
Setelah memberikan mayat-mayat binatang buas kepada Sun Yang dan merelakan pembagian uang seperti telah disepakati sebelumnya, Leon bergegas menjauh dari kota teratai embun di malam harinya.
“Huh, padahal aku sangat membutuhkan uang, tapi ya sudahlah..! Kerajaan Zhang, Gate..!” Leon pun masuk ke dalam portal teleportasi.
Tapi, untuk menghindari keributan, dia mengarahkan Gate sedikit jauh dari kerajaan Zhang.
Dia pun tiba di sebuah pemakaman di sebuah desa dan tentu saja itu membuatnya sedikit terkejut.
“Hmm, setelah tiba di dunia ini, banyak hal yang sebenarnya ingin aku coba..! Kalau begitu, Revive..!” ucap Leon sambil mengarahkan tangan kanannya ke salah satu makam yang ada di depannya.
“Cliiing...” makam itu dengan cepat dikelilingi oleh sebuah cahaya berwarna biru terang.
“Boom..” terdengar ledakan kecil dari dalam dan tanah dari makam itu pun sedikit bergetar.
Hingga akhirnya, “Duarr...” makam itu meledak dan tampak setelahnya keluar sesosok tubuh.
“A-aku...” tubuh yang sudah lama membusuk di dalam makam tersebut kini sudah kembali utuh dan hidup kembali.
“Hoo, ini menarik..!” ucap Leon sambil menggosok-gosok dagunya.
Tak lama kemudian, terdengar langkah ramai warga desa yang penasaran dengan suara ledakan dari arah pemakaman ini.
“Ups, sepertinya aku harus segera pergi..! Speed up..!” Leon pun melesat dengan kecepatan kilat meninggalkan pemakaman dan desa tersebut.
Namun, sebelum dia pergi, Leon sempat mendengar teriakan tangis salah satu warga.
“A-ayah? Itu benar kau ayah?”
“Lin Xu, kau kah itu?” ucap mayat yang baru saja hidup kembali itu.
“Ini.. benar-benar kau, ayah..! Terima kasih, Dewa..!” teriak seorang wanita yang terus-terusan menangis setelah melihat ayahnya kembali hidup.
“Hmm, aku sangat tahu rasanya” ucap Leon dengan sedikit senyum di wajahnya.
** Re: Aku tahu Anda pasti bertanya-tanya kenapa bisa menghidupkan orang yang sudah lama mati di makam itu.
“Hehe, kau ternyata sangat mengerti aku, kalau begitu beritahu aku” jawab Leon.
** Re: Itu karena di dunia ini\, jiwa yang sudah dari orang mati akan tetap berada di sini sampai reinkarnasi selanjutnya.
“Reinkarnasi? Apakah akan seperti yang aku alami sebelumnya?” tanya Leon sambil mengernyitkan alisnya.
** Re: Tidak! Mereka akan bereinkarnasi kembali ke dunia ini menjadi apapun sesuai dengan perbuatan sebelum mereka mati.
“Hoo, benar-benar menarik..!” ucap Leon, lalu dia pun kembali mempercepat larinya menuju kerajaan Zhang.
Saat hampir tiba di pintu gerbang kerajaan Zhang, Leon memperlambat larinya agar terlihat seperti berlari biasa.
“Conceal..! Aura..!” Leon menggunakan sihir untuk menyembunyikan aura miliknya agar tidak menimbulkan keributan yang merepotkan nantinya.
“Berhenti..! Siapa kau?” tanya penjaga gerbang masuk kerajaan dengan kewaspadaan karena melihat anak kecil yang muncul entah dari mana di malam hari seperti ini.
“Eh, paman penjaga gerbang yang tampan, aku kenalannya paman Wang Xie..! Perkenalkan, namaku Leon” ucap Leon sambil tersenyum.
“Kenalannya komandan Wang Xie? Haha, kau adalah bocah ke 301 yang mengaku kenalannya komandan Wang Xie” tanya penjaga gerbang.
Nama Wang Xie semakin terkenal ke seluruh wilayah kerajaan Zhang setelah kembali dengan cara yang spektakuler dan juga membawa binatang buas yang langka.
Sejak itu juga, banyak anak-anak dan wanita dewasa yang mengidolakannya dan mengaku-ngaku kerabat dekatnya.
