The Absolute System

The Absolute System
Kota Perdagangan, Shan!


__ADS_3

Untuk berjaga-jaga, Leon mengambil cincin ruang milik Bao Chen dan menyimpannya untuk nanti.


“Hehe, sekali-kali mengambil demi bertahan hidup tidak ada salahnya kan?” ucap Leon, dia pun kini sudah berjalan jauh dari tempat pertarungannya tadi.


Dengan pengetahuan yang telah didapatnya, dia tahu bahwa ada sebuah kota kecil yang bernama kota Shan untuk melakukan jual beli barang sihir seperti tongkat sihir, pedang energi, dan lainnya. Dia pun bergegas menuju kota yang berjarak 2 hari dari kota Anming itu.


“Speed Up..! Wush…” tak sampai 2 menit, Leon kini sudah berada di depan gerbang masuk kota Shan.


Tapi, Leon sedikit terkejut karena tidak ada satu penjaga pun yang melakukan pengecekan kepada semua pengunjung dari luar kota.


Tanpa berlama-lama, dia langsung memasuki kota Shan dan segera melihat pemandangan pasar pada umumnya, hanya saja ini sangat ramai orang.


Leon berjalan perlahan sambil melihat-lihat dan mempelajari sistem jual beli barang di sini, karena dia berpikir dengan atribut penciptaan pasti bisa membuatnya kaya jika tahu barang apa yang bisa untuk dijual dengan harga tinggi.


“Hmm, normalnya harga barang akan sangat mahal tergantung bahan yang digunakan” gumam Leon.


“Ayo silakan kemari dan lihatlah busur besi bintang terbaik!” teriak salah satu penjual yang kebetulan berada di dekat Leon dan sedang dikerumuni pengunjung yang lain.


Leon pun ikut menghampiri dan melihat barang apa yang sedang ditawarkan oleh penjual tersebut.


“Eh hehe, kemarilah! Busur terbuat dari besi bintang kelas satu, tali busurnya terbuat dari otot binatang buas yaitu banteng angin tingkat menengah tahap 5”


“Jangkauan tembak bisa mencapai seribu meter dengan potensi kekuatan tak terbatas! Jangan sampai dilewatkan!”


Teriak sang penjual dengan nada yang sangat meyakinkan dan orang-orang yang mendengarnya pun percaya dengan omongannya.


“Wah, ini barang yang bagus!”


“Aku harus mendapatkannya!”


Ucap orang-orang yang termakan oleh ucapan penjual itu.


Tapi, tentu saja Leon tidak langsung percaya dan segera mengambil busur panah tersebut untuk mengeceknya.


“Paman, boleh aku melihatnya dari dekat?” ucap Leon seraya mengulurkan tangan kanannya.


“Hehe, tentu saja! Ini silakan” ucap pedagang itu lalu memberikan busur panah yang akan dijualnya kepada Leon.


Dengan seksama Leon melihat busur panah tersebut tapi dia tidak menemukan apapun yang istimewa di sana.


“Hmm, sepertinya tidak terlalu bagus!” ucap Leon yang langsung mengubah ekspresi wajah si pedagang menjadi masam.


“Bocah, bicara apa kau? Besi bintang adalah bahan utamanya dalam pembuatan busur panah ini dan anak panahnya, kekuatan dan ketangguhannya sudah pasti nomor satu!” bentak pedagang itu dengan nada emosi.


“Sedangkan tali busurnya terbuat dari otot binatang buas kelas atas, sudah pasti punya kelenturan yang luar biasa! Jarak tembaknya bisa sampai 1.000 meter! Jika kau bisa meminta bantuan kepada penyihir untuk mengukir formasi sihir angin, jangkauannya bisa sampai 1.500 meter!” sambung pedagang tersebut.


“Hoo, memangnya paman akan menjual busur panah sehebat ini dengan harga berapa?” ucap Leon dengan nada sarkas sambil menaikkan alis kanannya.


“Tidak mahal, hanya dua ratus koin perak saja!” jawab pedagang tersebut sambil membuat gestur jari angka 2.


“Hmm, bukankah itu terlalu mahal untuk sebuah busur panah?” bantah Leon.


Karena geram pedagang itu pun berkata, “Cih, kalau tidak mampu membeli tidak usah banyak omong! Sudah, pergi saja kau!”.


