
Setibanya di arena pertarungan akademi Jalec, mereka langsung disambut meriah oleh petasan yang terbuat dari energi sihir.
Bentuk ledakan dari petasan-petasan tersebut sama persis seperti yang ada di dunia Leon sebelumnya.
“Wah, meriah sekali..!” ucap Frel yang terkesima karena baru pertama kali melihat petasan semegah ini.
Tim Leon berpapasan dengan tim lain yang berasal dari akademi Raisin.
Dengan tatapan yang meremehkan, salah satu anggota dari akademi Raisin pun melontarkan perkataan yang akan disesalinya nanti.
“Oh, jadi ini tim yang berhasil lolos karena satu anggotanya hanya bersembunyi sampai akhir? Sungguh menyedihkan, lebih baik kalian berhenti dari sekarang dan biarkan orang-orang kuat seperti kami ini yang memenangkan turnamen untuk kalian” ucapan tersebut tentu saja hanya menjadi lelucon bagi tim Leon.
Mereka hanya menyeringai tipis saat menanggapi ucapan orang tersebut karena mereka tahu siapa yang akan tertawa nanti.
__ADS_1
“Cih, hanya menang karena beruntung saja sudah sombong seperti itu..!” ucap laki-laki tadi.
“Sudahlah, tidak ada gunanya kau mengurusi mereka..! Lebih baik kita berharap agar tidak melawan tim yang di sana..!” jawab teman satu tim laki-laki itu sambil menunjuk ke arah tim dari akademi Landa.
Akademi itu memang selalu menempati posisi kedua di setiap tahunnya, jika tidak ada akademi Jalec, mereka sudah pasti menempati peringkat pertama yang mendapatkan hak istimewa untuk memasuki gua energi murni.
“Ehem, karena semuanya sudah berada di sini, aku akan segera mengumumkan peraturan dan tim yang akan bertarung..!” ucap Zimos sambil melihat-lihat tim yang berkemungkinan menjadi penyebab kekalahan akademi Jalec.
“Peraturan yang pertama adalah, kecuali ketua dari tim, peserta yang sudah mengikuti babak pertama tidak akan diperbolehkan untuk mengikuti babak kedua ini..!” ucap Zimos.
“Sial, kalau begini, kita tidak akan bisa menang..!” ucap Eric yang sadar bahwa dirinya bukanlah tandingan untuk tim lain, bahkan untuk melawan tim cadangan mereka saja tidak akan mungkin bisa.
“Tapi, ada kondisi khusus..! Untuk tim dari akademi Lainard, karena hanya tersisa satu orang saat babak pertama dan dia bukanlah ketua dari tim itu, maka, jabatan ketua tim akan dialihkan kepadanya..!” sambung Zimos yang membuat Eric dan yang lainnya merasa lega.
__ADS_1
“Hmm, meskipun dia berhasil sampai ke babak kedua, sudah pasti bukan bocah tengik itu karena dia bukanlah ketua tim..!” gumam Zimos saat melihat Leon, dia tidak bisa mendeteksi aura apapun yang mengancam darinya dan berpikir tidak mungkin Leon yang payah itu menjadi ketua tim.
“Karena ketua tim adalah yang terkuat dari semua anggotanya, kemungkinan salah satu dari mereka adalah pelakunya..!” meskipun dia menuduh 3 tim lainnya, kecurigaannya sangat kuat kepada ketua tim akademi Landa.
Mereka selalu menjadi saingan ketat bagi akademi Jalec, bukanlah hal yang aneh jika Zimos menaruh curiga.
“Peraturan yang kedua adalah, pertarungan tidak akan dihentikan sampai waktunya habis atau salah satu kalian mengaku kalah..! Jadi, jika ada yang mati di arena karena tidak mengaku kalah, bahkan asosiasi tidak akan bertanggung jawab” sambung Zimos.
Tanpa berlama-lama lagi, undian pun dilakukan untuk menentukan giliran dan lawan untuk setiap akademi.
“Pertarungan pertama, akademi Landa melawan akademi Trojan..!” ucap Zimos saat memunculkan nama yang sudah diacak dan ditampilkan agar seluruh orang yang hadir bisa melihatnya.
“Pertarungan kedua, akademi Raisin melawan akademi Lainard..!” sambung Zimos.
__ADS_1
“Heh, ternyata lawan kita adalah mereka..! Baguslah, ini menjadi hari keberuntungan kita..!” ucap salah satu anggota dari akademi Raisin yang tadi sempat berpapasan dengan tim Leon.
“Tapi, siapapun yang menang, berarti mereka akan menjadi lawan kita selanjutnya..! Dan itu bukanlah hal yang bagus, karena sudah pasti tim itu sangat kuat” jawab teman satu tim akademi Raisin yang sedang dilema.