
Secara serentak, semua penonton termasuk tim dari akademi lain pun berdiri dan memberikan tepuk tangan atas kemenangan tim akademi Lainard.
Zimos turun ke arena dan memberikan selamat secara langsung kepada Leon.
“Selamat atas kemenangan yang diraih oleh akademi Lainard, aku Zimos ketua asosiasi akademi sihir di seluruh dunia memberikan izin kepada seluruh murid dari tim Lainard untuk menggunakan gua energi murni selama 5 hari” ucap Zimos sambil bertepuk tangan.
Setelah pengumuman pemenang, Leon dan yang lainnya pun pergi dari akademi Jalec menuju penginapan dan segera bersiap-siap untuk pulang ke kerajaan Lainard besok hari.
Mereka tidak langsung menuju gua energi murni karena waktu 5 hari itu adalah akumulasi penggunaan gua tersebut sebelum turnamen berikutnya.
Jadi, mereka masih bisa mempersiapkan diri sebelum memasuki gua tersebut.
Di sisi lain, Zimos sudah mulai melancarkan rencananya dan mengirim pasukan level 8 sebanyak 2 ribu orang ke kota kelahiran Leon, yaitu kota budak.
“Tuan, kenapa kita tidak menggunakan teleportasi di dalam kota saja?” tanya salah satu pasukan kepada ketua regu tersebut.
“Tuan Zimos berkata bahwa akan sangat mencurigakan jika menggunakan teleportasi di dalam kota, karena turnamen sudah selesai dan orang-orang pun tahu kalau pihak dari asosiasi tidak pernah menggunakan sihir teleportasi ketika datang dan pulang dari area turnamen” jawab ketua regu.
Akhirnya, 2 ribu orang tersebut sudah berangkat menggunakan jalur darat melalui hutan.
Keesokan harinya..
Semua anggota tim Lainard masih tidak berkata apapun kepada Leon, mereka menganggap apa yang dilakukan olehnya saat pertarungan final kemarin terlalu brutal.
__ADS_1
Mereka kini sudah tahu kekuatan Leon yang sesungguhnya, atau setidaknya begitulah yang mereka pikirkan.
Linting yang melihat suasana tidak mengenakkan tersebut pun tidak bisa melakukan apapun, dia juga paham apa yang dirasakan oleh murid yang lainnya.
Masalahnya, Leon pun tidak mengatakan sepatah katapun sejak turnamen usai dan dia lebih banyak menggunakan waktunya untuk bermeditasi.
Hari pun sudah hampir siang, mereka segera bergegas berangkat pulang dengan menyewa sebuah kereta kuda yang akan mengantarkan mereka sampai ke kerajaan Lainard dengan total biaya sebanyak 3 ribu rim.
Di sepanjang perjalanan keluar dari kerajaan Jalec, mereka tidak henti-hentinya diberikan selamat atas kemenangan di turnamen tahun ini oleh warga sekitar yang mereka lewati.
“Selamat tim akademi Lainard..! Kalian benar-benar memiliki seseorang dengan kekuatan monster”
“Tahun depan jika dia ikut di dalam turnamen lagi, aku pasti akan datang untuk menyaksikannya..!”
Tak lama, kereta kuda mereka pun sudah keluar dari kerajaan Jalec dan perjalanan menuju kerajaan Lainard akan ditempuh melalui jalur umum tanpa melewati hutan seperti sebelumnya karena tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak menguntungkan mereka.
Perjalanan mereka akan memakan waktu selama 5 hari.
“Arrrrgghhh.. aku tidak bisa seperti ini terus..! Leon, entah kau akan berbicara atau tidak, aku tidak peduli..! Tapi, setidaknya kau bisa ikut merayakan kemenangan ini nanti setibanya di akademi dan kau tidak boleh diam seperti ini..!” ucap Jaffar yang sudah tidak tahan dengan keheningan yang tidak terjadi sebelumnya.
Leon pun membuka matanya dan melihat ke arah Jaffar dan yang lain lalu berkata, “Memangnya siapa yang membuat hening? Kan kalian sendiri yang merasa kalau aku ini seperti monster yang tidak boleh diganggu..! Aku sih hanya melakukan ini untuk memulihkan kekuatanku..!” jawab Leon dengan nada sedikit ketus.
Dia terus bermeditasi karena tidak bisa menggunakan pil penyembuh ataupun sihir penyembuhan untuk mengembalikan mana yang sudah hilang untuk menggunakan baju zirah Legia bentuk kedua sebelumnya dan itu adalah efek samping dari baju zirah tersebut.
__ADS_1
Selama mana milik Leon belum terisi penuh, dia tidak akan bisa menggunakan pil penyembuh ataupun sihir penyembuhan.
“Hehe, sudahlah kalian tidak usah mengusik Leon untuk saat ini..! Biarkan dia memulihkan kekuatannya terlebih dahulu dan aku yakin, suasana hening ini akan kembali normal” ucap Linting yang mencoba untuk menengahi mereka dan terlihat dari wajah para murid bahwa mereka pun setuju dengan ucapan Linting.
5 hari pun berlalu tanpa hambatan yang berarti di dalam perjalanan mereka, dan akhirnya tiba di kerajaan Lainard dengan sambutan sangat meriah oleh raja Oxford yang memang sudah mempersiapkannya sejak mendengar kabar bahwa tim akademi Lainard memenangkan turnamen Earlgrim.
Warga kerajaan semuanya berkumpul di dekat pintu gerbang untuk melihat Leon dan yang lainnya.
Mereka bersorak gembira atas kemenangan dan kembalinya mereka dengan selamat.
Kesenangan mereka bukanlah tanpa alasan.
Setiap akademi yang memenangkan turnamen akan selalu dibantu oleh asosiasi dengan mengirimkan suplai wadah sihir berkualitas tinggi dan material dari monster level tinggi setiap bulannya.
Selain itu, kerajaan yang menjadi tempat akademi tersebut akan dinaikkan pemasukan ekonominya dengan cara memberikan uang sebanyak 50 juta rim setiap bulannya yang akan dibagikan 20 persen untuk kepentingan kerajaan dan 80 persen akan dibagikan kepada seluruh rakyat kerajaan tersebut yang berjumlah 60 ribu.
Dengan begitu, wajar saja semua warga sangat senang karena mereka akan mendapatkan sekitar 615 rim setiap bulannya secara cuma-cuma selama mereka tetap memegang gelar juara turnamen.
“Kalian sangat hebat, tim Lainard..!”
“Kalian memang layak jika disebut sebagai tim impian..!”
Semua warga bersorak memuji tim Leon seraya mereka terus berjalan menuju akademi Lainard yang mana raja Oxford sudah menunggu mereka di sana.
__ADS_1