
Mereka bergegas datang ke akademi sihir Jalec untuk mengikuti upacara pembukaan turnamen.
Upacara itu berlangsung sangat meriah yang ditonton oleh banyak masyarakat dari dalam atau pun luar kerajaan Jalec.
“Para peserta dan penonton sekalian, selamat datang di kerajaan Jalec, khususnya di akademi ini” kepala sekolah akademi Jalec mengucapkan kata sambutan kepada semua orang yang menghadiri upacara pembukaan tersebut.
Di belakangnya, duduk raja dari kerajaan Jalec yang hadir untuk menyaksikan turnamen ini secara langsung.
Lalu, seorang pria tua yang terlihat penting dalam turnamen kali ini, mengambil alih pengeras suara untuk mengumumkan sesuatu.
“Seperti yang kalian tahu, sebagai ketua asosiasi akademi dunia, aku dengan bangga akan mengingatkan kembali bahwa sudah 3 kali berturut-turut akademi sihir kerajaan Jalec memenangkan turnamen tahunan ini” ucap pria tua itu yang ternyata adalah ketua asosiasi akademi dunia.
“Maka, berdasarkan peraturan dari asosiasi, kerajaan dan akademi Jalec telah diberikan hak istimewa untuk menentukan jenis turnamen yang akan diselenggarakan saat ini” sambungnya.
“Hah? Jadi, maksudnya dia ingin turnamen kali ini tidak akan sama seperti sebelumnya?”
“Yang benar saja..! Kenapa tiba-tiba mengumumkan seperti ini?”
__ADS_1
“Tidak tahu malu..!”
Kebanyakan peserta dari berbagai akademi langsung mencibir pengumuman dari ketua asosiasi akademi dunia yang bernama Zimos itu.
“Akademi Jalec sudah menentukan jenis turnamen yang akan dilaksanakan, dan aku sengaja tidak memberitahukan jenis turnamen yang akan diselenggarakan kali ini untuk melihat seberapa banyak ksatria dari masing-masing akademi yang siap dalam pertarungan tidak terduga seperti ini..!” ucap Zimos.
Kepala sekolah akademi Jalec pun kembali berjalan ke depan untuk mengumumkan jenis turnamennya.
“Turnamen tahun ini, akan dilaksanakan di dalam hutan kematian..! Setiap tim akan masuk setelah jeda masing-masing 10 menit, lalu bertarung satu sama lain untuk bertahan hidup di dalam hutan tersebut dengan batas waktu 3 hari” ujar Zimos.
“Yang benar saja..! Kau ingin membuat kami semua terbunuh? Apa kau tahu makhluk apa saja yang ada di dalam hutan kematian itu?”
“Apa kau bisa menjamin keselamatan nyawa kami?”
Beberapa dari peserta berteriak protes dengan keputusan yang diambil secara sepihak oleh asosiasi.
“Tenang saja, aku sudah mempertimbangkan keselamatan seluruh peserta dengan menggunakan alat ini” Zimos mengambil sebuah alat yang berbentuk gelang tangan dengan sebuah tampilan angka dari sakunya.
__ADS_1
“Meskipun masih dalam tahap uji coba, tapi, alat ini bisa mendeteksi tanda vital penggunanya dengan akurat..! Jika angka yang terdapat di alat ini jatuh di bawah 3, penggunanya akan langsung diteleportasi kembali ke akademi Jalec” jelas Zimos sambil mengenakan alat tersebut di pergelangan tangannya.
“Lalu, siapapun yang kembali akan otomatis kalah” sambung Zimos dengan senyuman liciknya.
Tidak sedikit dari peserta menolak dengan turnamen yang diadakan kali ini karena menurut mereka terlalu berbahaya.l, terlebih lagi, mereka tidak ingin mempertaruhkan nyawa kepada alat yang masih dalam tahap uji coba.
Dengan sebagian besar peserta yang kekuatannya masih di level 2 dan 3, wajar saja jika mereka menolaknya.
“Ehem, aku masih belum selesai menjelaskan..!” ucap Zimos.
Semua peserta yang tadinya ingin meninggalkan area akademi Jalec, berbalik dan menunggu apa yang akan dikatakan ketua asosiasi yang seenaknya saja itu.
“Bagi siapapun yang sudah mendaftar, jika mengundurkan diri dari turnamen, maka, mereka tidak akan bisa mengikuti turnamen apapun selamanya..! Dan aku yakin kalian semua tahu apa artinya itu, ‘kan?” Zimos tertawa terbahak-bahak setelah menyampaikan pesan tersebut.
Tampak rasa tidak senang dan kekesalan yang mendalam dari wajah semua peserta yang menolak turnamen kali ini.
Tapi, meskipun begitu mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena dengan peraturan yang sudah tertulis sejak lama, siapapun yang sudah mendaftarkan akademi mereka untuk mengikuti turnamen di setiap tahunnya, asosiasi akan terus memperpanjang izin untuk tetap membuka akademi di seluruh kerajaan.
__ADS_1
Jika melanggar peraturan itu, asosiasi akan memerintahkan untuk menghancurkan akademi tersebut tanpa ada yang bisa menghalanginya karena, kekuatan yang dimiliki asosiasi berada jauh di atas rata-rata.
Bahkan jika seluruh akademi di dunia ini bersatu, tidak akan bisa menjatuhkan asosiasi tersebut.