“Tidak..! Aku serius..! Kalau tidak percaya, panggilkan saja paman Wang Xie ke sini dan cari tahu sendiri apakah aku sedang berbohong” ucap Leon dengan wajah yang serius.
“Hahaha, kalimat itu juga sudah sering kudengar..! Pergilah dari sini atau jangan salahkan aku jika bertindak tidak sopan..!” ucap penjaga itu mengancam Leon.
“Huhh.. Haaah.. PAMAN WANG XIEEEE..!” teriak Leon berkali-kali sehingga menyebabkan kegaduhan.
Teriakan itu membuat gaduh seisi kota kerajaan dan akhirnya sampai ke telinga Wang Xie yang sedang menghadiri pesta pelantikan gelar pahlawannya.
“Suara ini..!” Wang Xie yang mengenali suara Leon, dia pun bergegas menuju sumber suara hingga akhirnya tibalah dia di gerbang depan kota kerajaan Zhang.
Dia melihat sosok yang sangat mulia di matanya, seorang dewa yang tidak hanya sudah menyelamatkan hidupnya dan pasukannya, dia juga mendapatkan kemuliaan ini berkat dewa kecil itu.
Dengan langkah tegas dan cepat, Wang Xie berjalan menuju Leon.
“Oi bocah..! Kau pikir apa yang sedang kau lakukan?” ucap penjaga gerbang dengan emosi yang memuncak sambil menghunuskan pedang kepada Leon.
“Kalian..!” suara Wang Xie segera mengagetkan penjaga gerbang itu.
“Ah, tuan Wang Xie..! Maafkan aku, keributan ini dibuat oleh bocah nakal in..” tidak sempat dia menyelesaikan ucapannya, matanya pun terbelalak saat melihat Wang Xie berlutut dengan penuh hormat di hadapan Leon.
__ADS_1
“Haaa? Tu-tuan Wang, a-apa yang sedang Anda lakukan?” namun, Wang Xie tetap tidak mempedulikan pertanyaan orang bodoh itu.
“Dewa, maafkan aku tidak menyambutmu dengan segera dan membiarkan penjaga bodoh ini menghalangi Anda” ucap Wang Xie yang lagi-lagi membuat penjaga gerbang itu tidak bisa berkata apa-apa lagi.
“Dewa? Dewa apanya? Mana ada Dewa dengan wujud anak kecil yang tubuhnya tidak bersinar dan lagi aura Qi nya sama sekali tidak terasa” gumam penjaga itu dan ia pun kini hanya bisa berdiri diam seperti patung.
“Hei, jangan panggil aku dengan sebutan itu..! Aku tidak ingin membuat kegaduhan dulu” ucap Leon.
“Ma-maafkan aku..! Kalau begitu, apakah tidak apa-apa jika aku memanggil Anda dengan Leon saja?” tanya Wang Xie yang segera bersujud di hadapan Leon.
“Ya begitu saja untuk saat ini..!” jawab Leon sambil mengangkat tubuh Wang Xie agar menyudahi sujudnya.
“Baiklah tuan Leon, kalau begitu mari aku antarkan masuk ke dalam kota” ucap Wang Xie memberikan jalan kepada Leon masuk ke dalam kota.
“Paman, aku sudah bilang jangan panggil aku dengan sebutan formal seperti itu..! Harga dirimu akan jatuh jika seseorang melihatmu memberi hormat kepada seorang anak kecil” ucap Leon sambil tersenyum tipis lalu melambaikan tangan kanannya.
“Memory loss..!” Leon menghilangkan ingatan semua penjaga gerbang.
“Mulai sekarang, aku ingin paman Wang Xie berpura-pura bahwa aku ini muridmu, karena itu jauh lebih masuk akal” ucap Leon.
“B-baiklah, tu.. Leon” jawab Wang Xie lalu dia mengambil inisiatif untuk berjalan di depan Leon agar terlihat lebih meyakinkan bahwa Leon adalah muridnya.
Wang Xie pun kembali ke pesta pelantikannya bersama Leon.
Di sana semua orang melihatnya dengan tatapan yang penuh tanda tanya.
Karena melihat situasi yang seperti itu, Wang Xie pun maju ke depan untuk meminta izin kepada kaisar Zhang lalu berteriak untuk menarik perhatian semua orang.
“Semuanya, ada seseorang yang ingin aku perkenalkan kepada kalian semua..!” dan semua orang pun berbalik menghadap ke arah Wang Xie.
