The Absolute System

The Absolute System
Xion VS Leon! Xion Menang?


__ADS_3

Kembali ke arena..


Xion terlihat sangat percaya diri dengan energi sihir anehnya, dia pun langsung menembakkan beberapa serangan kepada Leon.


“Zzeep.. Zzeep..” dua tembakan yang terlalu cepat untuk dilihat pun sudah tiba di depan wajah Leon.


Namun, itu juga masih bisa dihindari olehnya dengan mudah.


“Oh, ternyata kau masih memiliki kecepatan untuk mengelak? Kalau begitu, bagaimana kalau ini?” Xion membuat sebuah segel sihir dan mengambil sebuah wadah sihir yang berbentuk seperti batu kristal dari dimensi lain, lalu mengarahkannya kepada Leon.


Dan tiba-tiba, “Boom..” tubuh Leon terpental ke belakang sejauh 10 meter karena sebuah ledakan di tubuhnya.


“Uhuk..” Leon memuntahkan darah segar, kali ini dia benar-benar tidak bisa melihat serangan Xion.


** Re: Peringatan..! Terdapat tulang rusuk yang patah di bagian kanan tubuh Anda\, segera sembuhkan dalam waktu 3 menit sebelum melukai organ dalam lainnya.


“Wah, aku bahkan tidak sempat mendengarnya merapalkan mantera sihir, ternyata dia bisa sekuat itu sampai bisa melukai aku seperti ini..! Kalau begitu, aku bisa mulai serius” gumam Leon sambil mengusap sisi mulutnya yang berlumuran darah dengan tangannya.


Leon kemudian berdiri tegap sambil tersenyum dia berkata, “Oke, kalau sudah begini aku tidak bisa membalas salam darimu, ‘kan?”.


Xion mengernyitkan alisnya, dia tidak tahu apa yang dimaksud oleh Leon.


Menurutnya, saat ini dialah yang memegang kendali alur pertarungan ini, bagaimana bisa Leon bersikap setenang itu.


Leon mengulurkan tangannya ke depan lalu, “Legia’s sword..! Legia’s armor..!” dan dalam sekejap, tubuh Leon dipenuhi oleh energi sihir berwarna hitam.


“Cliiing.. Boom..” angin berhembus kencang ketika baju zirah Leon menutupi seluruh tubuh dan wajahnya.


Penonton yang baru melihat baju zirah seperti itu, sangat terkejut.


“A-apa-apaan baju zirah itu? Aura yang dikeluarkannya sangat kuat”

__ADS_1


“Ya, aku sampai tidak bisa berkedip saat melihatnya”


“Siapa sebenarnya bocah itu? Bagaimana dia bisa mendapatkan kekuatan sebanyak itu dengan usia yang masih sangat muda?”


 


 


Di sisi Linting..


“ITU..!” dia terkejut dengan bentuk baju zirah dan energi sihir yang dipancarkannya.


“Haha, ternyata anak itu benar-benar bisa membuat kejutan..! Aku tidak menyangka dia mampu membuat kontrak dengan monster yang hampir memusnahkan seluruh kerajaan Lainard..!” ucap Linting sambil tertawa dan memainkan janggutnya.


 


 


“Hmm, tidak salah lagi, dia adalah pelakunya..! Hahaha, aku semakin bersemangat setelah melihat sendiri dengan kedua mataku, kekuatan yang bisa mengalahkan penghalang impianku, yaitu akademi Jalec, dengan mencuri kekuatannya, aku bahkan bisa membuat dunia ini tunduk kepadaku..!” Zimos kemudian memerintahkan bawahannya untuk mencari detail informasi tentang Leon dengan segera.


Dia ingin mengalahkannya dengan taktik licik, karena tidak akan mungkin melawannya dengan kekuatan.


“Sebentar lagi, kau akan membuat impianku menjadi nyata..!” gumam Zimos dengan senyum liciknya.


 


 


 


Kembali ke arena..

__ADS_1


Xion yang masih dalam mode energi void, kembali menyerang dengan serangan barusan yang bisa melukai Leon.


“Boom.. Boom..” serangannya telak mengenai tubuh Leon, tapi, tidak ada satupun yang bisa membuatnya terluka seperti tadi.


“Hoo, ternyata baju zirah itu lebih kuat dari yang aku kira..!” ujar Xion yang lalu turun ke lantai arena karena dia sedari tadi melayang di udara.


“Kalau begitu, Void zone..! Void breath..!” Xion langsung menggunakan dua sihir sekaligus untuk menciptakan area ruang hampa seperti di luar angkasa, lalu meracuni pernafasan Leon dengan mengambil seluruh oksigen darinya dan menggantikannya dengan udara yang penuh sianida di paru-parunya.


“Oh, dia bisa menggunakan sihir tanpa merapalkan mantera terlebih dahulu, pantas saja aku tidak sempat bereaksi terhadap serangan sebelumnya” lalu dengan cepat Leon melesat ke arah Xion yang sebentar lagi menyelesaikan proses sihirnya.


Namun, sebelum ayunan pedang Leon sampai ke tubuh Xion, dia terhenti karena nafasnya yang terasa sesak.


“Aakkhh.. apa ini? Kenapa nafasku terasa sangat berat dan penglihatanku” ucap Leon yang perlahan-lahan tubuhnya mulai lemas dan kehilangan kesadaran.


“Kau harus merasakan penderitaan yang sangat pedih..!” ucap Xion dengan penuh dendam.


“Matilah..!” setelah berhasil melumpuhkan Leon dengan void breath, Xion kemudian menggunakan void zone untuk memerangkap Leon di dalam ruang hampa dan bermaksud untuk membuatnya hilang selamanya.


Perlahan tubuh Leon yang sudah tak berdaya pun terhisap oleh sebuah lubang hitam besar di langit-langit pelindung arena.


“Zzeep..” lubang tersebut pun tertutup saat Leon sudah masuk ke dalamnya.


** Re: Peringatan..! Kondisi tubuh yang semakin memburuk akan segera membunuh Anda.


“Ah, apakah tidak ada yang bisa aku lakukan? Aku terlalu bodoh karena menganggap remeh lawanku dan tidak mengabisinya dengan cepat..! Aku mengingatkan yang lain untuk meminum pil keabadian, tapi aku sendiri malah tidak meminumnya, dasar bodoh kau Leon” gumam Leon dalam kondisi antara sadar dan tidak sadar.


Tubuhnya melayang ke sana kemari di dalam ruang hampa tersebut dengan nafas yang semakin sesak karena tidak ada oksigen di sana, terlebih lagi, paru-paru yang sudah keracunan zat sianida akan membuatnya mati sebentar lagi.


“Ibu, Ayah, apa aku tidak bisa bertemu dengan kalian lagi?” Leon mulai mendapatkan kilas balik di dalam kepalanya tentang semua ingatan yang sudah dilaluinya.


Greta, Fiona, Ibunya, Linting, dan semua orang yang pernah dia temui di dalam hidupnya.

__ADS_1


Leon pun akhirnya sudah benar-benar kehilangan kesadaran dengan mata yang tetap terbuka tapi hanya tatapan kosong yang ada.


__ADS_2