
“Sialan, tidak ada pilihan lain selain mengikuti turnamen ini..! Dasar pak tua tidak tahu malu..!” Eric mencibir Zimos dengan suara yang pelan.
Linting langsung mengisyaratkan kepada Eric untuk tidak sembarangan berkata-kata agar tidak terjadi sesuatu yang mengerikan kepadanya.
Leon menghampiri Linting untuk bertanya, “Pak guru, memangnya hutan kematian itu sangat menakutkan?”.
“Tidak hanya menakutkan..! Hutan itu sudah beratus-ratus tahun tidak ada yang berani untuk memasukinya” ucap Linting dengan berkeringat dingin.
“Ah, aku tidak menyangka akan membawa para murid ini ke dalam bahaya yang tidak bisa diprediksi” gerutu Linting menyesali keputusannya untuk mengikuti turnamen kali ini.
“Hmm, memangnya apa yang membuat hutan itu begitu mengerikan?” tanya Leon sambil memiringkan kepalanya.
“Hutan itu dihuni oleh para monster yang sudah hidup lebih dari seribu tahun dengan kekuatan yang tidak bisa dibayangkan, bahkan tidak ada satu ksatria tingkat atas pun yang berani masuk ke dalamnya” jawab Linting dengan suara yang gemetaran.
Leon berpikir sejenak lalu memejamkan matanya, “Sistem..!”.
** Re: Ada yang bisa aku bantu?
__ADS_1
“Apakah kau bisa mendeteksi tingkat kekuatan monster?” tanya Leon.
** Re: Bisa\, tapi aku baru bisa mendeteksi jika monster tersebut berada dalam jarak 100 meter.
“Kalau seperti itu keburu dihantam dari belakang aku, apakah tidak ada cara lain?” tanya Leon.
** Re: Sayangnya\, tidak ada yang bisa aku lakukan untuk menambah jarak deteksiku terhadap monster.
“Hmm, ya sudah kalau seperti itu aku harus lebih berhati-hati lagi” jawab Leon menyerah, dia hanya bisa mengandalkan instingnya saja.
Bisa saja dia menghindari serangan mendadak dari monster-monster yang ada di hutan nanti, tapi, untuk melakukan hal itu dia harus mengaktifkan kemampuan peningkatan kecepatan dan kekuatan fisiknya secara terus menerus dan itu akan sangat menghabiskan mana miliknya.
Mereka adalah Patrick dan Baron, anggota tim dari akademi sihir kerajaan Jalec yang secara tidak sengaja bertemu dengannya saat berada di pusat kota kemarin.
Baron yang melihat ke arah Leon langsung memberikan wajah yang tidak enak kepadanya, seakan ingin mengatakan bahwa Leon sudah menjadi targetnya untuk diserang terlebih dahulu.
“Hmm, semoga aku tidak bertemu mereka di awal” gumam Leon.
__ADS_1
Sesaat kemudian, sekitar 10 orang yang terlihat memiliki tingkat kekuatan di atas level 5 berkumpul di lapangan tempat para peserta berkumpul.
Mereka melakukan sebuah formasi gerakan secara bersamaan, lalu memfokuskan energinya ke tengah lapangan.
“Hutan kematian, Gate..!” teriak 10 orang tersebut serentak.
Sebuah portal teleportasi dengan ukuran yang lebih besar dari yang bisa dilakukan oleh Leon pun terbuka dan langsung memberikan visual hutan kematian kepada semua peserta turnamen.
“Peraturannya sederhana..! Yang terkuat akan menguasai semuanya..!” ucap Zimos.
10 orang tadi pun berdiri di samping portal untuk memberikan alat berbentuk gelang tangan yang sudah diperlihatkan sebelumnya.
“Tim pertama yang akan masuk adalah, akademi sihir Jalec..!” teriak Zimos.
Satu per satu tim yang disebutkan namanya memasuki portal tersebut, hingga akhirnya tiba giliran timnya Leon untuk memasuki portal tersebut.
“Berjuanglah..!” ucap Frel menyemangati Leon dan yang lainnya.
__ADS_1
“Wush.. Wush.. Wush..” dalam sekejap Leon dan yang lainnya sudah tiba di depan pintu masuk hutan kematian.