“Hmm, bukannya aku tidak mampu, tapi kalau dari pengamatanku busur ini tidaklah sehebat itu! Lihat saja desain yang aneh ini, penuh dengan rongga dan tentu saja akan mudah rusak! Selain itu tali busur ini terdapat garis berbentuk spiral di sepanjang talinya!” ucap Leon.


“Jika tebakanku benar, ini bukanlah otot banteng angin, tapi banteng besi tingkat 1 dan jarak tembaknya pun tidak akan melebihi 300 meter!” sambung Leon.


“Kau….” pedagang itu tidak bisa berkata apapun karena apa yang dikatakannya memang benar.


“Cih, paman, aku sarankan jangan menipu demi keuntungan kalau tidak ingin bisnismu hancur di kemudian hari!” ucap Leon lalu dia pergi meninggalkan pedagang tersebut.


Orang-orang yang mendengarkan penjelasan Leon pun akhirnya mengerti dan ikut pergi meninggalkan toko pedagang tersebut.


“Huh, untung ada adik kecil itu, kalau tidak aku pasti sudah tertipu habis-habisan”


“Ya benar! Dia memakai emblem akademi, apa mungkin dia murid dari akademi di kota Anming?”


“Wah, benar-benar akademi yang luar biasa karena bisa menghasilkan murid sehebat itu”

__ADS_1


Ucap orang-orang yang kagum kepada Leon.


Leon pun lanjut berjalan menelusuri kota Shan dan melihat begitu banyak pedagang yang menawarkan dagangannya mulai dari persenjataan hingga obat kuat untuk segala kegunaan.


Hingga akhirnya dia berhenti di sebuah guild penyihir…


“Guild penyihir? Kalau tidak salah, ini adalah tempat umum untuk melatih kekuatan fisik hingga sihir. Menurut catatan sejarah, pernah ada seseorang yang mencapai tingkat Immortal tahap awal yang melatih semua penyihir di sini” Leon pun bergegas masuk ke dalam guild untuk mencari tahu ada apa di dalamnya.


Setelah masuk, Leon melihat begitu banyak orang dari berbagai tingkatan kekuatan yang berlalu-lalang.


“Waah, benar-benar luas dan begitu banyak residu sihir di dalam sini! Menurut pengetahuan yang kudapatkan, di dalam guild sihir ini ada 1500 ruangan yang bisa digunakan untuk melatih sihir dan itu bisa dilakukan dengan atau tanpa pelatih sihir” gumam Leon sambil melihat-lihat ke sekelilingnya.


“Mulai dari kekuatan sihir hingga alkemis, kau bisa melakukan semuanya di sini!” gumam Leon kembali.


Ruangan yang dimaksud Leon adalah ruangan pelatihan yang dibuat oleh praktisi sihir tingkat Immortal tahap awal itu sendiri.


Sehingga, walaupun terjadi sebuah kecelakaan seperti ledakan kimia di dalam ruang pelatihan, itu tidak akan mempengaruhi area luar ruangan tersebut.


“Permisi, apakah ada yang bisa aku bantu?” ucap seorang wanita yang sepertinya resepsionis di guild penyihir ini.


“Hmm, berapa biaya yang harus aku keluarkan untuk menggunakan ruangan pelatihan?” tanya Leon.


Dia berencana untuk menggunakan dan menguji ulang semua kemampuannya di dalam ruangan itu agar tidak ada kesalahan kedepannya dalam penggunaan kekuatan miliknya.


Sebenarnya dia bisa saja mengujinya di tempat sepi yang tidak ada penghuninya sama sekali, tapi dia takut itu akan menimbulkan kehebohan.


“Baiklah, kalau begitu silakan isi informasi terlebih dahulu di sini! Sedangkan untuk biayanya adalah 1 koin emas per jam” ucap wanita resepsionis itu ambil menyerahkan sebuah formulir.


“Sistem!” ucap Leon dan waktu pun terhenti.


** RE: Anda membutuhkanku?


“Tidak, aku hanya ingin melihat isi dari cincin ruang ini” ucap Leon sambil memakaikan cincin milik Bao Chen di jari manis tangan kanannya.


“Cliiing… Zzeeppp…” semua isi dari cincin ruang tersebut keluar satu per satu.


