
“Haduh, berarti aku harus bisa mencari makanan yang cukup dengan 5 koin perak ini” gerutu Leon kembali dan dia pun teringat dengan restoran kemarin yang harga menu terendahnya adalah 2 koin perak.
“Hmm, mungkin itu juga boleh” Leon pun bergegas ke sana.
Seperti biasa, restoran itu selalu ramai meskipun tempatnya tidak begitu besar.
Leon masuk dan kembali tatapan semua orang tertuju padanya, tapi kali ini ada yang berbeda.
Mereka hanya berani mencuri-curi lirikan kepada Leon setelah kejadian kemarin.
“Hei, itu kan?”
“Ya, itu bocahnya..! Lebih baik jangan mencari masalah dengannya atau kau akan berhadapan dengan Steward Han”
“Atau lebih parah, kau akan berhadapan dengan keluarga Han..! Aku tidak tahu siapa bocah itu, tapi, sepertinya dia bukanlah orang sembarangan karena Steward Han sendiri terlihat tertarik kepadanya”
“Ah, jangan-jangan Steward Han, apa dia menyukai bocah laki-laki?”
“Hei, jangan sembarangan..! Steward Han tidak akan mengajak seseorang kecuali dia tertarik terhadap kekuatan atau status orang tersebut”
“Hehe, maaf aku hanya bercanda..! Kalau hal itu aku juga sudah tahu”
Semua pelanggan mulai membicarakan Leon dengan suara yang sangat pelan meskipun Leon bisa mendengar semua percakapan mereka dan itu membuatnya menyiratkan sebuah senyuman yang kecut.
“Paman, apa yang bisa aku dapatkan dengan 2 koin perak?” tanya Leon sambil memperlihatkan 2 keping koin perak kepada seorang pelayan restoran.
“Oh, kau bisa mendapatkan semangkuk mie rebus dengan potongan daging rusa bakar di atasnya” jawab pelayan tersebut.
“Kedengarannya lezat, oke paman, aku pesan yang itu saja” ucap Leon kemudian memberikan 2 keping koin perak tersebut kepadanya.
Lalu dia melihat ke sekelilingnya dan menemukan satu meja kosong yang masih tersisa.
Dengan cepat dia menduduki kursi di meja tersebut agar tidak kehabisan tempat seperti sebelumnya.
“Status..!” ucap Leon.
__ADS_1
\===STATUS===
Nama: Leon
Umur: 14 tahun
Tingkat Kekuatan: Unknown
Kemampuan Spiritual: Fisik (10); Sihir (10); Penciptaan (10); Penyembuhan (10); Kegelapan (10); Peniruan (10); Pengendalian Waktu (10); Negosiasi (6);
Kemampuan Tubuh: Fisik (10); Anti Elemental (10); Penetrasi (10); Ketampanan (9);
Status Mana: 2.350.000/ 2.350.000
Poin: 14.987
Harta: 0 Koin emas, 3 Koin perak, 0 Koin perunggu
\============
“Hmm, tingkat kekuatanku masih saja unknown ya? Mungkin nanti aku akan tahu sekuat apa tingkat unknown itu karena sejauh ini aku masih bisa mengalahkan orang-orang ini dengan mudah” gumam Leon.
Lalu, “Braaakk..” bunyi meja yang ditimpa oleh sebuah pedang yang masih tersimpan di dalam sarungnya, dan meja itu adalah meja tempat Leon duduk saat ini.
“Bocah, kalau kau tidak ingin orang tuamu menangis karena kehilangan anaknya, pergilah dari sini..! ini bukan tempat untuk bermain anak kecil sepertimu..!” bentak seorang pemuda yang sepertinya belum tahu kejadian sebelumnya tentang Leon yang dilindungi oleh Steward Han.
“Hoo, kalau aku tidak mau? Lagipula, aku yang lebih dulu menempatinya, kenapa harus aku yang pergi?” tanya Leon dengan nada santai dan tak terlalu menghiraukan pemuda itu.
Suasana restoran pun seketika menjadi hening dan wajah mereka menjadi sangat pucat.
“Kau..! Haha, sepertinya hari ini akan ada penyiksaan lagi..!” ucap pemuda sambil menarik pedang miliknya dan mengayunkannya ke arah Leon.
“A-ampwuni akwu..”
