The Absolute System

The Absolute System
Tantangan Perang Melawan Dewa Leon!


__ADS_3

Di sisi Leon..


Dia pun akhirnya sudah melewati inspeksi penjaga gerbang kota dan kini sudah berada di dalam.


Kota tersebut dihuni oleh berbagai macam ras, mulai dari ras manusia, setengah manusia setengah goblin, sampai ras elf.


Leon berpikir bahwa dia bisa saja memulai perjalanannya menjadi dewa dari kota ini dengan menundukkan kekuasaan elf yang sombong.


Di sepanjang jalan, dia melihat beberapa rumah yang bertuliskan penjualan budak.


"Sepertinya baru di benua ini aku menemukan perbudakan orang-orang yang berkasta budak" gumam Leon.


HIngga akhirnya dia terhenti ketika melihat sebuah kejadian yang sangat mainstream di hadapannya.


"Ctasssh.."Seorang elf yang terlihat berjenis kelamin pria sedang menghukum budak miliknya dengan cambuk di depan umum.


Dia meneriakkan bahwa budaknya itu tidak berguna dan sangat sering melakukan kesalahan.


"Cih, benar-benar tidak berguna..! Pantas saja kau terus berkasta budak..! Kau saja terlahir sebagai ras manusia rendahan dengan keluarga yang memiliki seorang wanita hina sebagai ibumu..! Beruntung ibumu sudah mati, kau jadi tidak harus bersama jalang itu seumur hidupmu, dan dengan menjadi budak seorang elf akan sedikit menaikkan derajatmu..!" teriaknya.


"Maafkan aku tuan Aelfar, aku tidak akan mengulanginya lagi" ucap budak dari ras asal manusia itu dengan air mata yang tidak tertahankan saat elf itu menyebutkan hal yang tidak pantas tentang ibunya.


Meskipun begitu, tidak ada yang berani membantu agar hukum cambuk kepada budak itu tidak diteruskan.


Mereka para elf benar-benar berkuasa dan sangat kuat setidaknya untuk para penghuni benua ini sehingga tidak ada satupun yang berani menentang ras mereka.


Leon yang merasa kesal sekaligus iba meskipun kejadian mainstream itu membuatnya menghela nafas, dia pun secara tersembunyi menggunakan sihir waktu untuk membuat elf itu kembali menjadi bayi.


"Hoaaa... Hoaaa.. Ehek.. Ehek.." tangisan bayi elf yang sangat lucu seketika itu membuat semua orang langsung terkejut termasuk budak yang sedang dihukum olehnya.


"Tu-tuan?" tanya budak tersebut sambil mengusap matanya karena tidak percaya apa yang baru saja dilihatnya.


Leon kembali berjalan dengan santai melewati para warga yang masih menatap ke arah bayi elf tersebut.


Berkat efek dari topeng yang hanya menutupi setengah wajahnya saja itu, semua orang seperti tidak mempedulikan keberadaannya.


** Re: Apa rencana Anda selanjutnya?


"Entahlah, menghancurkan kerajaan elf mungkin?" jawab Leon dengan santainya.


** Re: Memangnya Anda ingin menjadi dewa seperti apa dengan menutupi keberadaan dan tingkat kekuatan Anda?


"Jadi, kau menyarankan agar aku melepaskan topeng ini?" tanya Leon sambil menyentuh topeng di wajahnya.

__ADS_1


** Re: Ya memang seharusnya seperti itu, jika Anda benar-benar ingin dikenal sebagai dewa yang terkuat.


"Hmm, kurasa kau benar juga" Leon akhirnya menuruti perkataan sistem dengan melepaskan topeng yang dikenakannya.


Lalu, topeng tersebut pun dihancurkan olehnya.


"Hehe, kalau seperti ini akan menjadi lebih gampang..!" Leon memutuskan untuk kembali ke bayi elf tadi yang kini sudah ramai di kelilingi oleh tentara kerajaan.


Para tentara kerajaan elf itu segera datang ketika mendengar salah satu dari ras mereka terkena sihir dan menjadi bayi elf.


"Si-siapa yang berani menggunakan sihir seperti ini kepada tuan Aelfar? Apa kalian sudah bosan hidup?"


"Hei kau..! Kau kan budaknya, apa yang terjadi kepada tuanmu?"


Para tentara kerajaan elf itu menanyakan semua orang termasuk budak yang sedang terkekang itu.


"A-aku tidak tahu apa yang terjadi..! Tadi, tuan Aelfar sedang menghukumku dan tiba-tiba saja dia menjadi bayi seperti ini" jawab budak tersebut.


"Omong kosong..!"


"Cetassssh.." salah satu tentara pun langsung mencambuk budak tersebut berkali-kali.


Orang-orang yang menonton tidak ada yang berani menolongnya meskipun mereka ingin.


Di benua ini pula, ras manusia dianggap sebagai ras yang paling rendah dan lemah karena selalu terlahir dengan kasta budak.


Maka dari itu, seluruh kerajaan di benua ini selalu dipimpin oleh ras elf.