Para tentara yang ikut bersama Wang Xie dalam perburuan hewan buas dan mereka sudah pernah bertemu dengan Leon sebelumnya, hampir saja membungkukkan tubuh mereka untuk memberi hormat kepada Leon.
Tapi, Wang Xie memberikan kode agar tidak melakukannya dan Leon juga menganggukkan kepalanya menandakan ucapan Wang Xie itu benar.
“Ehem.. Dia adalah Leon dan dia adalah muridku yang sudah aku angkat beberapa waktu yang lalu” ucap Wang Xie melanjutkan pidatonya.
“Hah? Bocah itu sudah diangkat menjadi muridnya tuan Wang Xie? Memangnya apa yang istimewa darinya?”
“Entahlah, karena sejauh aku melihatnya, tidak ada hal yang menarik dari bocah ingusan itu”
“Hei kalian, jangan berbicara keras-keras, nanti tuan Wang Xie bisa mendengar kalian..!”
Mereka sangat tidak percaya bahwa Wang Xie telah mengangkat seorang murid yang terlihat masih sangat muda.
Setiap kali Wang Xie akan mengangkat seorang murid, semua orang pasti akan mengetahuinya.
“Semuanya, perkenalkan, namaku Leon dan usiaku 14 tahun” ucap Leon sambil tersenyum.
“Cih, memangnya kenapa kalau kau diangkat menjadi muridnya tuan Wang Xie? Aku yakin kemampuanmu tidaklah sehebat itu..!” teriak salah satu pemuda yang tampaknya sudah beberapa kali mengikuti ujian tapi tidak juga lulus.
“Status..!” ucap Leon.
\===STATUS===
Nama: Chen Feng
Umur: 19 tahun
Tingkat Kekuatan: Menengah tahap 6
Kemampuan Spiritual: Peningkatan Fisik (4); Manipulasi Qi (2);
Kemampuan Tubuh: Fisik (4);
Status Mana: 200 / 205
Poin: -
Harta: 2 Koin emas, 13 Koin perak, 0 Koin perunggu
\============
“Hoo, sungguh menarik” Leon melangkahkan kakinya sekali.
“Zzzeeppp...” dan kini dia sudah berada tepat di hadapan pemuda yang meremehkannya tadi.
__ADS_1
“Apa kau mau mencicipi sedikit dari kekuatanku?” ucap Leon yang berbisik di telinga pemuda yang bernama Chen Feng itu.
“Brukk...” Chen Feng pun terkejut dan langsung terduduk lalu tanpa sadar dia mengompol hingga membasahi sebagian besar celananya.
“Hmm, aku rasa kau sudah memberikan jawabannya” ucap Leon dengan senyuman tipisnya lalu berbalik dan berjalan kembali mendekati Wang Xie.
“Wang Xie..! Dari mana kau menemukan murid sehebat itu? Bahkan aku tidak bisa melihat gerakannya yang tiba-tiba sudah berada di hadapan Chen Feng” tanya kaisar Zhang.
“A-aku, dia..” Wang Xie pun tergagap tidak tahu harus menjawab apa.
“Oh, aku yang mengajukan diri untuk menjadi murid paman Wang Xie, dengan syarat aku harus bisa setidaknya mengambil sebatang kayu yang dia pegang darinya” jawab Leon untuk menyelamatkan Wang Xie dari pertanyaan yang berbahaya itu.
“Luar biasa..! Meskipun aku tidak bisa merasakan aura Qi mu, tapi aku tidak akan pernah meragukan murid pilihan Wang Xie..!” ucap kaisar Zhang sambil mengusap-usap dagunya.
“Hehe, tepat sekali..! Seperti yang diharapkan dari seorang kaisar..!” ucap Leon dengan nada yang santai.
“Pertama burung merak es dan sekarang murid yang luar biasa, Wang Xie, kau benar-benar membawa banyak kejutan yang akan merubah nasib kerajaan ini menjadi lebih baik..!” ucap kaisar Zhang.
“Ah aku tidak berani mengambil pujian itu, yang mulia” jawab Wang Xie sambil merunduk.
Di dalam hatinya, dia merasa sangat senang karena tidak hanya seorang dewa berada di pihaknya, tapi dewa itu bahkan mau dianggap sebagai seorang murid darinya.
Kebanggaan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya kini sudah hinggap pada dirinya.
