
Semenjak ledakan besar itu terjadi, mental seluruh tim menjadi turun seketika.
Mereka berpikir memasuki hutan kematian ini sama saja dengan mencari mati.
“Eric, sebaiknya kita segera kembali untuk menolong Leon” ucap Erlynn dengan mata yang berkaca-kaca.
Dari semua orang, Erlynn yang paling mencemaskan keadaan Leon saat ini.
“Itu tidak perlu..!” sebuah suara terdengar dari arah belakang yang mengagetkan mereka berdua.
“LEON..!” Erlynn tanpa sadar langsung berdiri dan melompat ke arah Leon untuk segera memeluknya.
“Hehe, aku pikir kau hanya peduli dengan pil penyembuhan dariku, terima kasih sudah mencemaskan aku, sekarang sudah tidak apa-apa” Leon berusaha membuat Erlynn tenang, lalu dia mengusap-usap rambutnya.
“Mmm..” Erlynn lalu melepaskan pelukannya.
Adegan seperti itu tentu saja membuat Eric merasa kesal dan ingin sekali memukul Leon, tapi dia sudah tahu kekuatan apa yang dimiliki olehnya, jadi, dia lebih memilih merelakan Erlynn untuknya.
“Eric, sebagai ketua tim, kau sudah membuat keputusan yang sangat baik” ucap Leon.
__ADS_1
“Cih, tidak perlu kau katakan seperti itu..! Aku ini tidak pernah membuat kesalahan..! Jika saja bukan karena kau, aku tidak akan kehilangan roh serigala apiku..!” Eric menunjukkan ekspresi yang sangat kesal.
“Huh? Kenapa bisa itu menjadi salahku?” tanya Leon kebingungan.
“Eric sudahlah, itu bukan kesalahan Leon karena monster itu memang benar-benar kuat” Erlynn berusaha untuk menengahi agar mereka berdua berhenti bertengkar.
“Cih...” Eric mendengus dingin lalu membuang muka.
Leon hanya bisa menggaruk dagunya karena tidak tahu harus berkata apa terhadap sikap kekanak-kanakan Eric.
“Leon, ledakan besar tadi, apakah itu ulah monster tadi?” tanya Erlynn.
“Berarti, masih ada kemungkinan kita akan bertemu dengan monster itu lagi” ucap Erlynn.
Eric akhirnya menyarankan untuk membuat strategi antisipasi jika bertemu dengan monster seperti Arthas lagi.
Tak lama kemudian, Leon merasakan 3 aura yang mendekat ke arah mereka.
Mereka adalah tim lain yang berasal dari akademi sihir kerajaan Kleid, sejak awal memang yang menjadi incaran adalah Leon dan kawan-kawan.
__ADS_1
Leon langsung menyuruh Erlynn untuk menyembunyikan keberadaan mereka dengan sihir manipulasi cahaya, lalu mereka bertiga bersembunyi di balik pohon besar yang ada di belakang mereka.
“Hmm? Ke mana perginya mereka?” ucap salah satu dari ketiga orang tersebut.
Seseorang yang sepertinya adalah ketua dari tim tersebut, merasakan sesuatu yang aneh di balik pohon yang ada di sisi sebelah kanannya.
“Keluarlah..! Aku tahu kalian sedang bersembunyi di balik pohon itu” ucapnya, namun setelah beberapa saat masih tak ada respons.
“Hmm, tidak mau ya? Kalau begitu aku akan memaksa kalian keluar..!” ketua tim akademi Kleid memerintahkan anggotanya untuk menembaki pohon besar tersebut dengan energi sihir mereka.
“Kekuatan alam semesta yang tidak terbatas, Explosion..!” teriak kedua anggota lainnya secara bersamaan.
“Boom.. Boom.. Boom..” pohon besar tersebut diserang bertubi-tubi oleh mereka.
Eric yang sudah tidak tahan bersembunyi, akhirnya memutuskan untuk keluar dan melawan tim akademi Kleid.
“Fire ball..!” teriak Eric sambil mengarahkan tangannya kepada salah satu lawannya.
“Blaar.. Blaar..” semua serangan dari Eric ditahan oleh mereka bertiga dengan pelindung energi.
__ADS_1
“Wah wah, aku pikir siapa yang sedang mengincar kami, ternyata tuan muda Rico..!” ucap Eric yang ternyata dia mengenal ketua tim akademi Kleid, karena dia adalah saingannya sejak pertama kali dia mengikuti turnamen.