
“Wush.. Wush..” area sekitar Leon pun ikut berhamburan saat dia melintas.
“Boom..” suara ledakan besar terdengar saat Leon mendaratkan ayunan pedangnya kepada Arthas.
Arthas mencoba untuk menahan tebasan pedang tersebut dengan kedua tangannya, tapi karena kekuatan Leon yang begitu besar, dia pun tidak mampu untuk mengimbanginya.
Kedua tangannya kini terukir sebuah luka sayatan yang cukup dalam sampai-sampai dia meraung.
“Hehe, maaf membuatmu menunggu” ucap Leon.
Dia mengarahkan tangan kanannya kepada Arthas, sambil tersenyum dia berkata, “Gravity..!” sebuah lingkaran sihir berwarna hitam muncul di bawah kaki Arthas dan memberikannya medan gravitasi yang sangat besar sampai dia tidak bisa bergerak.
“Rrooooaaaaaarrrrrr......” Arthas berteriak sekuat tenaga seraya berusaha untuk bergerak di dalam medan gravitasi tersebut.
Namun, usahanya tetap tidak membuahkan hasil karena sihir yang digunakan Leon menggunakan energi murni.
Itu membuat kekuatan sihir yang dihasilkan akan 5 kali lebih kuat daripada sihir biasa.
“Kau tahu? Baru kali ini aku menggunakan perlengkapan perangku secara keseluruhan” ucap Leon sambil mengayunkan pedangnya lalu berjalan santai mendekati Arthas.
__ADS_1
“Lepaskan aku dasar kau manusia hina..!” ucap Arthas.
“Hoo, ternyata kau bisa bicara juga?” Leon berhenti tepat di hadapan Arthas yang sedang dalam posisi berlutut.
“Lepaskan sihir ini dan lawan aku..!” ucap Arthas dengan tatapan tajam kepada Leon.
“Lalu kau mau apa? Memukulku? Apa kau pikir dengan kekuatan yang seperti itu kau bisa menyentuhku?” ucap Leon.
“Tidak usah banyak bicara..! Lepaskan aku dan lihatlah betapa mengerikan...” Arthas terhenti saat merasakan sensasi dingin di tangan kirinya sesaat setelah medan gravitasi dihilangkan oleh Leon.
“Craaat...” darah berwarna biru bermuncratan dari tubuh Arthas.
“Karena kau punya tubuh yang mirip dengan manusia, tidak sulit untuk menghancurkan titik vitalmu” ucap Leon.
“Ku-kurang ajar.. uhuk..” Arthas memuntahkan darah segar berwarna biru dari mulutnya.
“Tsk.. Tsk.. Memang makhluk yang lemah itu pasti selalu banyak bicara ya?” ucap Leon dengan nada yang meremehkan.
Namun, entah bagaimana Arthas mampu untuk berdiri setelah seluruh titik vitalnya dihancurkan oleh Leon.
__ADS_1
“Hoo, masih bisa berdiri? Benar-benar luar biasa monster level 10 memang tidak bisa diremehkan” ucap Leon.
Arthas yang sudah muak mendengarkan ocehan Leon sedari tadi, mengangkat tangan kanannya lalu tiba-tiba seluruh tubuhnya diselimuti oleh cahaya berwarna hitam pekat dan membuatnya melayang di udara.
“Kau manusia hina.. Aku akan membuatmu merasakan penderitaan yang tidak terbayangkan..!” Arthas kini tertutupi oleh energi sihir hitam dan membuatnya lebih kuat dari sebelumnya.
Luka tusukan yang dia dapatkan tadi kini sudah mulai tertutup sempurna.
“I-ini? Sihir pemulihan?” Leon yang bertanya-tanya.
** Re: Peringatan..! Kekuatan monster itu meningkat drastis, aku sarankan untuk menghabisinya sekarang juga sebelum dia selesai berevolusi.
“Berevolusi?” Leon teringat dengan pembicaraan sebelumnya dengan Sistem yang membahas tentang baju zirah yang bisa berevolusi.
** Re: Tidak ada waktu lagi, cepat habisi monster itu atau dunia akan berada dalam bahaya karena jika evolusinya sudah sempurna, tidak akan ada yang bisa menghentikannya lagi.
“Kalau kau sudah berkata seperti itu, pasti bahaya ini sangat serius” Leon pun menyiapkan seluruh mananya untuk mengalahkan Arthas dalam sekali serang.
“Sistem, aku akan menggabungkan semua atribut sihir dan kemampuannya dalam satu serangan..! Aku tidak tahu apakah ini akan membunuhku atau tidak, tapi aku belum ingin merusak petualanganku di dunia ini dulu” ucap Leon, lalu dia memfokuskan seluruh energinya pada kedua telapak tangannya.
__ADS_1