The Absolute System

The Absolute System
Memenuhi Kualifikasi!


__ADS_3

“Sejak kapan dia..” Zhao langsung mengambil posisi bertahan menggunakan energi Qi.


“Boom..” karena pukulan yang terlalu kuat, bahkan perisai Qi pun tidak mampu menahannya.


Zhao terpental hingga keluar arena dan menghantam tembok di ujung area pelatihan.


“Yo, bukankah kau bilang akan memberikanku 3 kesempatan? Kenapa malah tidur di sana? Aku masih punya 2 kesempatan lagi, ‘kan?” ucap Leon sambil membunyikan tulang-tulang jarinya.


“Kau lihat apa yang barusan terjadi?”


“Jangankan melihat, mengedip pun aku tidak sempat”


Kini tak ada satupun yang berani berkomentar karena tidak paham dengan apa yang baru saja terjadi.


“Hoaamm, sungguh membosankan, kalau begitu, apakah ada guru yang cukup kompeten untuk melawanku?” tanya Leon dengan nada yang meremehkan.


Karena sudah tidak tahan dengan sikap Leon, seorang guru dengan kekuatan tingkat penguasa jiwa tahap kelima pun turun untuk menghadapinya.


“Bocah, jangan pikir karena bisa mengalahkan 1 orang kau sudah merasa sangat kuat..!” ucap guru yang kini sudah ada di dalam arena latih tanding.


“Hoo, ini jadi lebih menarik..! Majulah..!” tantang Leon sambil melambaikan tangannya.


Karena merasa kesal, guru itu pun langsung menarik tombak dari dalam cincin ruang miliknya.


“Yo, kau sampai menggunakan tombak untuk melawan bocah sepertiku?” ucap Leon.


“Diamlah..! Di dalam medan pertempuran, apapun akan dilakukan untuk menang..!” ucap guru tersebut, lalu melemparkan tombaknya ke arah Leon dengan kecepatan tinggi.


“Wush..” dengan mudah Leon menghindari tombak tersebut, tapi, “Zzzeeppp..” tiba-tiba guru tersebut sudah ada di belakang Leon dan memegang tombak yang ia lempar tadi lalu kembali melemparkannya ke arah Leon.


“Hmm, teleportasi ya?” gumam Leon tersenyum senang.


“Seperti yang diharapkan dari seorang guru..! Kalau begitu..” Leon berbalik ke arah guru tadi lalu dengan sengaja menerima serangan tombak tersebut.


“Craaatt..” tombak itu menancap tepat di perut sebelah kanan Leon dan membuatnya mengeluarkan begitu banyak darah.


“Uhuk.. Uhuk..” Leon memuntahkan darah segar sambil memegang tombak yang menancap di tubuhnya.


“Bocah, sudah aku katakan, jangan sok hebat di sini..!” ucap guru yang bernama Han Zhou itu.

__ADS_1


“Ah.. Hahaha.. haduh, kau pikir sudah menang hanya karena tombak ini menancap di perutku?” Leon berdiri dan mencabut tombak itu dari perutnya.


“Craaat...” darah segar menyembur saat tombak itu dicabut oleh Leon.


“Kau.. Apa kau ingin mati? Jika tombak itu kau cabut, kau akan kehilangan banyak darah..!” Han Zhou jadi panik kalau dia akan membunuh seorang murid.


“Heal..!” cahaya berwarna hijau kini menyelimuti luka Leon dan mulai menyembuhkannya hingga tak ada goresan sedikit pun di kulitnya.


“Haaaaah? Ba-bagaimana bisa?” semua orang termasuk Han Zhou terkejut dengan kemampuan penyembuhan yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.


“Siapa kau sebenarnya?” tanya Han Zhou.


“Kenapa? Kau penasaran dengan kemampuanku barusan? Hehe, itu hanya 0,5 persen dari kemampuan penuhku” jawab Leon sambil mengusap-usap hidungnya.


“0,5 persen katanya? Bualan yang sangat tinggi, aku jadi muak..!”


“Guru, hajar saja bocah itu, beri dia pengalaman terburuk karena sudah menyinggung semua guru di akademi ini..!”


“Ya benar, paling-paling itu hanya kemampuan garis keturunan miliknya..!”


Teriak semua murid yang tidak percaya dengan ucapan Leon.


Dia masih teringat saat seekor naga muncul entah dari mana dan meraung hingga tidak ada yang berani bergerak.


Jelas sekali bocah yang sedang dilihatnya itu bukanlah bocah biasa.


“Cih, kau pikir sudah sangat kuat hanya karena kemampuan garis keturunanmu adalah pemulihan?” cibir Han Zhou dan kesal karena dia merasa seperti diolok-olok oleh seorang bocah ingusan.