Sementara itu, Chen Feng yang sedari tadi tidak beranjak dari tempatnya terjatuh, tampak digendong oleh seorang pria yang sepertinya adalah ayahnya dan dia tidak terima anaknya dipermalukan seperti ini.
Dengan penuh kebencian, dia menatap ke arah Leon seolah-olah suatu saat akan membunuhnya, lalu dia pun pergi dari pesta pelantikan itu dengan amarah yang dipendamnya.
“Huh, memangnya siapa yang menyuruh anakmu untuk menantangku? Itu salahnya sendiri..!” gumam Leon sambil menggembungkan pipinya.
Di sisi lain di kerajaan Liu Yun..
Steward Han pergi ke istana kaisar Liu Yun untuk bertemu dengan salah satu kakaknya yang bernama Victor Han.
Dia adalah seorang praktisi beladiri elit yang bergabung dengan militer kerajaan sejak usia 16 tahun karena bakatnya yang melebihi rata-rata.
Kini ia sudah beranjak dewasa dan sekarang berumur 27 tahun dengan kekuatan di tingkat penguasa jiwa tahap kedua dan jabatan komandan perang yang kini disandangnya.
“Kakak pertama..” ucap Steward Han saat bertemu dengan kakaknya itu.
“Ah, ternyata kau Stewie? Sangat jarang aku melihatmu berkunjung seperti ini” jawab Victor Han.
Steward Han dan Victor Han pun bernostalgia dan saling bertukar cerita hingga tiba saat mereka membicarakan tentang Leon.
“Haha, mana ada yang seperti itu..! Melontarkan energi Qi yang begitu kuat sampai bisa memotong pedang? Apa kau sudah gila?” hardik Victor Han karena menganggap cerita yang didengarnya itu terdengar terlalu dibuat-buat.
“Tapi kak, aku mengatakan yang sebenarnya..! Jika dia berada di pihak kita, menguasai benua ini akan semudah membalik telapak tangan..! Akan aku singkirkan orang-orang yang tidak berguna, dan mengambil alih beberapa wilayah musuh untuk kujadikan mansion pribadiku, haha..!” ucap Steward Han sambil tertawa licik.
“Hehe, kau memang benar-benar tidak pernah berubah..! Seperti yang diharapkan anak dari keluarga Han di kerajaan Liu yun..! Tapi, fantasimu itu terlalu berlebihan, lebih baik kau kembali ke realita dan berusaha meningkatkan kekuatanmu sesegera mungkin” ucap Victor Han yang tiba-tiba berbicara dengan nada serius.
“Ah, apakah kaisar Liu Yun akan..” tanya Steward Han.
“Mmm, 2 bulan dari sekarang, aku akan memimpin 10 ribu pasukan untuk menginvasi salah satu wilayah kerajaan Wei, hanya saja..” Victor Han berhenti sejenak.
“Semakin ke sini, jiwaku semakin tersiksa saat menerima perintah untuk membantai orang-orang lemah itu. Apa mungkin aku sudah mulai melunak?” ucap Victor Han.
“Haha, kakak pertama terlalu berpikir berlebihan..! Tidakkah itu menyenangkan? Mendengar teriakan mereka saat memohon belas kasih? Saat pasukan bersenang-senang dengan para wanita di sana? Bagiku itu seperti alunan musik yang indah” ucap Steward Han sambil berpose seperti sedang menikmati sebuah lagu.
“Hmm, mungkin kau benar, aku yang terlalu banyak berpikir..! Tidak aku pungkiri, itu memang sangat menyenangkan mendengar teriakan mereka” Victor Han kembali memantapkan hatinya untuk tetap menjadi pembunuh berdarah dingin dan tetap menjadi komandan perang yang terkenal akan kebengisannya.
“Hehe, begitulah seharusnya..! Kakak pertama yang selalu aku banggakan..!” ujar Steward Han sambil menepuk pundak Victor Han.
“Kalau begitu aku pamit pulang, karena besok ada rumah pelatihan yang harus aku musnahkan” ucap Steward Han sambil berbalik meninggalkan Victor Han.
“Steward..” panggil Victor Han.
“Jangan sisakan satupun hidup..!”
“Jangan sisakan satupun untuk hidup..!”
Mereka berdua mengatakan hal yang sama secara serentak.
__ADS_1
“Hehe, aku sudah tahu itu..!” lalu Steward Han melambaikan tangannya dan segera pergi meninggalkan ibukota kerajaan Liu Yun.