“Akwu twidak akan lagwi berwani..”
Ya, pemuda yang berkata ingin menyiksa Leon ternyata malah dia yang disiksa oleh Leon dan kini dia bersujud berkali-kali dengan wajah yang sudah babak belur dengan luka pukulan hingga terlihat membengkak di hadapan Leon.
“Huh, padahal aku sedang ingin makan dengan damai” ucap Leon sambil menepuk-nepuk baju untuk membersihkannya dari debu.
“A-apa yang baru saja terjadi?”
“Entahlah, yang aku lihat hanyalah orang itu yang sedang mencabut pedangnya, selebihnya aku tidak tahu lagi”
“B-bagaimana mungkin? Siapa yang sudah menghajarnya hingga babak belur begitu?”
“Apa mungkin bocah itu yang melakukannya?”
Kebingungan pun melanda seisi restoran termasuk yang punya restoran ikut kebingungan.
“Paman, aku sudah tidak bernafsu makan, ini ambil lah 2 koin perak sebagai ganti rugi makanan yang sudah kau buatkan untukku..! Kalau tidak ingin memakannya, berikan saja pada orang yang mau memakannya” ucap Leon sambil berjalan keluar dari restoran tersebut untuk yang kedua kalinya setelah memberikan 2 keping koin perak kepada pelayan restoran.
Tapi, melihat kemampuan Leon sampai bisa menghajar pemuda tadi yang kekuatanya berada di tingkat dasar tahap pertama, sang pemilik restoran pun berlari mengejar Leon untuk meminta bantuannya.
“Bocah.. maksudku, tuan..! Aku mohon tunggu sebentar” teriak pemilik restoran.
Leon berhenti lalu menoleh kepada pemilik restoran yang sedang berlari-lari kecil ke arahnya.
__ADS_1
“Ada apa?” tanya Leon.
“Eh hehe, begini, sebenarnya aku ingin meminta bantuan Anda, tapi lebih baik kita bicarakan di tempat yang tidak begitu ramai orang” ucap pemilik restoran.
“Hmm, boleh saja, tapi aku tidak akan melakukannya dengan gratis..!” jawab Leon.
Dia sudah tahu permintaan ini pastilah berhubungan dengan kemampuan bertarung karena si pemilik restoran juga berada di situ saat keributan tadi.
“Tidak apa-apa, aku akan menyetujuinya berapapun harga yang Anda minta..! Ah, mohon maafkan aku, dimana sopan santunku? Perkenalkan, namaku Sun Yang” ucap pemilik restoran.
Leon pun menyetujuinya dan Sun Yang meminta agar restoran tetap buka dan para pelayan harus tetap melayani pelanggan sampai dia kembali.
Sementara itu, Leon dan Sun Yang pergi ke suatu tempat di ujung kota.
“Katakanlah, ada apa paman Sun sampai meminta bantuanku?” ucap Leon sambil berjalan di sebelah Sun Yang.
“Sebenarnya, tahun ini aku ingin menutup restoran milikku” ucap Sun Yang dengan wajah yang muram.
“Kenapa? Bukankah restoran itu selalu ramai?” tanya Leon sambil mengernyitkan kedua alisnya.
“Memang selalu ramai, tapi, menu yang bisa aku sajikan hanya makanan kelas bawah dengan pendapatan yang pas-pasan, sedangkan pajak yang diberlakukan di kota ini sangatlah tinggi” jawab Sun Yang.
“Pajak? Tapi, dari yang aku dengar saat pertama kali berkunjung ke kota ini, bukankah seharusnya pajak di sini rendah?” tanya Leon kembali.
“Memang rendah, tapi itu hanya untuk membuat para pedagang tertarik berdagang di kota ini, tapi, kenyataannya belum ada penambahan jumlah pedagang sama sekali sejak 2 tahun yang lalu” jawab Sun Yang.
“Karena itulah, pemerintah kota teratai embun memberlakukan pajak yang super tinggi untuk setiap restoran di sini untuk menutupi kerugian karena menurunkan pajak masuk ke kota teratai embun” sambung Sun Yang dan kali ini suaranya sudah mulai bergetar karena merasa sedih.
“Jadi, alasan paman ingin menutup restoran karena hanya bisa menyajikan makanan kelas rendah yang pendapatannya tidak sebanding dengan pengeluaran untuk membayar pajak, ya?” tanya Leon lagi untuk memastikan.