“Haha, tidak tidak tidak, kau salah paham..! Ini bukanlah kemampuan garis keturunan, ini hanya trik kecilku saja” jawab Leon sambil membusungkan dada.


Han Zhou merasa muak dengan bualan Leon yang terdengar tidak realistis tersebut, dan dia pun memutuskan untuk mengakhiri pertarungan ini dengan serangan pamungkasnya.


“Baiklah, kalau begitu, aku ingin melihat apa kau benar-benar sekuat itu untuk menahan serangan pamungkasku..!” Han Zhou membuka kedua kakinya dan membentuk sebuah kuda-kuda.


Aura berwarna merah dan hawa panas pun terpancar dari dalam tubuhnya hingga membuat seluruh arena menjadi gerah.


Leon menancapkan tombak milik Han Zhou ke lantai dan menunggu serangan apa yang akan dilakukan oleh guru yang sedang bertarung dengannya itu.


Hingga sesaat kemudian, Han Zhou terlihat sudah menyelesaikan persiapannya, “Matilah.. Raging Thunder Dragon Technique..!”.

__ADS_1


Han Zhou menghentakkan kakinya sekali dan suara gemuruh petir pun terdengar bersamaan dengan keberadaan dirinya yang kini sudah tak terlihat.


“Gelegaarr.. Gelegaarr.. Gelegaarr..” seisi arena dan ruangan latih tanding dipenuhi dengan suara gemuruh dan petir yang menyambar.


Para guru yang lain membuat sebuah perisai energi Qi yang disatukan untuk melindungi para murid yang bisa saja menjadi korban sambaran petir yang tidak terkendali itu.


“Hoo, jurus yang menarik, tapi, sepertinya kau masih belum bisa mengendalikannya dengan benar” ucap Leon sambil melirik ke kanan, kiri, atas dan bawah mengikuti pergerakan dari Han Zhou yang terlihat sangat jelas olehnya.


“Hahaa.. Bocah, kau masih saja membual..! Setelah ini kau akan belajar bahwa sebutan guru bukanlah sekedar gelar..!” ucap Han Zhou yang masih melesat ke sana kemari tanpa sadar bahwa sedari tadi Leon masih bisa melihatnya.


“Wushhh..” Han Zhou mengarahkan tinjunya kepada Leon dan sebuah sambaran petir pun menyambar.


“Gelegaarr.. Gelegaarr.. Gelegaarr..”


“Heh, sudah pasti bocah itu akan tamat..!”


“Guru Zhou, aku tidak ingin keluarga bocah itu nanti akan menuntut akademi ini jika kau membunuhnya..! Jadi, cobalah untuk tidak membunuhnya..!” teriak salah satu guru yang ikut membuat perisai energi Qi.


Tanpa diberitahu, Han Zhou pun juga berpikir seperti itu.


Dia hanya ingin memberikan pelajaran keras kepada Leon agar tidak meremehkan para guru di akademi ini.


Hingga sesaat kemudian, “Boom..” dan terlihat tubuh Han Zhou terpental dan terseret di lantai.


Semua orang terkejut melihat kejadian itu karena serangan petir yang dilontarkan oleh Han Zhou barusan malah mengenai dirinya sendiri hingga membuatnya hampir saja mati.


Terlebih lagi, tidak ada yang bisa menjelaskan bagaimana bisa Han Zhou berdiri di posisi Leon sebelumnya, sedangkan sebelumnya, mereka berdua tidak terlihat seperti akan bergerak ke manapun.


“Ooh, baiklah, baiklah..! Aku yakin kalian semua kebingungan, ‘kan? Jurus ini disebut sebagai pertukaran, atau aku menyebutnya Swap” ucap Leon ditengah kebingungan semua orang.


“Hmm, daripada hanya menjelaskan, lebih baik begini..” Leon menoleh kembali ke arah Han Zhou yang sedang terkapar di lantai arena.


“Swap..!” teriak Leon lalu dalam sekejap, mereka berdua sudah bertukar posisi dan semakin membuat semua orang keheranan.


Tidak ada satupun dari mereka yang pernah melihat jurus seperti itu dan bahkan para guru yang sedang menyaksikan pertarungan ini pun kehabisan kata-kata.


“Bagaimana? Kalian sudah mengerti perbedaan kekuatan di antara kita?” tanya Leon dengan senyuman tipis dan tatapan yang sangat tajam.


“Dengan begini, aku sudah memenuhi kualifikasi untuk menjadi seorang guru, ‘kan?” tanya Leon.

__ADS_1


__ADS_2