“Hmmm… sampah, sampah, sampah… Apakah tidak ada uang di sini? Eh tunggu…” tiba-tiba cincin ruang itu bergetar hebat saat akan mengeluarkan barang terakhir.


“Oi oi, ini serius? I-ini… Sebenarnya seberapa kaya si Bao Chen sialan itu?” ucap Leon terkejut saat melihat tumpukan koin emas yang masih terus bertambah.


Hingga 10 menit kemudian akhirnya semua koin emas itu dikeluarkan.


“Sistem, aku kehilangan jejak dalam menghitung jumlahnya, apa kau bisa membantuku untuk menghitungnya?” tanya Leon meminta bantuan Sistem untuk menghitung.


** RE: Menghitung…..


** RE: Jumlah koin emas yang ada di sini adalah 3 juta 500 ribu koin.


“Ti-ti-ti-ti tiga juta 500 ribu? Seperti yang diharapkan dari seorang bangsawan” ucap Leon tersenyum senang.


“Mantap!” Leon kembali ke dunia nyata dan mengisi formulir penggunaan ruangan pelatihan.


“Ini!” ucap Leon sembari menyerahkan formulir tersebut.


“Baiklah, ruangan pelatihan akan bisa Anda gunakan selama 3 jam. Jika tuan ingin menambahkan durasinya, akan tergantung dari seberapa banyak antrian yang ingin menggunakan ruang pelatihan” ucap wanita resepsionis itu sambil melihat penampilan Leon dari ujung rambut hingga ujung kaki yang sangat biasa saja.


“Baiklah, kalau begitu ikuti aku” Leon kemudian menuju ruang pelatihan bersama wanita resepsionis yang berjalan di depannya.


Tak lama kemudian, mereka pun sampai di depan ruangan pelatihan dan Leon bergegas masuk ke dalamnya dan leon berpesan agar tidak ada yang mengganggunya jika tidak ada hal penting.


“Baik, Tuan!” jawab wanita resepsionis tadi dan dia pun pergi meninggalkan Leon.


Setelah di dalam ruangan, Leon melihat semua peralatan sihir yang lengkap dan memadai untuk pelatihan sihir.


“Hoo, pantas saja harganya mahal” gumam Leon sambil menganggukkan kepalanya.


“Baiklah, pertama-tama lebih baik aku perkuat dinding ruangan ini agar tidak sampai hancur” dengan menggunakan sihir manipulasi, Leon mengubah dinding, atap dan lantai ruangan tersebut menjadi jauh lebih kuat untuk menahan ledakan dari sihir Leon nanti.


“Conceal..! Monster’s Army..!” Leon menciptakan pasukan 20 monster berlevel 10 dengan menggunakan kekuatan atribut penciptaan untuk membantunya berlatih.

__ADS_1


“Fire ball..! Thunder..! Typhoon..! Void..! Greater heal..! Gate..! Legia’s Armor..! Legia’s Sword..! Legia’s Wing..! Heaven’s Light..! Inferno..! Legia’s Armor Second Form..!” Leon melatih kemampuan semua sihir yang dia miliki di dalam ruangan itu.


“Boom.. Boom.. Duarrrr…”


“Boom.. Boom.. Duarrrr…”


“Boom.. Boom.. Gelegaaarrr…”


Meskipun sudah diperkuat, tetap saja kekuatan sihirnya menyebabkan sebuah guncangan hebat sampai-sampai membuat semua orang panik.


“Apa yang terjadi?”


“Serangan musuh kah ini?”


“Aaaaa…. Mama aku takuuuut..!”


Teriak semua orang yang berada di luar ruangan pelatihan dan guncangan itu terjadi selama hampir 2 jam dan akhirnya berhenti.


Meskipun masih ada perasaan khawatir, aktivitas di dalam guild penyihir kembali seperti semula.


Di sisi aula guild penyihir…


Ada seorang penyihir yang terlihat kuat memasuki aula guild penyihir dan langsung menghampiri resepsionis.


Setiap langkahnya membuat pandangan beberapa orang yang mengetahui identitasnya terus tertuju padanya.


“Wah wah, tuan Luo Jiang akhirnya punya waktu untuk datang ke sini” sambut wanita resepsionis yang berbeda dari yang menyambut Leon tadi.