“Benar sekali..! Tapi, setelah melihat kemampuan Anda tadi, aku seperti mendapatkan secercah harapan” ucap Sun Yang.
“Hmm..?” Leon menaikkan sebelah alisnya.
Sekarang mereka telah tiba di ujung kota yang menghadap ke sebuah hutan lebat dan di sana sangat terasa aura binatang buas dengan kekuatan diatas tingkat menengah tahap pertama.
“Oh, aku mengerti..! Jadi, paman ingin aku membunuh binatang buas yang kuat untuk dijadikan bahan makanan di restoran, ‘kan? Dengan begitu, paman bisa membuat menu baru dengan kualitas yang lebih tinggi dan tentu saja harga yang lebih tinggi” ucap Leon sambil menganggukkan kepalanya.
“Tepat sekali..! Ternyata Anda sangat paham, hehe” jawab Sun Yang sambil tersenyum kecil.
“Lalu, sebagai bayarannya, aku akan memberikan 30 persen dari setiap hasil penjualanku dengan bahan yang Anda berikan” sambung Sun Yang.
Leon berpikir sejenak, mungkin ini tidaklah buruk mengingat penghasilan restoran tidak mungkin lebih kecil daripada bayarannya ketika menempa besi di toko pandai besi milik Jason.
“Baiklah..! Tapi, aku menginginkan bayaran 50 persen dari hasil penjualan” ucap Leon.
Meskipun dengan keterpaksaan, Sun Yang pun akhirnya menyetujui permintaan Leon karena bagaimanapun, jika hal ini berhasil, uang akan mengalir deras ke kantongnya meski harus membayar 50 persen kepada Leon sebagai penyetok bahan makanan kualitas tinggi di restoran miliknya.
“Oke, sepakat..!” ucap Sun Yang.
“Bagus..! Oh dan satu hal lagi, tuan..! Bawalah cincin ruang ini untuk menyimpan setiap binatang buas yang Anda bunuh ke dalamnya” lalu Leon pun langsung berlari masuk ke dalam hutan tersebut setelah menerima cincin ruang dari Sun Yang.
Hutan itu sebenarnya jalur perdagangan yang dulu pernah digunakan oleh setiap pedagang yang melewati kota teratai embun.
Tapi, karena tingkat kejahatan yang semakin tinggi di kota itu terutama terjadi kepada para pedagang dan lagi tidak ada yang berani menindak penjahat bahkan pemerintah kota sekalipun.
Akhirnya, jumlah pedagang yang datang dan melewati kota itu pun menurut drastis dan jalur yang melewati hutan itu pun semakin tidak diperhatikan sehingga membuatnya menjadi tempat tinggal para hewan buas dengan tingkat kekuatan yang tinggi.
“Syut.. Syut..” Leon melompat-lompat di antara pepohonan sambil melaju semakin dalam ke hutan.
Tiba-tiba, “Raaawwrrrr….” tiga ekor serigala es dengan kekuatan tingkat menengah tahap kedua pun menyerang dari samping kanan dan kiri, tapi Leon berhasil menghindari mereka.
Dia teringat dengan ucapan Sun Yang saat dia mulai berlari masuk ke dalam hutan, bahwa, binatang buas dengan kekuatan di atas tingkat menengah tahap pertama, akan sangat berharga jika dijadikan bahan makanan karena energi yang dimiliki daging itu sangat membantu untuk meningkatkan kekuatan para praktisi beladiri.
“Baiklah, kalian bertiga adalah mangsa pertamaku..! Speed up..! Agility up..! Body up..!” lalu Leon melesat dengan kecepatan super hingga ketiga serigala itu kebingungan untuk mencari keberadaannya.
“Boom.. Boom.. Boom..” dengan kekuatan pukulan tangan kanan dan kiri yang luar biasa, Leon menghancurkan tulang tengkorak ketiga serigala es itu dalam sekejap.
“Bruk..” ketiganya langsung tergeletak tak bernyawa di tanah.
“Sshhhhhppp...” mayat ketiga serigala es itu pun kini sudah aman di dalam cincin ruang, dan Leon kembali melanjutkan perjalanannya menuju sisi terdalam hutan ini.
__ADS_1