"Paman, bukankah perlakuan kalian itu sungguh kejam? Padahal dia sudah berkata bahwa dia tidak tahu apa-apa" ucap Leon sambil membuka tudung jubahnya dan menampakkan wajah tampannya.


Beberapa orang yang melihat sangat terkesima dengan keberanian dan ketampanan Leon.


Tapi, tidak sedikit juga yang ketakutan karena ada yang berani menantang ras elf di kota ini.


"Heh, apa kau sudah bosan hidup dengan berbicara seperti it.." ucapan salah satu tentara itu tidak terselesaikan karena mulutnya yang ditutup oleh Leon dengan sihirnya.


"Kau..! Bunuh dia..!" teriak tentara yang lainnya, dan majulah ketujuh tentara sisanya untuk menyerang dan membunuh Leon karena berani melawan ras elf.


"Emperror's eyes..!" Leon menggunakan sihir mata raja para monster miliknya terhadap ketujuh tentara itu dengan tatapan yang sangat dingin.


"Bruk.. Bruk.. Bruk.." mereka semua kini tertunduk dan bersujud di hadapan Leon dengan rasa takut yang luar biasa.


"A-ampuni kami tuan.." ucap mereka semua secara serentak tanpa ada satu pun yang bisa menatap Leon secara langsung.

__ADS_1


Tanpa terasa, ternyata semua orang yang ada di sana pun ikut tertunduk dan bersujud kepada Leon tanpa bisa mereka lawan.


Leon berjalan ke arah budak yang sedari tadi disiksa dan kini bersujud kepadanya juga.


Dia melepaskan ikatan rantai dan gelang besi di pergelangan tangan dan kaki budak itu.


Budak itu berasal dari ras manusia dan berjenis kelamin perempuan berumur sekitar 18 tahun dengan wajah yang cantik.


"Bangunlah..! Tatap mataku dan sebutkan namamu, kau akan memiliki kebebasanmu selamanya..!" ucap Leon dengan suara yang sangat menggetarkan jiwa.


Kemudian, bangkitlah gadis budak itu dari sujudnya dan kini dia berjalan menuju Leon dan Leon mengusap-usap kepalanya lalu menyuruhnya pergi sejauh mungkin dari kota ini setelah memberikan 5 pil penyembuhan, 2 pil keabadian, dan uang sebanyak 1000 rim yang diambil dari saku para tentara yang sedang bersujud tadi.


Budak itu menganggukkan kepalanya lalu pergi meninggalkan kota seperti yang diperintahkan oleh Leon setelah menyebutkan namanya.


Budak yang bernama Sherly itu pun sudah meninggalkan kota dan Leon melepaskan sihirnya.


Semua orang pun kembali menghela nafas mereka yang sedari tadi sangat sesak.


semua tentara kerajaan elf pun terlihat sangat ketakutan meski sihir sudah dilepaskan dari mereka.


"S-s-s-s-siapa kau sebenarnya?" tanya salah satu tentara.


"Siapa aku? Aku adalah orang yang akan menghancurkan siapapun yang menentangku..! Ingatlah aku sebagai dewa perang, Leon..!" jawab Leon dengan sangat tegas dan gagah.


** Re: Aaaaah Anda sangat gagah sekali, aku secara resmi menjadi fans nomor satu Anda.


"Sistem, hentikan..! Kau terdengar sangat menggelikan..!" gumam Leon.


Lalu, meskipun para tentara itu sangat kesal dengan perlakuan Leon, mereka tidak berani mengambil tindakan apapun terhadapnya.


Mereka takut, nyawa mereka akan melayang sebelum melaporkan kejadian ini kepada raja elf di kerajaan ini.


"Kalian..! Aku tahu kalian akan melaporkan kejadian ini kepada raja kalian, maka dari itu, aku tidak akan lari..! Malah, aku akan menunggu kalian semua jika memang ingin berperang melawanku..!" ucap Leon sambil mengeluarkan aura mengerikannya dan membuat mereka sekali lagi gemetaran dengan sangat hebat.


"Sekarang, pergi dan laporkanlah..! Aku akan menunggu hingga besok di 150 kilometer ke arah timur dari kerajaan ini, dan di sana terdapat bukit besar, aku akan menunggu di bawahnya" Leon lalu melepaskan semua tentara tersebut.


Tujuannya menjauh dari kerajaan ini adalah untuk menjauhkan pertempuran yang dapat melibatkan orang-orang yang tidak tahu apapun.


Lalu, mereka pergi dengan membawa elf yang menjadi bayi tadi menuju kerajaan elf bersama mereka.


"Sial..! Aku memang merasakan kekuatan yang sangat luar biasa dari orang itu..! Tapi, menantang seluruh kerajaan? Apa dia sudah kehilangan akal sehatnya?" ucap salah satu warga yang berada di tempat kejadian.


"Entahlah, tapi aku merasa seperti ada sebuah harapan yang dibawanya untuk mengubah sistem pemerintahan di benua ini..!" jawab orang yang di sebelahnya sambil melihat Leon yang berjalan pergi dari hadapan mereka.

__ADS_1


__ADS_2