Wanita resepsionis yang menyambut pria bernama Luo Jiang itu berambut pirang dengan tubuh yang seksi dan kulit yang putih mulus.


“Mmm, kali ini aku memang sedang libur, Anna” Luo Jiang menghampiri wanita resepsionis yang bernama Anna itu.


“Tolong siapkan ruang pelatihan untukku, aku ingin menerobos ke tingkat Ahli Spiritual tahap 8! Baru setelah itu, kita bisa bersenang-senang, hehe” ucap Luo Jiang sambil mengedipkan tatapan genitnya kepada Anna lalu merangkulnya.


“Hehe, tuan Luo Jiang nakal” jawab Anna dengan nada sedikit mendesah dan wajah yang tersipu malu.


“Tapi, kita masih di guild penyihir, tidak bagus jika sampai dilihat oleh manajer guild” ucap Anna sedikit memperingati Luo Jiang agar tidak berlebihan.


Anna pun langsung melihat daftar ruangan yang masih tersedia untuk diberikan kepada Luo Jiang.


Setelah beberapa saat melihat daftar ruangan, dia menemukan bahwa semua ruangan sedang digunakan oleh penyihir lain.


“Hmm, sayangnya semua ruangan sedang digunakan, tuan Luo Jiang. Apakah tuan Luo Jiang mau menunggu beberapa saat lagi?” ucap Anna kemudian dia berbalik badan dan menatap ke arah Luo Jiang.


“Hah? Mana bisa begitu! Aku sudah hampir menerobos ke tingkat selanjutnya, ini tidak bisa ditunda, Anna! Jika hal ini bisa mempengaruhi proses peningkatan kekuatanku, apa kau mau bertanggung jawab?” jawab Luo Jiang sambil sedikit membentak.


“Itu…” Anna terdiam dan terlihat sedang berpikir.


Dia pun teringat sesuatu “Oh iya, baru saja Lisa membawa seorang bocah ke ruang pelatihan nomor 8. Bocah itu hanya membayar untuk 3 jam dan sekarang durasi yang digunakan seharusnya sudah 2 jam lebih”.


“Kenapa tuan Luo Jiang tidak langsung kesana saja? Bocah tengik seperti itu memangnya sihir apa yang bisa dia latih” ucap Anna meyakinkan Luo Jiang.


Tapi, lisa yang mendengar ucapan Anna pun langsung mengingatkan bahwa itu tidak sesuai dengan peraturan guild penyihir bahwa sebelum durasinya habis, pengunjung tidak bisa diganggu oleh pengunjung lain dalam kondisi apapun.


“Tidak sesuai bagaimana? Kau pikir bocah seperti itu mengerti apa soal sihir? Jika dibandingkan dengan tuan Luo Jiang di sini, dia hanyalah bakteri kecil yang tidak penting!” bantah Anna.


Luo Jiang yang tidak sabaran pun akhirnya memarahi Anna karena terlalu berbasa-basi dengan Lisa, sedangkan dia sudah sangat ingin menerobos ke tingkat selanjutnya.


“Hentikan omong kosong kalian, bawa saja aku ke sana sekarang!” bentak Luo Jiang dan Anna pun segera membawanya ke ruang pelatihan yang dimaksud.


Di sisi Leon…


Dia akhirnya bisa bersenang-senang menggunakan kekuatannya karena selama ini selalu menahan agar tidak sampai menghancurkan dunia ini.


“Fiuuuh… Sudah lama rasanya aku tidak berkeringat seperti ini” ucap Leon sambil berjalan melewati tubuh monster yang sudah kalah.


Setelah mengembalikan kondisi ruang pelatihan seperti semula, Leon berkeliling ruangan untuk melihat-lihat semua perangkat sihir yang ada di sana dengan seksama.


“Hmm, peralatan meracik ramuan ya? Conceal..! Greater Heal Potion..!” Leon menggunakan sihir penciptaan untuk membuat sebuah potion yang bisa mengembalikan energi sihir dan vitalitas penggunanya seperti semula dalam sekejap.

__ADS_1


Bisa dibilang, potion yang dibuat oleh Leon adalah potion yang melebihi tingkat tertinggi yang bisa dibuat oleh alkemis terbaik di dunia ini.


“Hoo, ternyata bisa digunakan seperti ini juga..” gumam Leon sambil melihat botol potion yang digenggamnya.


__ADS_2